
Namun citra tak menanggapi ucapan Wahyu justru ia malah membuang wajah ke samping .
" Kenapa istri saya tidak berbicara ? " Tanya Wahyu khawatir ia langsung menoleh kepada dokter muda itu .
" Berarti anda belum beruntung ". Ucap dokter muda itu Manahan tawanya .
Wahyu seperti orang yang bodoh jelas - jelas dari raut wajah citra ia seperti nya kesal terhadap dirinya namun Wahyu tidak pekak .
Wahyu langsung menatap tajam dokter muda itu .
" Maksud mu, apa kau sudah tidak betah menjadi seorang dokter ! ". Ucap Wahyu dengan mata tajamnya .
Dokter muda itu langsung menelan ludahnya dengan begitu sulit .
" Citra apa kamu sudah agak enakkan? " ,Tanya Alif lembut .
Citra langsung menoleh ke Alif dan tersenyum .
Wahyu begitu kesal saat citra memberi senyumnya kepada pria lain Wahyu langsung menutupi wajah Alif dengan membokongi Alif .
Begitu wajah Wahyu yang ia lihat citra langsung membuang wajahnya ke samping.
Dokter itu pun tak sanggup melihatnya ingin rasanya ia menertawakan Wahyu .
Tetapi tidak mungkin karena ia masih sayang dengan pekerjaan nya.
" Kalau begitu saya permisi ". Ucap dokter muda itu pamit namun tidak ada yang memperdulikan dokter muda itu .karna kedua pria itu hanya fokus ke pada citra .
__ADS_1
Alif merasa kesal karna wahyu menutupi dirinya dengan punggung Wahyu sehingga Alif tidak dapat melihat citra .
Alif memerengkan kepalanya ke samping Wahyu juga sengaja mengikut ke samping agar Alif tidak bisa melihat wajah citra .
Dokter muda itu hanya menggelengkan kepalanya melihat dua pria itu yang seperti anak kecil .
Sebelum ia pergi ia sekarang sudah tahu bahwa pria yang memakai baju dokter itu , bukan dokter Sungguhan . ia langsung menghampiri Alif dan langsung berbicara ke pada Alif.
"Bajunya jangan lupa di kembalikan kembali ". Ucap dokter itu dan berlalu pergi.
Alif langsung membuka baju dokter itu , setelah ia selesai melihat citra barulah ia mengembalikannya .
Alif langsung berjalan menuju kesebelah citra .
"Semoga segera lekas sembuh ya , besok aku akan ke sini " Ucap Alif tersenyum manis setelah itu ia mengusap kepala citra pelan .
Citra tersenyum dan mengangguk .
Dengan senyum kemenangan nya Alif langsung pergi dari ruangan itu . Wahyu sedari tadi menggempalkan tangannya . ingin rasanya ia memukul senyum Alif terhadap istrinya itu agar ia tidak bisa tersenyum seperti itu lagi kepada istrinya .
Setelah kepergian Alif , Wahyu masih berusaha berbicara dengan citra .
" Sayang.... " Wahyu terus saja memanggil citra dengan sebutan sayang . Namun citra mengacuhkan ucapan Wahyu dan kini citra berpura - pura memejamkan matanya .
Tok
Tok
__ADS_1
" Permisi tuan saya mau mengantarkan makanan ini ". Ucap suster yang baru datang itu .
Wahyu langsung mengambil mangkuk dari suster itu.
" Ya terimakasih saya yang akan menyuapkan istri saya ". Wahyu langsung duduk di kursi setelah manarik kursi yang berada tak jauh dari tempat tidur citra itu .
" Sayang aku tau kamu sedang tidak tidur , ayo makan keburu dingin ". Ucap Wahyu lembut .
" Tidak mau ". Ucap citra ketus .
"Sayang ku mohon makanlah " pinta Wahyu memohon .
Wahyu kewelahan karna citra tidak mau .
akhirnya ia menghubungi seseorang .
Tak lama seseorang itu pun langsung masuk ke dalam begitu saja tanpa mengetuk pintu .
"Citra... " Ucap Bella bahagia dan berjalan cepat menuju tempat tidur citra itu .
Wahyu langsung kaget , Wahyu bukan kaget atas kedatangan Bella melainkan suara Bella yang rumayan besar itu .
bukan hanya Wahyu citra pun terkejut .
Bella langsung memeluk citra .
" Syukur lah cit kamu sudah siuman "ucap Bella masih memeluk citra .
__ADS_1