
Wahyu tidak begitu memperhatikan wajah dokter itu ia langsung mendekat ke arah citra .
" Baik, seperti nya anda harus sering memperhatikan istri anda lebih teliti lagi jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali ". Ucap Alif dingin .
Wahyu menyirit kan alisnya ia bingung dengan ucapan dokter itu .
" Apa maksud mu ! " Ucap Wahyu dingin .
Wahyu langsung memegang pundak Alif saat Alif ingin pergi .
Alif tersenyum sinis saat Wahyu memegang pundak nya .
Ia pun langsung membalikan badannya .
" Kkau.... ". Ucap Wahyu terkejut.
Buggg....
satu pukulan tepat mengenai perut Wahyu.
" Jika kau tidak bisa membuat citra bahagia , maka aku akan siap untuk menggantikan mu " .Ucap Alif dengan sorotan mata tajamnya setelah ia berhasil memukul Wahyu .
Wahyu begitu kesal saat Alif berbicara seperti itu .
" Jaga ucapan mu itu , Citra milik ku untuk selama - lamanya , aku bisa mengurus istriku ". Ucap Wahyu dingin dan masih memegang perutnya yang di pukul oleh Alif . ia tidak membalas pukulan Alif karna Wahyu sadar ia memang salah akan hal itu. Tetapi ia tidak suka saat seseorang ingin merebut citra darinya .
" Cih... aku pegang ucapan mu , kalau aku dengar citra menderita karna ulah mu maka bersiaplah kau untuk meninggalkan citra selama - lamanya ".Ucap Alif dingin .
Wahyu begitu sangat kesal saat Alif berani bilang begitu pada dirinya .Tangannya pun langsung mengepal .
__ADS_1
Bugggghh...
bughhh...
Wahyu langsung memukul wajah tampan Alif sehingga membuat ia tersungkur ke bawah .
" Berani sekali kau berkata seperti itu ! "
Buugghhh.... buugghhh...
lagi lagi Wahyu memukul Alif tanpa ampun ia begitu emosi sekali .
Alif pun tidak tinggal diam ia pun langsung membalas pukulan Wahyu.
Buugghhh....
Mereka berdua sudah seperti petinju yah karna mereka tidak memikirkan bahwa mereka berada di rumah sakit karna pintu di tutup sehingga bodyguard yang berada di luar tidak mendengar bahwa tuanya sedang berantem di dalam ruangan itu .
" Stopp.... "
Wahyu dan Alif pun langsung berhenti seketika karna ia mendengar suara yang tidak asing di telinganya dan tentunya suara yang sangat mereka berdua rindukan .
Wahyu dan Alif pun langsung melihat ke arah suara .
" Sayang..." Ucap Wahyu lembut dan melepaskan kerah baju Alif begitu saja dan menghampiri citra.
Alif langsung berdiri dan ikut menghampiri citra .
Kini dua pria tampan itu berada di samping citra .
__ADS_1
Citra melihat wajah mereka berdua .
Wahyu langsung menoleh ke samping ia melihat Alif yang berada di samping nya .
Kesal ? oh tentu saja Wahyu merasa kesal melihat Alif yang tak kunjung pergi .ia langsung melototi Alif dangan sorot mata tajamnya ia menyuruh Alif pergi dari ruangan ini.
Alif tidak memperdulikan sorot mata tajam Wahyu .
Ia langsung menekan tombol yang untuk memanggil dokter .
Semakin kesal Wahyu melihatnya padahal tombol itu di samping Wahyu . karna kekesalnnya terhadap Alif sehingga ia lupa .
Dokter pun langsung masuk kedalam ruangan itu . awalnya dokter itu bingung karena ia juga melihat ada dokter juga di situ tetapi ia tidak memeriksa citra .
Dokter muda itu langsung memeriksa citra.
Setelah ia selesai memeriksa citra dua pria itu langsung menatap dokter muda itu meminta penjelasan pada dokter itu. Dokter yang di tatapan dua pria tampan itu langsung bersuara.
"Alhamdulillah sekali pasien dapat melewati masa kritisnya ". Ucap dokter muda itu.
"Alhamdulillah ". Ucap Wahyu dan Alif bersamaan mereka pun langsung saling menoleh dengan tatapan membenci satu sama lain.
Citra hanya berdengus kesal ia sedari tadi tidak berbicara karena ia merasa kesal di saat kondisi nya begini dua pria tampan itu malah asik berantem .
Wahyu langsung membuang wajahnya begitu saja .
ia langsung mengusap kepala citra .
"Sayang.... ". Ucap Wahyu lembut kepada citra.
__ADS_1