Menikah Dengan Lelaki Angkuh

Menikah Dengan Lelaki Angkuh
108


__ADS_3

Sudah dua hari wahyu belum kunjung mendapatkan kabar tentang citra melalui orang suruhannya itu.Ia sudah seperti harimau yang ingin memangsa orang .


Andre sudah ke welahan mendengar amukan wahyu.Yang dulu wahyu marah hanya ala kadarnya saja ke pada bawahannya itu, tatapi belakangan ini wahyu tiap hari kerjaannya marah terus-terusan .Sudah beberapa kariyawannya di pecat oleh wahyu hanya karna kesalahan sedikit saja. Mata wahyu juga sudah mulai menghitam akibat ia jarang tidur memikirkan citra. Wahyu sudah seperti orang tidak terurus. Hari-harinya ia merasa kesepian. Ia benar-benar merasa sangat bersalah atas perbuatan yang pernah ia buat kepada istrinya itu.


Wahyu sedang duduk di kuris Ceo-nya .Ia begitu sangat dingin dan kejam.


📲 panggil bagian yang mengurus keuangan".Pintah wahyu melalui sambungan telepon.


Wahyu langsung mematikan telephonenya tanpa menunggu jawaban dari yang ia telephone itu.


Wahyu masih terus memeriksa pengeluaran keuangan perusahaan.


Dia begitu terkejut banyak dana miliaran yang di keluarkan perusahaan tetapi tidak sesuai dengan yang ada di komputer. Ia menyesuaikan ulang namun hasilnya tetap sama.


wahyu menggempalkan tangannya merasa geram melihatnya.


Mau bermain-main ternyata mereka".Gumam wahyu.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Permisi pak".Ucap wanita yang bernama susi itu.


Masuk ".Ucap wahyu tegas dan dingin masih dengan menghadap ke komputernya.


Siapa nama kamu".Ucap wahyu tegas masih dengan mata lurus ke komputer.


S.Susi pak".Ucap susi gugup melihat bosnya itu.


Wahyu langsung berdiri dan menghadap ke susi.


Kamu tau apa kesalahan kamu? Tanya wahyu dingin dan masih menatap susi dengan sorotan matanya yang tajam.


T.Tidak tau pak".Ucap susi gugup.Susi sudah mulai panas dingin mendengar ucapan wahyu.


Brak.....


Dan membuat susi kaget serta ketakutan.


Wahyu langsung melempar beberapa kertas ke muka bawahannya itu.


Kau cek itu betul-betul , Kenapa uang pengeluaran perusahan tidak sesuai dengan data yang berada di komputer itu ,dan kau tau miliaran lebih yang tidak sesuai dengan pengeluaran perusahaan".Ucap wahyu tegas dengan suara yang rumayan keras sambil menatap tajam bawahaanya itu.


Sedangkan susi terperanjat dengan apa yang di sampaikan wahyu.

__ADS_1


Maaf pak waktu itu saya sempat cuti dan di gantikan oleh pak munasim pak, maaf Bukan maksud saya menuduh pak munasim juga, Tetapi pekerjaan saya sempat di gantikan oleh pak munasim pak".Jawab susi ke pada wahyu masih dengan ke takutan melihat amukan wahyu.


Panggil Dia kemari ".Ucap wahyu tegas masih dengan sorotan mata tajamnya.


B.Baik pak".Ucap susi gugup dan pergi untuk memanggil pak munasim.


***


Di lain tempat Citra sedang baring di kasur ia merasa cepat sekali lelah.


Citra langsung mengambil handphonenya dan menghubungi sekertaris nya untuk menanya kan perihal perusahaan sudah lama citra tidak pernah sama sekali menginjakkan kakinya ke perusahaannya itu.


Yang masih nanya perihal citra yah.


Sebenarnya Citra itu anak kolongmerat.Tetapi ia sengaja menutupi jati dirinya.Kedua orang tua citra sudah meninggal di saat ia masih kecil .Dan kebetulan uncle chandra mempunyai sahabat yang bernama pak ivan yang sangat menginginkan anak perempuan.Uncle chandra kenal betul dengan pak ivan ayah angkatnya Citra.


Pak ivan beserta istrinya merupakan orang yang sangat baik.Uncle chandra kasihan melihat citra yang masih kecil sudah di tanggal oleh ke dua orang tuanya. Maka dari itu uncle chandra menyuruh pak ivan mengangkat Citra sebagai anaknya. Maka dari itu Biodata tentang Citra sebagai anak kolongmerat itu di simpan rapat-rapat oleh uncle chandra. Biasa lah kalian tau kan Horang kayah dengan mudahnya mengganti status Citra yang aturanya anak angkat menjadi anak kandung.


Kalian boleh tanya yang kurang srek di hati klen hoke😂. Oh iya sebenarnya aku itu udh ubah yang banyak2 punnya itu tetapi pas akoh liat kok masih itu juga yah? Kenape begitu ? apa gak bisa benerin sekali banyak gitu? ade yang tahu kek mana?


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2