Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 38


__ADS_3

Ini adalah hari ke tiga dimana Rein masih menunggu Kenan untuk bangun dari koma nya.Kini ia hanya seorang diri menjaga Kenan,sebab Rein sudah menyuruh Aska,Fara dan Mario untuk tak datang kerumah sakit lagi.Karna Rein tak ingin jika kedua sahabat nya dan juga Mario hanya menghabiskan waktu mereka untuk menjaga Kenan.


Terlebih lagi Aska yang memang tak bisa berlama - lama meninggalkan Ayah nya sendiri untuk mengurus restoran mereka.Dan Damian yang terpaksa meninggalkan Rein demi pekerjaan nya.Walau ia sebenarnya ingin lebih lama tinggal bersama Rein dan menemaninya menjaga Kenan,namun kendala pekerjaan yang harus ia selesaikan, menuntut Damian untuk secepatnya kembali ke Tokyo.


Rein pun mengambil cuti kuliah demi merawat Kenan di rumah sakit.Bagi nya yang terpenting saat ini adalah bisa merawat Kenan dengan baik.Rein bahkan begitu telaten dalam merawat Kenan,seperti menyeka tubuh Kenan dengan air hangat setiap hari dan juga mengganti pakaian nya,Rein melakukan itu seorang diri.


Sebenarnya perawat di rumah sakit itu ingin membantu Rein,namun ia menolak karna Rein tak mau suami nya itu di sentuh oleh wanita lain.Seover protektif itu Rein memang dalam mencintai Kenan.


Setelah Rein sudah selesai mengganti pakaian yang dikenakan Kenan,ia pun duduk disamping Kenan sembari mengelus jemari nya.Rein juga berdialog dengan Kenan walau Kenan sama sekali tak ada merespon nya.Namun ia tak peduli,karna ia tau walau Kenan tak bisa merespon nya,Kenan pasti bisa mendengar apapun yang ia ucapkan kepada nya.


Rein dan Kenan yang seharusnya pergi berbulan madu ke hotel mewah,kini mereka harus menikmati berbulan madu di ruangan rumah sakit.Sekali lagi Rein tidak peduli akan hal itu.Bagi nya saat ini adalah tetap bisa berada di samping Kenan dan bisa menghabiskan waktu bersama Kenan.


Rasa lelah dan kantuk mulai menyerang Rein yang sejak semalam terjaga.Disamping tubuh Kenan,Rein pun merebahkan kepala nya hingga tanpa sadar akhirnya ia tertidur dengan lelap.


Bahkan ia tak tau jika Kenan tiba - tiba sudah terbangun dari koma.Kenan mulai membuka kedua mata nya secara perlahan walau pandangan nya masih terasa kabur.Hingga beberapa kali ia mengedipkan mata barulah pandangan nya mulai membaik.


Kenan pun melihat ke sekelilingnya,dan seketika kejadian terakhir kali saat di hari pernikahan nya kembali terlintas.Tak hanya itu,ingatan saat ia mengalami kecelakan mobil dua tahun lalu pun kini tergambar jelas di kepala nya.


Dan ingatan acak lain nya tentang pertama kali ia dan Rein bertemu,dan juga saat ia dan Rein pernah memaduh kasih, kini satu persatu ingatan itu terlintas jelas di kepala Kenan.


"Rein....".ucap Kenan lemah sembari melirik Rein yang berada di samping nya.


Kenan pun berusaha menggerakkan jemari tangan nya untuk menyentuh kepala Rein.Secara perlahan jemari nya mulai bergerak dan menyentuh ujung kepala Rein.


"Rein..."panggil Kenan lagi.Namun suara nya yang terdengar lemah tak berhasil membangunkan Rein.


Ia pun lalu mengelus kepala Rein dengan sekuat tenaga nya agar Rein terbangun.Dan usaha nya pun berhasil.Rein memicingkan mata nya yang masih terasa berat.Ia yang merasakan sentuhan Kenan seketika mengangangkat kepala nya dan menoleh ke arah Kenan.


"Om Kenan...?!"lirih Rein sembari langsung memeluk tubuh Kenan yang masih terbaring di bed pasien.


Rein yang menyadari Kenan sudah terbangun dari koma nya dengan cepat langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Kenan kembali.


"Bagaimana dok keadaan suami saya?"tanya Rein.


"Kondisi Kenan saat ini sudah mulai stabil,namun ia belum pulih seutuh nya.Dan kalau bisa jangan paksa Kenan untuk mengingat sesuatu yang berat bagi nya."jelas dokter yang memeriksa Kenan.


"Baiklah dok.Lalu kapan suami saya boleh pulang?"


"Nanti kita lihat kondisi nya lagi ya.Jika kondisi nya semakin membaik,besok Kenan sudah diperbolehkan pulang.Kalau begitu saya permisi."


"Iya dok,terimakasih ya dok."

__ADS_1


Dokter itu lalu keluar dari ruangan Kenan.Dan seorang perawat yang tadi bersama dokter itu pun langsung melepas alat bantu pernafasan yang digunakan oleh Kenan setelah mendapat intruksi dari dokter.Kemudian perawat itu segera meninggalkan ruangan Kenan.


