
Wahyu menjadi gerah dan salting padahal citra sedang tidur hanya saja wajah citra yang menyamping ke arahnya.
Wahyu teringat ke jadian kemaren citra yang begitu ganas . ingin rasanya ia mengulang kejadian panas antara ia dan istrinya itu.
Wahyu semakin tidak fokus untuk melanjutkan pekerjaannya . apa lagi dada citra yang sangat berisi membuat wahyu menjadi salfok . Bibir citra yang merah membuat ia ingin mencium bibir istrinya itu tetapi ia tidak ingin mengganggu citra yang sedang beristirahat itu.
Apa lagi dengan kondisi citra yang berbadan dua saat ini.
Maaf kan aku yang pernah memberimu luka".Gumam wahyu pelan .
Cup... ia langsung mencium sekilas bibir istrinya itu.
Tak terasa hari sudah malam Citra yang ingin pulang sejak sore tadi namun ia di tahan oleh wahyu.
Wahyu memaksa agar pagi saja pulangnya karna tidak baik seorang ibu hamil keluar sore hari.
Wahyu sudah seperti orang tua jaman dulu yang bagitu banyak pantangan.
Mau tidak mau akhirnya citra pasrah.
Wahyu membuatkan susu ibu hamil . Namun citra menolaknya.
"Sayang ini minumlah mumpung masih anget".Ucap wahyu lembut.
"Tidak mau ".Ucap citra ketus.
Wahyu mengeluarkan nafas dengan kasar.
__ADS_1
"Sayang ayolah minum, ini buat anak kita".Ucap wahyu.
Citra langsung terbatuk -batuk mendengarnya.
"Tidak ini bukan anak kamu ini anak aku." Ucap Citra . Entah apa yang Citra pikirkan sehingga mulutnya langsung mengeluarkan kalimat seperti itu.
Hei sayang ingat tanpa ada bantuan aku , kamu juga tidak akan bisa hamil".Goda wahyu .
Citra terdiam dan langsung menyelimuti badan dan wajahnya dengan selimut.
Wahyu menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.
Ia tidak akan putus asa ia terus membujuk istrinya itu.
Sayang apa kamu mau kita mengulangi kejadian kemaren? Dan asal kamu tau sayang kamu begitu sangat ganas kemaren malam. Apa karna kita sudah lama tidak melakukannya sehingga membuat kamu begitu nafsu ".Goda wahyu yang menahan tawanya. ia berbicara tepat di telinga citra yang di tutupi dengan selimut itu.
Tanpa sengaja saat Citra ingin membuka selimutnya siku citra mengenai gusi gigi wahyu.
Ah..." keluh wahyu kesakitan dan membuat gusinya sedikit berdarah.
"Makanya jangan disitu ".Ucap citra ketus, bukannya meminta maaf justru citra malah memarahi wahyu.
Iyayaya wanita selalu benar π.
Wahyu hanya diam saja seolah - olah ia yang bersalah .
Wahyu langsung pergi ke kamar mandi dan meludahkan darah yang terasa yang ada di mulutnya.
__ADS_1
Citra hanya memandang punggung wahyu yang telah masuk ke dalam kamar mandi itu.
Tanpa bersalah ia malah tersenyum kikuk bukannya meminta maaf .
Wahyu keluar dari kamar mandi ia langsung melihat gelas yang berisi susu hamil itu tidak berkurang sedikit pun tandanya si citra belum meminum susu itu.
"Kenapa belum di minum sayang, nanti keburu dingin".Ucap wahyu namun citra tidak mendengarkannya dan masih berbaring memunggungi wahyu.
Huh...sabar.... ".Gumam wahyu pelan.
" sayang minumlah dulu ini khusus aku buatkan agar kalian berdua sehat, emang kamu mau bayi kita kelaparan di dalam perut mu itu? Ucap wahyu lembut ia langsung duduk di kursi.
Lagi - lagi citra tidak mendengarkan ucapan wahyu . Wahyu sudah habis cara untuk memberitahu citra namun Citra belum kunjung meminum susu ibu hamil itu.
Wahyu mendapatkan ide dan akhirnya ia langsung menghubungi sekertaris nya itu .
Ia sedikit menjauh dari Citra . Agar citra tidak mendengar percakapan wahyu dan sekertaris nya itu.
.
.
.
.
Jangan lupa kasih vote kkkππππ
__ADS_1