Menikah Dengan Adik Angkat Mama

Menikah Dengan Adik Angkat Mama
BAB 31


__ADS_3

Rein yang semakin ingin menjaga jarak dengan Kenan memutuskan untuk keluar dari rumah nya.Rein juga sudah memberi tau Damian bahwa ia tak ingin lagi tinggal dirumah Kenan dan akan menyewa apartemen yang dekat dengan kampus nya.Damian pun menyetujui keputusan anak satu - satu nya itu.Bagi nya yang terpenting saat ini adalah kebahagian Rein.


Kini Damian mulai menyadari,bahwa ia bukan lah sosok Ayah yang baik bagi Rein.Damian menyadari itu saat Rein yang menolak untuk tinggal bersama nya.Ia mulai merenungi sikap nya selama beberapa tahun lalu hingga kini yang memang jarang memperhatikan Rein.


Dengan susah payah Rein menenteng koper nya menuruni anak tangga.Kenan yang baru saja pulang dari kantor, seketika tersentak saat melihat Rein.Ia pun menghampiri Rein dengan langkah tergesa.


Tanpa mengucapkan apa pun Kenan langsung merebut koper dari tangan Rein lalu membawa nya kembali ke kamar Rein.Rein yang melihat itu segera menyusul Kenan.


"Berhenti om!"panggil Rein dengan nafas terengah.


Namun Kenan tak menghiraukan Rein.Ia terus membawa koper itu hingga masuk ke kamar Rein.Sesampai di kamar nya,Kenan langsung mengeluarkan isi koper itu.Bahkan pakaian Rein ia masukkan kembali ke dalam lemari.


"Apa - apaan ini om?!"tanya Rein marah.


"Seharusnya aku yang bertanya kepada mu Rein.Kenapa kau membawa koper dan semua pakaian mu?hahh?!"pekik Kenan kesal.


"Aku mau pergi dari sini!"ujar Rein ketus.


"Kenapa kau tiba - tiba seperti ini Rein?"


"Karna aku sudah lelah menunggu om!menunggu ingatan om kembali,menunggu om yang sering meninggalkan ku!Aku tidak bisa seperti ini terus om!


Aku muak karna terus diabaikan!aku benci selalu tak di anggap!"ucap Rein marah dengan mata yang mulai berkaca - kaca.


Ucapan Rein seperti sembilu yang melukai hati Kenan.Entah mengapa kata - kata itu begitu menusuk hati nya.Kenan hanya bungkam sembari menatap Rein dengan tatapan bersalah.


"Izinkan aku pergi om!"lirih Rein.


"Tidak Rein!aku tidak akan pernah mengizinkan mu keluar dari rumah ini."


"Tapi aku benar - benar sudah tidak bisa hidup seperti ini lagi om!.


Om tau,sikap om kepada ku selalu saja berhasil menyakiti hati ku!"


"Maafkan aku Rein!Aku mohon jangan pergi!Jangan jadikan aku lelaki pengecut yang tak bertanggung jawab!"


"Om tak perlu khawatir Papa akan marah, karna aku sudah meminta izin kepada Papa untuk pergi dari rumah ini."


"Bukan itu Rein.....!"


"Lalu apa om?bukan kah selama ini om merasa bertanggung jawab terhadap ku karna sudah berjanji kepada Papa untuk menjaga ku?"


"Rein....kau lupa jika aku sudah...sudah mengambil mahkota berharga milik mu?

__ADS_1


Aku ingin bertanggung jawab atas itu Rein!"


"Bertanggung jawab?om mau bertanggung jawab bagaimana?!hah!?"tanya Rein sinis.


"Dengan menikahimu!"


"Apa...??apa aku tak salah dengar om?om mau menikahi ku sementara om saja tak yakin pernah memiliki perasaan dengan ku!Maaf om tetapi aku tak bisa menikah dengan seseorang yang tak mengingat ku apalagi tak mencintai ku!"


"Rein setidak nya hargai lah usaha ku yang ingin bertanggung jawab atas perbuatan ku kepada mu!"


"Apa selama ini om pernah menghargai usaha ku untuk membantu om memulihkan ingatan om yang hilang itu?"


Kenan kembali tersudutkan dengan perkataan - perkataan Rein yang begitu tajam.Ia hanya bisa menghela nafas panjang di hadapan Rein.Kenan sudah kalah telak jika harus berdebat lagi dengan nya.


Rein yang semakin kesal dengan Kenan pun mengambil pakaian nya dari lemari dan kembali memasukkan nya ke dalam koper.Namun dengan cepat Kenan mencegah nya.


"Lepaskan om!"ujar Rein marah saat Kenan menarik lengan nya.


Rein semakin bersikeras karna dihalangi oleh Kenan.Kenan pun dengan cepat langsung memeluk tubuh Rein yang memberontak.Hingga akhirnya ia menyerah dalam pelukan Kenan.


Aroma tubuh Kenan yang begitu ia rindukan kini dapat dengan puas ia hirup.Degupan jantung Kenan pun bisa ia rasakan saat kepala nya menempel erat di dada Kenan yang bidang.


