Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Cemburu


__ADS_3

Meeting masih berlangsung sementara jarum jam telah menunjukkan pukul 5 sore. Rupanya tidak sesuai dengan rencana Xander, keadaan memihak pada Dita.


Xander tetap profesional dan tetap melanjutkannya sekitar 1 jam kemudian barulah selesai. Dita mencari-cari akal apa lagi yang akan di lakukan agar Xander kehilangan waktu untuk dinner dengan Camila dan kekuarganya.


Apa lagi yang harus ku lakukan?? hmmm apa aku harus mengikutinya ke ruangannya mengajaknya mengobrol??


Xander buru-buru ke keluar dari ruangan itu dan segera masuk ke ruangannya. Dita segera mengumpulkan berkas-berkas di atas meja dan segera keluar mengikuti Xander dari belakang.


Tiba-tiba dari arah belakang Dita berlari salah satu pegawai dan memberikannya sebuah amplop coklat berukuran c4 yang di tujukan untuk Xander tapi tidak ada nama pengirimnya.


yess!! ini bisa jadi pendukung alasanku masuk ruangan Pak Xander


Dita mengetuk pintu lalu masuk mendapati Xander yang sedang duduk di sofa ruang tamu melepas jasnya d


"ada apa?" tanya Xander dengan sibuk melepas dasinya juga


"ini untuk bapak tapi tidak ada nama pengirimnya" Dita menyodorkan amplop tersebut ke arah Xander


Xander hanya melirik amplop itu sebentar dan meneruskan membuka sepatunya dan menyuruh Dita membuka amplop itu


"tolong bukain"


Xander sangat terlihat buru-buru.


Dita kemudian meletakkan berkas-berkas yang ia bawah di meja lalu membuka amplop itu. Dita sangat kaget ketika didapati 2 foto, ia melihat dan mencoba menebak-nebak foto itu


siapa laki-laki dan perempuan ini?? dan hubungannya dengan Xander apa?? apa jangan-jangan Camila?? aa sayang sekali wah perempuannya tidak nampak


Xander beranjak dari sofa hendak bersiap-siap, lalu Dita segera memberikan foto itu.


Xander melihat kedua foto itu, dimana foto yang yang pertama terlihat Rehan sedang memeluk seorang perempuan dan foto kedua Rehan mencium perempuan itu.


Tidak butuh waktu yang lama bagi Xander mengenali perempuan itu meski tidak nampak wajahnya tapi dari pakaian dan roknya ia yakin itu Camila.


ini Camila, ya.. pakaiannya sama persis yang di kenakan tadi malam saat mengantarku pulang.


Waaa setelah mengantarku dia bertemu dengan Rehan.


Dita masih terdiam melihat Xander dan tidak berani berbicara tapi Xander kemudian menyuruh Dita untuk pulang.


"pulanglah"


"tapi apa bapak tidak apa-apa?" tanya Dita memberanikan diri karena ia melihat mimik wajah Xander seperti sedang menahan emosi.


"bukan urusanmu, keluarlah" Xander mengucapkannya dengan sedikit kasar.


Dita mengerti bila seperti itu berarti Xander sedang tidak ingin di ganggu, ia kemudian pamit


"Baik pak, saya permisi" Dita mengambil semua berkas-berkas di meja dan keluar


Xander kembali duduk dan meraih gelas di meja dan menuang air kedalamnya lalu meminumnya, tapi hanya meminum sedikit ia kemudian melemparnya ke lantai hingga pecah berserakan.


Dita yang diam-diam tetap berdiri di luar pintu mendengar suara pecah itu


kenapa dia??


Sementara Xander memijit-mijit dahinya memikirkan foto itu, ia terus melihat foto itu dan Ia merasa sakit hati dan sangat cemburu

__ADS_1


bagaimana bisa Camila bersama Rehan??


Xander kemudian merobek Kedua foto itu dan membiarkan jatuh ke lantai.


Hp Xander berdering dan itu telfon dari Jacson


"Bos dimana??? Ibu dan Ayahmu udah ada ni" tanya Jacson


Xander berusaha tenang menjawab Jacson


"sorry, baru selesai meeting"


"tapi jadi kesinikan?"


" jadi tapi aku lambat, kalian dinner aja nti aku nyusul, oke!"


"hmmmm.. ya udah nggak apa-apa. cepet ya!!"


