
" Belum siap aku kehilangan dirimu....
Belum sanggup untuk jauh darimu yang masih selalu ada dalam hatiku."Gumam Wahyu yang sudah sampai di depan gedung pengadilan Agama itu.
Ia menatap Gedung itu .Dan ia melihat Citra yang baru turun dari mobil bersama ke dua orang taunya.
Ia berasa Seperti mimpi berada di tempat ini.
".Memang aku akui akulah yang bersalah, maafkan atas khilafku permainkan hatimu,"Batin Wahyu Air matanya lagi-lagi tidak bisa di ajak kompromi ia keluar begitu saja.
"Mengapa kau dan aku bersua Menyatu dalam alunan nada Takdirmu takdirku
Akhirnya berpisah"
Citra masuk ke dalam ruangan itu bersama ke dua orang tua angkatnya yang sudah seperti orang tua kandungnya sendiri.
"Hidup ini seperti embun yang hanya sebentar kemudian menghilang,dan di lupakan orang.Maka tidak ada yang perlu di kejar mati matian,selain Bersabar dan Bersyukur Atas apa yang Terjadi Hari ini atau esok"
"Apakah Setelah Aku benar Menghilang Baru kau Bisa menghargai keberadaan ku, Aku sudah sesabar mungkin Mencintai Mu menerima Perlakuan Mu bahkan Setelah aku kau patahkan berkali kali tetap saja aku Memaafkan Mu kembali Tapi kali ini kau melakukan kesalahan lagi dan kembali mematahkan Hatiku, Aku sungguh lelah aku ingin menyerah, aku tak sanggup".Batin Citra yang melihat Wahyu yang telah duduk di samping kursinya itu. Saat Wahyu memandang ke arahnya Citra langsung mengalihkan Wajahnya ke arah depan.
__ADS_1
"Pada akhirnya kehilanganmu adalah mimpi paling nyata di malam2 panjang ku" Gumam Wahyu yang dapat di denger oleh Citra.
Citra enggan menoleh menghadap Wahyu ia terus memandang Lurus ke depan.
"Bertemu dengan seseorang, lalu berpisah.
Itu merupakan hal yang wajar bagi manusia.
Tidak ada seseorang yang bisa mempertahankan janji selamanya.
Menderita, kesakitan, dan sengsara itu adalah bagian dari hidup"
Wahyu mencoba tegar atas apa yang terjadi dalam rumah tangganya. Ia merasa sangat sedih sekali. Hatinya sangat hancur. ingin rasanya ia berteriak dan memohon ke pada Citra untuk tidak menceraikan dirinya. Tapi apalah daya padi ku tanam tumbuh ilalang eehh maksudnya apalah daya batu es telah menjadi air๐.
"Terkadang Seseorang memang Ditakdirkan Ada Dalam Hati Kita, Tapi Tidak Dalam Hidup Kita"
Di lain Tempat seorang pria tengah duduk santai sampai menikmati minuman jus alpukat nya.
" Hahahaha Tidak masalah aku tidak bisa membunuh mu,Setidaknya kau dan Citra akan segera bercerai, Citra Tenanglah sayang kita akan bertemu kembali, Kau milik ku dari dulu dan Tak akan pernah jadi milik orang lain karna akulah takdirmu dan kaulah takdirku, Aku yang lebih pantas menjadi suamimu".Senyum licik itu pun terus terpancar di bibirnya.Sehingga lesung pipinya terlihat Jelas.
__ADS_1
**
Sidang perceraian itu pun Segera di mulai yang di mana para Hakim sudah duduk di kursi depan berhadapan dengan Wahyu dan Citra.
Orang Tua mereka hanya bisa menyaksikan saja semua pilihan ada di tangan mereka berdua.
Wahyu merasa semakin hancur saat melihat Hakim yang Telah duduk di kursinya.
Hakim itu menurun kan sedikit kaca matanya dan melihat Wahyu setalah itu Citra.
Ia melihat pihak lelaki yang Sedang menahan air matanya nampak begitu pilu.Wahyu tidak bisa menahan air matanya. Dan air mata itu pun terjatuh dengan sendirinya.
.
.
.
๐๐๐penasaran kan kasih vote dulu okeh๐๐๐
__ADS_1