
Keesokan nya,Noah tetap menjemput Rein.Rein yang sedang menikmati sarapan nya langsung menemui Noah didepan rumah.Ia sedikit lega karna kebetulan Kenan sudah berangkat ke kantor.
Bahkan seperti tak terjadi apa - apa,Noah tersenyum menyambut Rein.
"Yuk Rein!"ajak Noah santai.
"Kenapa masih menjemput ku Kak?"
"Memang nya kenapa?"
"Kan aku sudah melarang Kak Noah untuk menjemput ku."
"Rein,aku janji ini terakhir kali nya aku menjemput mu."
Rein hanya menghela nafas dihadapan Noah lalu ia mengambil tas sekolah nya yang masih berada di sofa.
Dengan berat hati Rein menaiki motor Noah.Entah sekeras apa hati Noah,bahkan seharusnya ia merasa sakit hati dan menjauhi Rein,karna Rein telah menolak nya.
**
"Rein,aku sudah mengadukan Kak Jasmin dan kedua teman nya ke guru Bk."sambut Aska saat Rein baru duduk di kursi nya.
"Bagus lah Aska,mereka memang harus diberi pelajaran."ujar Fara menimpali.
Rein hanya memperhatikan Aska dan Fara yang mengobrol didepan nya sambil meletakkan tas nya di atas meja.
"Rein,kenapa semalam kau tak melawan mereka sih?"tanya Aska.
"Bagaimana mungkin Rein melawan mereka Aska,kau tau sendiri kan mereka itu sudah mengintimidasi Rein duluan".
"Semalam perasaan ku sedang kalut karna memikirkan om Kenan Ka,maka nya aku tak membalas perbuatan mereka."jelas Rein.
"Apa yang bisa kami bantu Rein untuk memulihkan ingatan om Kenan?"tanya Aska.
"Aku juga tak tau Ka,sebenarnya saat ini aku sudah mulai putus asa melihat om Kenan."gumam Rein.
"Kau tak boleh putus asa seperti itu Rein!bersabar lah,aku yakin om Kenan pasti bisa sembuh."seru Fara merangkul bahu Rein.
"Sudah...sudah..kita jangan terlarut keadaan yang sedih seperti itu.Oiya nanti siang ke cafe yuk!kita kan sudah jarang kumpul bertiga"ajak Aska bersemangat.
"Boleh juga itu Ka.Kau mau kan Rein?"
Rein pun mengangguk sembari menyunggingkan senyum tipis di bibir ranum nya.
**
Sepulang sekolah Aska berangkat terlebih dahulu dengan motornya menuju cafe yang biasa mereka kunjungi.Sedangkan Rein dan Fara menunggu taxi online yang sudah mereka pesan.
Aska yang sudah tiba di cafe itu langsung mencari tempat untuk mereka menikmati makan siang.Tak berapa lama berselang,Rein dan Fara juga tiba di cafe itu.Mereka lalu memesan makan siang dan beberapa camilan.
"Rein,itu bukan nya om Kenan ya?"tanya Fara sambil memastikan apa yang di lihat nya.
"Mana Far?"tanya Aska penasaran.
"Itu!yang berada didekat pot bunga mawar."ucap Fara yakin.
Rein seketika melepas pandangan nya ke arah yang di tunjuk oleh Fara.Dan benar!itu adalah Kenan yang bersama Windy.Rein pun lalu memalingkan wajah karna tak ingin melihat Kenan lebih lama lagi.
Dada nya mulai bergemuruh akibat rasa cemburu nya terhadap Windy.Rein hanya menghela nafas panjang,tanpa bisa menegur Kenan yang sama sekali tak mengingat diri nya.
Untung nya mereka berada di atap cafe yang dikelilingi banyak tanaman hias.Sehingga udara bisa keluar masuk dengan baik ke paru - paru Rein yang terasa sesak itu.
__ADS_1
"Wahhh..akhirnya makanan kita datang"ujar Aska yang berbinar menatap makanan didepan nya.
"Yuk Rein,makan!"ajak Fara.
Mereka pun mulai mencicipi makanan yang mereka pesan itu.
"Sudah lama ya kita tidak makan bertiga seperti ini".celetuk Aska sambil mengunyah makanan.
