
Wahyu mengangkat pelan - pelan sang istri menuju kamarnya.
Citra yang begitu ke lelahhan ples kekenyangan itu membuat dirinya sama sekali tidak sadar jika ia telah di bawak oleh wahyu ke kamar.
Wahyu meletakan sang istri di atas kasur.
"istriku aku mencintaimu".Ucap wahyu menatap sang istri yang sedang tertidur lelap.
ia menyelimuti citra sambil terus menatap wajah sang istri.
Tak bosan - bosan wahyu terus memandang wajah sang istri.
Lagi - lagi ia ingin rasanya mencium sang istri.
Wahyu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri semakin dekat , dikit lagi dekat.
Wahyu mulai memanyunkan bibirnya ke bibir sang istri.
Emm... plak...
Aw.... keluh wahyu ke sakitan.
" Dasar nyamuk nakal pergi sana huss huss....."
Ucap citra mengigo.
Aw... sakit sekali ".Keluh wahyu memegang dan mengelus pipinya yg memerah akibat tamparan citra.
" Ck ck Mana ada nyamuk yang besar dan tampan seperti aku".Ucap wahyu. ia langsung pergi setelah menyelimuti dan gagal mencium bibir sang istri.
Wahyu ke ruangan kerja sambil terus memegang pipinya.
__ADS_1
'Bahkan wanita hamil tenaganya lebih besar dari biasanya ,pasti anak kami tenaganya sangatlah kuat seperti ayahnya '.Gumam wahyu sambil tersenyum sendiri.padahal tamparan yang di beri citra itu sangat lah sakit.
Wahyu langsung mulai menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Deerrzzttt.....
mata wahyu pun langsung tertuju pada handphonenya yg bergetar itu.
ia melihat daftar nama yang tertulis ibunya yang menelephone.
wahyu menyeritkan kening saat melihatnya.
"Tumben malam - malam begini menelephone ".Gumam wahyu ia langsung mengangkat telephone tersebut.
Tak lama akhirnya selesailah wahyu berkomunikasi dengan ke dua orang tuanya itu, sedari tadi orang tua wahyu menanyakan ke adaan citra mereka sangat bahagia saat pertama kali mendengar kabar bahwa citra hamil.
Wahyu pun tak henti hentinya di nasehati oleh ke dua orang tuanya itu.
Apa lagi wahyu bakal menjadi seorang Ayah.
Wahyu langsung kembali ke kamarnya setelah selesai semua pekerjaannya.
Ceklek...
Wahyu kaget melihat posisi tidur sang istri yang menguasai semua kasur dan sekarang bantal sudah berada di kaki sedangkan kepalanya tidak lagi memakai bantal sebagai alasnya.
Selimut pun sudah jatuh ke bawah lantai.
Wahyu dengan sigap langsung membenarkan cara tidur sang istri secara pelan - pelan agar sang istri tidak terganggu perlahan lahan ia mengangkat kepala sang istri dan menarok bantal.
ia membenarkan posisi tidur sang istri.
__ADS_1
Setelah selesai wahyu tersenyum melihat wajah sang istri.
Cup..
Wahyu mencium kening sang istri setelah itu ia ikut baring di samping citra.
Sambil mengelus - ngelus perut sang istri yang masih datar itu.
Di pandangi nya perut citra yang masih datar itu.
"Cepatlah ke luar Ayah sudah tidak sabar ".Gumam wahyu sambil melihat perut sang istri.
Sedangkan citra masih tertidur begitu lelap .
Wahyu melingkarkan tangannya dan menggelamkan kepala citra di dada bidangnya.
Tak lama wahyu pun tertidur .
Ke esokan paginya Citra yang baru bangun dari tidurnya itu merasa berat di bagian perutnya.
perlahan ia membuka ke dua matanya dan langsung melihat tangan wahyu yang memeluknya.
Citra begitu terkejut saat melihat wahyu yang tidur di sampingnya.
ia mengingat - ngingat kembali bahwa ia semalam tertidur saat menonton tv.
"Kenapa dia tidak membawakan aku ke kamar ku saja".Gumam Citra yang justru merasa kesal dengan wahyu.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa kasih vote kkk💜