Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Kesepakatan


__ADS_3

Siang ini jadwal Xander menghadiri undangan makan siang bersama Tuan Handi, ia dan Dita segera menuju hotel Tuan Handi.


Seperti biasa Dita akan selalu memperhatikan penampilan dan kebutuhan Xander, dengan spontan ia akan memperbaiki kera baju Xander jika kurang rapi dan siap selalu membawakan dompet dan Hp Xander di tasnya. Hal itu hanya di anggap wajar oleh Xander sementara Dita selalu menikmati hal-hal kecil untuk memperhatikan Xander dan berharap suatu hari nanti dapat memiliki hatinya.


Sesampainya mereka di sana Sosok lelaki muda dan perempuan duduk di sana. Ya itu Rehan dan sekertarisnya. Mereka ternyata juga datang memenuhi undangan itu juga.


Rehan tersenyum licik menyambut mereka


waaa.. apa ia yang di katakan sekertaris Tuan Handi 1 undangan denganku hari ini. akan ku balas!!!!! ini akan menjadi permainan yang sangat menyenangkan


ia dan sekertarisnya berdiri menyambut mereka dan mengulurkan tangan menyalaminya.


"senang bertemu dengan anda, saya Rehan" ucap Rehan meperkenalkan diri


"Xander. sangat senang bertemu anda juga" balas Xander


Mereka saling tersenyum dengan sorot mata tajam satu sama lain seperti mendapatkan permainan baru. Mereka lalu duduk berhadapan menunggu Tuan Handi yang belum nampak.


Maklum Tuan Handi adalah orang yang sangat sibuk.


"anda kenal Camila?" tanya Rehan memecah keheningan


"ya... calon istri" jawab Xander sengaja berkata seperti itu untuk tau reaksi Rehan


"waaa ini akan lebih menarik" Rehan terlihat sangat senang dan yakin bahwa pasti itu hanya kebohongan saja.


ini kesempatanku untuk mengahancurkanmu Xander dan Camila hanya untukku


"kenapa diam?" Xander bertanya


"hmmmm aku juga menyukainya" balas Rehan.


"oww ya? coba saja jika ia tertarik denganmu" ucap Xander ekspresi merendahkan yang hanya di sambut senyuman Rehan


kita liat saja nanti Xander!! Kau akan ku hancurkan


Mendengar percakapan mereka Dita menahan sakit hatinya, ia mengira selama ini jika Jacson bercerita mengenai Camila padanya mustahil Jika Xander menyukai perempuan yang umurnya 5 tahun lebih muda darinya. Inilah hal yang paling ditakutkan Dita selama ini.

__ADS_1


baiklah ini saatnya aku harus berusaha mendapatkanmu Xander


Tak lama kemudian Tuan Handi menghampiri mereka dan di dampingi sekertaris dan 4 bodyguard. Mereka saling menyapa dan bersalaman lalu duduk.


Tuan Handi hanya akan mengajak salah satu dari mereka untuk bekerjasama mengelolah Hotel mewah di Kalimantan dan beberapa pembangunan hotel yang akan di mulai di Sumatra dan bali.


Tuan Handi lalu memberikan pernyataan


"terus terang dari anda berdua ini hanya 1 yang saya pilih dan harus ada yang mengalah"


"hmm " Rehan mengangguk


"yaa kami akan berdiskusi lagi dan tentu di antara kami harus ada yang mengalah" sambung Rehan.


Rupanya Rehan sudah tau apa yang ia akan perbuat selanjutnya.


Sementara Xander mengangguk tanda menyetujui perkataan Rehan.


Mereka masih bercerita mengenai kerjasama itu, sangat terasa Xander dan Rehan sangat tertarik. Namun sayangnya harus ada yang mengalah.


Hidangan sudah di siapkan para pelayan dan Tuan Handi permpersilahkan


Mereka kemudian makan siang dan segera meninggalkan tempat itu.


Di luar depan kedatangan, mereka sama-sama menunggu mobil mereka dari basement, Rehan lalu menghampiri Xander.


"bagaimana pemikiranmu mengenai tadi?" tanya Rehan dengan santainya namun matanya menatap lurus dan tidak melihat ke arah Xander.


"menurutmu??" Xander menjawab lalu menyerong ke kiri dan tepat berhadapan dengan Rehan, mata mereka saling bertatapan tajam. Rehan sudah mengepalkan kedua tangannya dan matanya merah karena sangat marah pada Xander.


Xander berusaha tenang karena tidak ingin citranya rusak di wilayah Tuan Handi "Tahan emosimu kau tau kita dimana sekarang"


"Kalau kau tidak berhasil menikahi Camila itu berarti kau juga siap mengalah untuk kerja sama dengan Tuan Handi dan jangan berharap pada Camila lagi" Rehan menantangnya, karena ia tau dari dulu Camila adalah perempuan yang sangat dingin pada laki-laki.


Hal itu hanya membuat Xander langsung menyetujui tantangan itu "oke!!!"


aku yakin Camila akan jatuh kepadaku

__ADS_1


****


Jacson masuk ke ruangan kerja Xander untuk menemuinya namun ruangan mewah itu kosong


kemana dia..


ia kemudian menyalakan tv lalu mengambil sebotol wine di ruangan khusus di situ, lalu kembali dan merebahkan dirinya ke sofa sambil mengangkat kedua kakinya ke meja.


oowwww nikmatnya jam istirahat


Tidak butuh waktu lama untuk Jacson mulai tertidur ia bahkan tidak memikirkan jam kerja berikutnya dari tadi.


Pintu terbuka Xander mendengar suara tv menyala ia hanya mengembuskan nafas pasrah siapa lagi yang didalam kalau bukan Jacson. Ia kemudian menghampirinya dan berteriak


"woiiiiiiii!!!!!!!!!"


seketika Jacson terkaget-kaget dan bangun dengan tingkah yang lucu sambil memegang dadanya berusaha tenang dan dengan segera menurunkan kedua kakinya dari meja.


" liat jammu sekarang, keluar kau!!" tegur Xander


Jacson segera melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 13.45 yang berarti ia telat, harusnya ia kembali sebelum jam 1 ke ruangannya.


"hmmm hehe sorry bos ketiduran". ia kemudian buru-buru mengeluarkan kartu undangan pesta ulang tahun Camila dan memberikannya pada Xander.


Kartu Udangan tersebut mempunyai barcode agar tak sembarang orang yang masuk.


"sana kerja!!!!" Tegur Xander lagi


"iya bos" Jacson beranjak dari sofa dan buru-buru ke arah pintu, sesampainya di sana ia berbalik dan hormat pada Xander kemudian ia keluar.


Melihat itu Xander tertawa, Jacson selalu membuat hal-hal yang konyol untuk membuat orang di sekitarnya tertawa ataupun bahkan justru merasa jengkel dengan candaannya.


Panggilan Bos pada Xander hanya di lakukan Jacson jika di kantor dan hanya ia yang memanggilnya seperti itu. Baginya sebutan itu cocok untuk sahabatnya.


Xander duduk di tempat kerjanya sambil memainkan kartu undangan itu di tangannya. Ia memikirkan Tantangan dari Rehan.


akan ku perjuangkan apa yang harus ku miliki dari dulu....

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2