Rein yang sejak tadi sudah menahan air mata nya agar tak terjatuh,kini satu persatu bulir air mata itu menetes hingga mengenai kemeja putih Kenan.Kenan yang mulai merasakan air mata Rein menembus mengenai kulit nya,hanya bisa mengelus kepala Rein dengan lembut.


Aku tak bisa Rein terus menerus melihat mu berjalan bebas dengan lelaki lain.Karna ada sesuatu didalam hati ku yang tak menerima itu."bisik Kenan lembut.


Rein tak menimpali ucapan Kenan.Walau sebenarnya sejak dulu ia memang ingin menikah dengan Kenan,namun ia belum siap karna ingatan Kenan yang belum pulih.


Rein takut jika sewaktu - waktu Kenan akan melupakan nya kembali di saat mereka sudah saling mengikrarkan janji sehidup semati.


**


Kenan yang tak ingin Rein tiba - tiba pergi tanpa sepengetahuan nya menyuruh Rein untuk tidur di kamar nya.


"Tidurlah Rein!"suruh Kenan yang melihat Rein termenung sambil menatap langit - langit kamarnya.


Rein hanya diam dan mengabaikan Kenan.Kenan yang kesal karna tak direspon oleh Rein pun menghampiri nya lalu ia berbaring di sebelah Rein.Rein seketika menoleh ke arah Kenan dan menatap nya sinis.


"Rein,aku tau kau masih marah dengan ku.Namun izinkan aku menemani mu malam ini ya!"ucap Kenan.


Lagi - lagi Rein tak menjawab,ia segera memalingkan wajah dari Kenan dan membelakangi nya.Kenan menghela nafas karna hanya bisa memandangi punggung Rein.


Hingga akhir nya Rein pun tertidur dengan Kenan yang masih terjaga di samping nya.

__ADS_1


Dengan perlahan Kenan memakaikan selimut ke tubuh Rein.Lalu ia pandangi wajah Rein dengan senyum yang tanpa sadar merekah di bibir nya.Kenan juga memberanikan diri mengecup dahi Rein dengan lembut agar ia tak terbangun.


Kini perasaan Kenan sedikit lega melihat Rein yang berada di samping nya.Hati kecil nya semakin yakin untuk menikahi Rein.Akhirnya Kenan pun larut dalam rasa kantuk nya dan tertidur sembari memeluk tubuh Rein.


**


Suara ponsel Rein yang berdering keras berhasil membangunkan nya dan juga Kenan.Sembari memicingkan mata dan mengerutkan dahi, Rein berusaha meraih ponsel nya yang berada diatas meja disebelah kasur.


Mata Rein seketika membulat saat melihat nama Noah tertera di layar ponsel nya.Dengan cepat Rein pun menggeser icon hijau di layar ponsel nya itu.


Noah : Pagi Rein!cepat lah keluar.Aku sudah berada di depan rumah mu!"


Rein : A..apa?Tapi Kak,aku baru saja bangun!


Noah : Astaga Rein!ini sudah jam berapa?cepat lah,aku akan menunggu mu!


Noah pun langsung mengakhiri panggilan nya itu.


Rein seketika bangkit dari kasur dan bergegas ke kamar nya untuk bersiap - siap.Sementara Kenan yang belum sepenuh nya sadar hanya mengerutkan dahi melihat Rein yang tergesa meninggalkan kamar nya.


Secara acak Rein memilih outfit nya untuk ke kampus karna Noah sudah menunggu nya.Rein pikir Noah tak akan datang menjemput nya lagi karna semalam Rein baru saja menolaknya untuk yang kedua kali.


Rein yang sudah mengenakan kemeja flanel hitam dan celana jeans kini dengan tergesa memakai sepatu kets milik nya.Ia tak sadar jika Kenan sudah berdiri di depan pintu kamar nya sembari menyilangkan dada.


"Om Kenan?!"ujar Rein kaget saat hendak keluar dari kamar nya.


"Cepat minggir om,aku sudah telat mau ke kampus!"ucap Rein lagi.


"Kan sudah ku katakan Rein,kau jangan dekat dengan lelaki lain."


"Tapi Kak Noah sudah menunggu ku sejak tadi om.Aku tak enak jika menolak nya!"


"Bilang kepada nya bahwa aku yang akan mengantarkan mu!"


"Apaan sih om.Sudah lah om tak ada lagi waktu untuk berdebat.Aku pergi ya!"celetuk Rein sembari menabrak tubuh Kenan yang menghalangi pintu.


Seketika Kenan tercengang dengan sikap Rein yang kini benar - benar sudah tak memperdulikan ucapan nya.Bahkan kini Rein sudah terang - terangan pergi dengan lelaki lain tanpa harus takut Kenan akan marah kepada nya.


Sembari menahan kesal,Kenan pun kembali ke kamar nya untuk bersiap - siap ke kantor.


"Lihat saja nanti Rein!setelah ini kau tak akan bisa dekat dengan lelaki itu lagi.!".monolog Kenan dalam hati.


**

__ADS_1


__ADS_2