"Maka nya kau jangan terlalu rajin mengikuti ekskul mu itu."sindir Fara.
"Mau bagaimana lagi Far,setiap hari kami harus menerbitkan artikel baru untuk mading.Jadi ya mau tidak mau setiap hari aku harus ke ruang ekskul."jelas Aska.
"Rein kau baik - baik saja?"tanya Aska lagi yang memperhatikan Rein seperti sedang termenung.
"I..iya aku..baik - baik saja kok".jawab Rein dengan senyum tipis.
Kenan dan Windy yang sudah selesai menikmati makan siang langsung bergegas bangkit dari tempat duduk mereka.Windy yang secara tak sengaja melihat Rein pun langsung berjalan menghampiri nya untuk menunjukkan kepada Rein bahwa ia bisa dekat dengan Kenan.
"Hai Rein!"sapa Windy dengan senyum jahat nya.
Rein dan kedua sahabat nya seketika menatap ke arah Windy.
"Ayo lah sayang!kita harus kembali ke kantor."ucap Kenan yang menghampiri Windy.
Betapa kaget nya Kenan saat ia tau ternyata Windy menghampiri Rein.
"Kau mengapa bisa di sini?"tanya Kenan ketus.
Rein tak menggubris Kenan dan Windy yang berdiri di hadapan nya.Dengan santai ia melanjutkan makan siang nya lagi.Begitu pun dengan Fara dan Aska yang tak menghiraukan kehadiran Kenan dan Windy.
"Anak muda sekarang memang tak ada sopan santun nya ya!"celetuk Fara.
"Sudah lah sayang,kita kembali ke kantor saja."ajak Kenan.
Lagi - lagi Rein hanya diam dan tak merespon.Fara dan Aska yang iba melihat Rein pun hanya bisa menatap sahabat nya itu.
Kenan lalu menarik lengan Windy dan pergi dari hadapan Rein dan kedua sahabat nya.Rein menatap punggung Kenan yang sudah berlalu dengan tatapan tajam.
"Siapa wanita itu Rein?"tanya Aska penasaran.
"Bisa - bisa nya kau bertanya di saat seperti ini Aska!"tegur Fara.
"Tak apa Far,kalian memang harus tau siapa yang bersama om Kenan tadi.Wanita itu adalah mantan kekasih nya om Kenan dan mereka sudah memutuskan hubungan sejak 1 tahun lalu."
"Tapi Rein,.kenapa om Kenan masih mengingat wanita itu,dan dia malah melupakan mu?"tanya Aska lagi.
"Kan sudah pernah ku katakan kepada kalian Aska,jika om Kenan hanya kehilangan sebagian ingatan nya yang baru - baru belakang kemarin terjadi.Ingatan om Kenan yang lama masih utuh dan tertahan pada ingatan nya 1 tahun lalu.Itu lah mengapa saat ini om Kenan masih menganggap Windy sebagai kekasih nya."jelas Rein.
"Jahat sekali wanita itu ya Rein memanfaat kan om Kenan dengan keadaan nya saat ini."gumam Fara kesal.
"Tenang Rein kami akan membantu mu menjauh kan wanita itu dari om Kenan."ujar Aska.
"Tak perlu Ka.Biar aku yang mengurus wanita itu.Oiya aku cabut duluan ya,sebelum wanita itu semakin menggila di depan om Kenan."ucap Rein sembari bangkit dari tempat duduk nya.
"Baik lah Rein,kau hati - hati ya ! "seru Fara.
Rein pun berlalu meninggalkan kedua sahabat nya menuju ke kantor Kenan.
"Apa yang harus aku lakukan agar ingatan om Kenan cepat kembali?aku sudah merindukan nya!"
**
__ADS_1
Rein yang sudah tak canggung lagi memasuki kantor Kenan,kini ia melenggang santai melewati para karyawan Kenan yang memperhatikan nya.
Saat hendak menaiki lift,Mario yang melihat Rein langsung memanggil nya.Sambil membawa beberapa berkas,Mario pun menghampiri Rein.Mereka pun berada dalam satu lift yang sama menuju ke ruang kerja Kenan.
