
Sedangkan Alex hanya cengengesan.
Citra langsung mengambil handphonenya dan memesan makanan via gojek.
Alex dan Citra langsung membahas perihal perusahaan.
Tok
Tok
Permisi...
Masuk ".Ucap Alex.
maaf pak Alex ,buk Citra ini ada pesanan makanan via gojek"
Citra langsung berdiri mengambilnya.
Terima kasih pak,Ini buat bapak".Ucap Citra sambil memberi beberapa makanan yang ia beli.
Sama-sama buk , Tidak usah repot-repot buk saya sudah makan"
Tidak baik menolak ini buat bapak".Ucap Citra obe itu pun menerimanya.
Terima kasih buk"Ucap obe itu.
Sama-sama".Jawab Citra tersenyum ramah. obe itu pun permisi dan berlalu pergi.
Citra langsung meletakkan makanan itu di meja.
__ADS_1
Kamu makananlah dulu itu Alex saya belikan untuk kamu, biar saya saja yang melanjutkan mengecek berkas ini'.Ucap Citra .
Tida.. ucap Alex yang di potong oleh Citra.
Sudah jangan menolak".Protes citra mau tidak mau Alex langsung berjalan ke meja itu dan mulai memakan makanan itu.
Ia melihat Citra yang sedang Berkutik dengan semua berkas-berkas yang banyak itu.
Dari Awal masuk kerja Alex sudah menyukai Citra .Tapi ia sadar diri siapa lah dia hanya Sekertaris Citra. Ibarat ia seperti serbuk belum ada apa-apanya.
Citra yang berbeda dari wanita lainnya . Citra yang mempunyai hati berlian .Citra yang selalu ramah kepada orang-orang dan tidak suka membedakan status seseorang. Yang di mana orang jaman sekarang lebih cendrung mementingkan status kayak atau miskinnya .Tidak dengan Citra semua dia mata ia semua sama tidak ada bedanya. Ia tidak seperti bos yang biasanya bersifat angkuh dan sombong Citra tidak seperti itu.Di tempat kerja Citra juga di wajibkan yang beragama islam Untuk sholat lima waktu.
Sehingga para pekerja di perusahaan ia tidak banyak tertekan. Jika mereka memiliki ke salahan Citra menyuruh sekertaris nya untuk berbicara baik-baik . Apa lagi jika sama yang lebih tua Citra melarang Alex untuk membentak dengan suara yang keras jika ia melakukan ke salahan.
Banyak yang Alex dapatkan pelajaran dari Citra.
Ia sangat merasa nyaman dan betah kerja di perusahan Citra.
Di lain tempat Wahyu yang sedang di perjalanan itu harus buru-buru ke perusahaannya meski penampilannya yang berantakan tidak seperti dulu yang sangat mementingkan penampilannya.
Tak lama ia sampai dan berjalan masuk ke dalam perusahaannya itu dengan rahang yang sudah mengeras menahan geram.
Tap
Tap
Tap
Dengan langkah tegas membuat para kariyawan yang berada di sana seperti melihat harimau tampan yang sedang menahan marah.
__ADS_1
Wahyu sampai tidak peduli ke pada para bawahaannya yang menyapa ia .
Ceklek...
Wahyu membuka pintu dan menutupnya dengan keras.
Sehingga memuat Andre dan pak munasim terkejut.
Dengan sorotan mata yang tajam ia menatap pak munasim .
Andre langsung berdiri dan menyapa wahyu.
Belum andre menyapa Wahyu .
Wahyu sudah duluan menyuruh Andre untuk keluar .
Ehem.. sebuah kode dari wahyu. Andre yang mengerti langsung permisi keluar.
Wahyu berjalan mendekat ke arah pak munasim.
pak munasim sudah gemetaran ketakutan .ia menundukkan wajahnya .
sudah lama saya tidak pernah membuat hidup seseorang menderita."Ucap wahyu yang sudah berada di samping pak munasim yang sedang berdiri itu.
M.maafkan saya".Ucap pak munasim gugup.
Kamu tau apa ke salahan kamu tua bangka".Ucap wahyu dingin dengan kedua tangan yang sudah di lipat di dada.
.
__ADS_1
.
.