"oke!!"


Xander menutup telfon itu dan segera mengabari Ibunya lewat WA bahwa iya terlambat sampai disana.


Dita yang masih berdiri di luar pintu mendengarnya merasa kecewa Xander tetap akan ke Camila.


ku pikir jika ia terlambat berarti ia tidak akan menghadiri dinner itu. sial!!!


Dita sangat kesal dan segera pergi ke ruangannya.


Baru saja Dita membuka pintu ruangannya lalu tiba-tiba dikagetkan hpnya berdering ada telfon dari Xander ia sontak merasa senang


apa ia membutuhkanku?


"tolong panggil cleaning service, bersihkan lantai ruang tamuku, sekarang!!!"


"iya pak" volume suara Dita menurun


Dita dita, bodohnya aku terlalu berharap ketinggian


Xander segera menutup telfon dan segera mandi.


Meski kecewa Dita bergegas mematuhi perintah Xander.


Seusai xander bersiap-siap ia segera pergi, dalam perjalan ia memikirkan harus mulai dari mana ia membahas mengenai foto itu.


****


Dinner telah usai, kedua keluarga tersebut berpindah ke ruang tamu meneruskan obrolan mereka sambil menunggu kedatangan Xander.


"Camila apa kamu mulai menyukai Xander?" Tanya Ibu Xander


Camila hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan itu, ia juga bingung harus menjawab apa. Pikirannya terus saja melayang-layang dan berharap orang tua Xander segera pulang saja, ia takut salah jawab jika di tanya.


"Camilanya masih malu-malu " ucap Ibu Camila bercanda yang di sambut tawa oleh mereka semua.


"Akhir tahun jadikan?" Jacson bertanya


"Lebih cepat lebih baik" ucap Ayah Camila

__ADS_1


"aa!! setujuh" Balas Ayah Xander


semuanya nampak senang, tapi senyum Camila itu hanya terpaksa karena tidak ingin mengecewakan mereka semua.


Sepanjang cerita berlanjut Camila hanya mengangguk-angguk seolah-olah ia juga setuju akan rencana pernikahan itu.


Tidak lama kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman.


"Mil itu Xander, jemput gi sana" suruh Jacson


"hmmm iya"


Camila menunggu di teras, ketika Xander keluar dari mobilnya Camila pura-pura tak melihatnya tapi saat Xander menghampirinya dan berdiri di depan barulah ia memalingkan wajahnya pada Xander.


bagaimana ia bisa setampan ini??


"hayyy..." sapa Xander dan menyalamnya seketika membuyarkan pikiran Camila


"hmmm hay, ayo masuk" ajak Camila mempersilahkan


Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan menghampiri keluarganya di ruang tamu lalu Xander menyalam mereka.


"Nak Xander makan dulu ya" ucap Ibu Camila


"Camila temenin Xander makan dulu" suruh Ayah Camila


"bener!! " Jacson membenarkan


"Terima kasih om tante" ucap Xander


"sana makan dulu sayang" Ucap Ibu Xander


"ayo" ajak Camila


Mereka berdua ke ruang makan, makanan telah di siapkan untuk Xander oleh Bi Win, lalu mereka duduk berhadapan.


"silahkan" Camila mempersilahkan


Xander hanya mengangguk dan mulai menaruh makanan ke piringnya lalu makan.


Mereka sama sekali tidak berbicara apa-apa, Xander sesekali memperhatikan Camila sibuk dengan Hpnya dan sedang membalas pesan.


apa ia sedang chattingan dengan Rehan??


Dugaan Xander benar tapi wajah Camila seperti tidak senang menerima pesan dari Rehan.


Setelah selesai makan Xander masih terus memperhatikan Camila yang sibuk dengan HPnya


"Rehan??" Tebak Xander


seketika mata Camila melirik dan menatap mata Xander dan mengerutkan kedua keningnya


bagaimana ia bisa tau????


"sok tau, udah makannya?? ayoo ke ruang tamu" Camila mengelak dan mengalihkan


Xander hanya mengangguk, suasana hatinya tiba-tiba mulai memanas lagi tapi masih bisa ia kontrol

__ADS_1


Mereka kemudian kembali ke ruang tamu dan meneruskan obrolan tadi mengenai rencana pernikahan mereka akhir tahun ini.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2