"Aku tak menyangka kau bisa setegar ini Rein menghadapi Kenan."ucap Mario yang berdiri di samping Rein.
"Mau bagaimana lagi om!.Keadaan yang memaksa ku untuk tegar"ujar Rein sembari menghela nafas.
"Kau sabar ya Rein!aku pasti membantu mu memulihkan ingatan Kenan."
Rein hanya tersenyum mendengar ucapan Mario.Entah bagaimana cara Mario akan memulihkan ingatan Kenan,toh dia sendiri saja yang mencintai Kenan tak bisa membuat ingatan nya pulih kembali.
Setelah beberapa menit lift pun berhenti dilantai 3.Rein dan Mario lalu keluar dari dalam lift itu dan berjalan beriringan menuju ruang kerja Kenan.
Sesampai di depan ruangan itu,Mario langsung mengetuk pintu kaca didepan nya.Kenan yang mendengar segera menyuruh Mario masuk ke ruangan nya di ikuti Rein yang berada dibelakang nya.
"Ini Pak Kenan berkas yang Anda minta!"ucap Mario sembari meletakkan beberapa berkas ke atas meja kerja Kenan.
Kenan seketika mendongakkan kepala nya yang sejak tadi menatap layar laptop.Bukan nya melihat Mario yang berdiri di hadapan nya,ia malah fokus melihat tubuh mungil Rein yang hampir tertutupi oleh tubuh Mario.
"Kau kenapa berdiri di belakang Mario?"tanya Kenan ketus.
Rein pun langsung menggeser langkahnya perlahan hingga berdiri tepat di samping Mario.Kini Kenan bisa melihat tubuh Rein dengan jelas.
"Kenan,berhenti lah berkata ketus kepada Rein!"ujar Mario.
"Kau siapa berhak memerintah Kenan?"tanya Windy yang ternyata juga berada di ruangan itu.
Mario tak menjawab dan mengabaikan Windy yang duduk di sudut ruangan Kenan.
"Kenapa kau jadi sepeduli ini dengan Rein?apa kau mulai menyukai nya?"tanya Kenan memandang Mario sinis.
"Iya aku menyukai Rein!sejak dulu bahkan aku sudah menyukai nya."
"Mario!"bentak Kenan.
"Kenapa Nan?kau akan melarang ku?"
"Iya! sudah sangat jelas aku akan melarang pria mesum seperti mu untuk mendekati keponakan ku."
"Kenan...Kenan.Sejak kapan kau peduli dengan Rein?hah..??!!"
"Maksud mu apa?"
"Kau memang kehilangan sebagian ingatan mu bahkan kau sama sekali tidak mengingat Rein,namun bukan berarti kau bisa bersikap sesuka hati terhadap nya!
apa kau tak tau sudah seberapa banyak pengorbanan yang ia lakukan untuk mu?atau sudah seberapa banyak masa muda nya yang terbuang karna merawat mu pasca operasi?sadarlah Kenan!!!"
"Berhenti menyalahkan Kenan!."ujar Windy yang berjalan menghampiri meja kerja Kenan.
"Kau berhenti lah ikut campur!.Kau tak seharusnya berada disini".seru Mario sembari menunjuk ke arah Windy.
"Hentikan Mario!"ucap Kenan marah dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Ini semua gara - gara kau gadis licik!"celetuk Windy sembari mendorong bahu Rein.
Mario yang melihat itu seketika menahan tubuh Rein.Ia yang sudah geram melihat Windy pun ingin membalas perbuatan nya kepada Rein,untung nya dengan cepat Rein menarik lengan Mario.
Sedangkan Kenan hanya berdiri mematung melihat Mario membela Rein.Ada perasaan tak nyaman di hati nya saat melihat kedekatan diantara mereka.Windy yang merengek di hadapan nya pun tak ia hiraukan.
Mario yang tak ingin amarah nya semakin meledak di hadapan Kenan,langsung menarik lengan Rein dan segera berlalu keluar dari ruangan nya.Hati Mario sudah terlalu sering terenyuh melihat Rein yang diperlakukan Kenan dengan tidak baik.Bahkan tak jarang timbul emosi di benak Mario mendengar ucapan - ucapan kasar dari mulut Kenan kepada Rein.
__ADS_1
**