"Bagaimana perasaan om saat ini?"tanya Rein sembari duduk di bed pasien Kenan.


"Tak pernah aku sebaik ini Rein."jawab Kenan lembut sembari tersenyum hangat kepada Rein.


"Maaf sudah membuat mu menunggu Rein!"ucap Kenan lagi.


"Tidak apa om.Yang terpenting saat ini om sudah kembali sadar."ujar Rein sembari menggenggam tangan Kenan.


"Rein,berapa lama aku tak sadarkan diri?"


"Hmmm...sudah hampir 3 hari om."


"Lalu hanya kau yang menjaga ku disini?"


"Tidak om..,ada Papa,om Mario,Fara dan juga Aska yang membantu ku untuk menjaga om.Namun aku sudah menyuruh mereka pulang,karna tak mungkin mereka terus berada disini sementara mereka juga punya kesibukan masing-masing."


"Papa mu sudah kembali ke Tokyo?"


"Sudah om,lagi pula Papa sudah 2 minggu berada disini dan tidak mungkin Papa meninggalkan pekerjaan nya lebih lama lagi."


"Kau tak marah kepada ku kan Rein?"


"Karna ku,acara pernikahan kita gagal dan aku malah menyusahkan mu seperti saat ini."


"Om yang terjadi itu hanya musibah dan bukan kesalahan om,jadi berhenti lah merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi.Dan kalau saja saat itu om tidak melindungi ku,mungkin saat ini aku yang berada di posisi om."


"Baiklah istri ku,mulai saat ini aku tidak akan menyalahkan diri ku lagi."


Rein yang mendengarkan ucapan Kenan pun seketika menyunggingkan senyum di hadapan nya.


"Kenapa sayang?kok malah tersenyum seperti itu?"ujar Kenan sembari merangkul pinggang Rein.


"Tidak apa om,aku hanya...aku hanya tak menyangka jika kita sudah menikah."


"Iya sayang,untuk itu berhenti lah memanggil ku dengan sebutan om lagi."


"Baiklah...baiklah sayang."ucap Rein dengan malu - malu.


"Nah gitu dong.kalau kau memanggil ku dengan sebutan sayang,orang - orang kan sudah tak mencurigai ku lagi sebagai sugar daddy mu ."

__ADS_1


Rein tak menimpali ucapan Kenan,ia hanya tertawa kecil mendengar ucapan suami nya itu.


"Oh iya sayang,apa kau tak merindukan kan ku?"tanya Kenan.


"Ya sudah jelas aku merindukan om"


"Om!?.."


"Maaf sayang,aku belum terbiasa..".celetuk Rein sembari memeluk tubuh Kenan.


Kenan pun dengan cepat membalas pelukan Rein.


"Aku sangat merindukan mu Rein."bisik Kenan.


Setelah cukup lama Rein dan Kenan saling meluapkan rasa rindu mereka,Kenan lalu melepaskan pelukan nya dari tubuh Rein.Ia menatap wajah Rein dengan begitu lekat.Tanpa ragu,Kenan mulai mendaratkan kecupan ke bibir ranum milik Rein.


Belum sempat Rein membalas kecupaan itu,seorang perawat tiba - tiba mengetuk pintu ruangan Kenan.Rein pun dengan cepat melepas kecupan itu dari bibir nya lalu dengan gugup ia beranjak dari bed pasien yang ditempati oleh Kenan.


"Maaf mbak,saya ingin menyuntikan vitamin ini ke infus Pak Kenan."ujar perawat itu


"Oh iya....silahkan..."ucap Rein.


Setelah selesai perawat itu segera keluar dari ruangan Kenan.


"Mengganggu saja!"celetuk Kenan sedikit kesal.


"Tapi perawat itu tidak salah sayang,kita saja yang tidak tau menempatkan diri".ujar Rein sembari tertawa kecil.


"Aku tidak sabar ingin pulang sayang.Aku sudah ingin sekali mencumbu mu seperti saat di villa dulu."


Seketika Rein tersentak,ia tak menyangka bahwa ingatan Kenan mulai kembali setelah kejadian di hari pernikahan nya itu.


"Sayang,apa ingatan mu mulai kembali?"tanya Rein.


"Seperti nya iya sayang,..karna kini aku bisa mengingat saat dimana kau pertama kali datang kerumah ku bersama Kak Damian."


"Aku bahkan bisa mengingat saat pertama kali aku mencium mu di dalam mobil ku."sambung Kenan.


Rein yang mendengar pernyataan itu seketika memeluk Kenan.Air mata menetes begitu saja dari pelupuk mata nya karna merasa terharu dan tak menyangka bahwa Kenan akan mengingat diri nya kembali.


"Maaf kan aku ya sayang,sudah membuat mu melewati masa - masa sulit saat dimana aku kehilangan ingatan ku."

__ADS_1


Rein hanya mengangguk sembari memeluk tubuh Kenan.Semua kesedihan yang telah dirasakan oleh Rein selama ini pun seketika memudar dengan kembali nya ingatan Kenan.Dipeluk nya tubuh Kenan begitu erat,karna Rein tak ingin kehilangan Kenan lagi.


**


__ADS_2