
" Boleh saya melihat istri saya dok ? ".Ucap Wahyu kepada dokter itu .
" Maaf pak untuk sekarang belum bisa ". Ucap dokter muda tersebut .
Dokter muda itu pun permisi pamit setelah memberi kabar tentang citra .
Bukan kali pertama citra ke rumah sakit mewah itu sehingga dokter muda yang bernama afdal itu masih mengingat nya .
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam kedua orang tua Wahyu sudah pergi keruangan yang sudah di sediakan untuk mereka beristirahat .
Sedangkan Wahyu , Bella dan juga Bagas masih berada di depan ruangan kamar citra .
" Makanlah dulu ini, kalian dari tadi sore belum makan ". Ucap Andre membawakan makanan untuk mereka . Namun di antara mereka bertiga belum ada yang memperdulikan ucapan Andre .
" Apa kalian mendengarkan ku ? Makanlah dulu kita juga butuh tenaga untuk menjaga citra ". Ucap Andre .
Bagas langsung milirik kepada Andre .
" Kau saja yang makan kami tidak lapar ". Ucap Bagas .
kruk... krukkk...
perut Bagas pun berbunyi saat ia bilang begitu .
Andre langsung menahan tawanya .
" Oh... kau tidak lapar jadi yang bunyi di dalam perut mu itu apa ? Ucap Andre mengejek Bagas .
" Ah kau ini cerewet sekali , baik lah sini aku makan ". Jawab Bagas langsung mengambil nasi kotak yang di bawak oleh Andre .
__ADS_1
" Apa kamu tidak makan dulu? Ucap Bagas kepada Bella .
" Kalian saja yang makan ". Ucap Bella .
" Ayolah honey nanti citra sembuh kamu pulak yang sakit ". Ucap Bagas lembut . Bella Langsung menatap tajam kepada Bagas karna ia memanggil dirinya dengan sebutan honey .
Sedangkan Andre membujuk Wahyu agar ikut makan bersama mereka .
Dengan susah payah Andre membujuk Wahyu dan pada akhirnya Wahyu mau menerima ajakan Andre .
Mereka pun makan bersama .
Andre melihat Bagas yang sangat begitu lapar. Andre tau sebenarnya Bagas sedari tadi lapar tetapi ia segan dengan Wahyu dan Bella .
" Pelan - pelan Bagas , tidak ada yang mau memakan makanan mu itu kalau kau kurang aku masih ada satu lagi ini ". Ucap Andre menggoda Bagas .
" Kau ini bising sekali sedari tadi habiskan saja makananmu itu ". Ucap Bagas dan langsung mengambil nasi kotak yang sisa satu itu .
Andre hanya menggeleng pelan melihat tingkah laku Bagas .
Waktu pun sudah larut malam suster yang berada di sana menyuruh mereka untuk beristirahat karena citra belum bisa kunjung untuk di jenguk. Mereka pun mau tidak mau mengiyakan apa kata sang suster dan beristirahat di ruangan yang sudah di sediakan .
.
.
.
Di lain tempat seorang wanita terus saja menatap foto citra dengan kebencian .
__ADS_1
" Rasakan kau wanita jala*g ". Ucapnya tersenyum miring .
" Semoga kau cepat mati dan memudahkan ku merebut wahyu kembali hahaha ". ia tertawa bahagia karna berhasil membuat citra kritis di rumah sakit .
.
Keesokan harinya Mereka semua sudah berkumpul di depan ruangan citra .
Akhirnya mereka di perbolehkan melihat citra. Tetapi mereka melihat citra dengan berganti - gantian dokter tidak membolehkan secara bersamaan karena akan mengganggu pasien .
Tetapi sebelum itu dokter ingin berbicara kepada Wahyu tentang kondisi citra sebelum ia masuk ke dalam .
Setelah selesai mereka berbicara di ruangan dokter itu .
Wahyu langsung masuk kedalam ruangan dimana ia melihat sang istri yang tergeletak lemah . Dari kejadian kecelakaan semalam sampai hari ini citra belum kunjung sadar .
Sakit rasa hatinya melihat orang yang di cintai itu dalam keadaan yang masih kritis .
ia melihat lekat - lekat wajah sang istri yang banyak terdapat perban .Hanya mata mulut dan hidup saja yang terlihat . Walau pun hidung dan mulutnya masih memakai oksigen . Wahyu masih bisa menatap sang istri .
Wahyu melihat kaki kanan citra yang di perban . Sebelumnya dokter ada bilang bahwa citra mengalami retak tulang di bagian kaki kanannya .
.
.
.
Jangan lupa votenya nya 💜
__ADS_1