Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Zendaya Hospital (Part 1)


__ADS_3

Pagi yang sibuk di hari senin ini di kantor Xander, beberapa pegawai yang terlambat bisa melalui gerbang dengan tenang karena tidak nampak sosok yang mereka takuti.


Jacson yang baru saja datang juga merasa penasaran, harusnya Xander tiap hari senin di gerbang. Terlihat beberapa pegawai yang masuk mengelus-elus dadanya merasa senang terhindar dari hukuman.


Tumben banget lelaki terdisiplin itu nggak ada di gerbang, apa ia lupa?? atau ia juga telat ?? agh!! nggak mungkin!! mana mungkin ia telat


Jacson kemudian mencoba menelfonnya namun tidak di angkat


Rasa penasaran membawa Jacson akhirnya mampir ke ruangan Xander namun didalam hanya ada Dita yang sedang merapikan berkas-berkas di meja kerja Xander.


"hei Dita, Bos dimana?" Jacson berkeliling di dalam ruang itu mengecek


Dita yang sedang sibuk menyambut senyum sambil kembali melanjutkan kesibukannya "Tadi pak Xander mengabariku bahwa hari ini tidak masuk kantor karena Ibu Ani masuk Rumah Sakit"


"ohh ya?? aku baru tau"


"iya tadi sekitar jam 6, di Zendaya" ucap Dita


kenapa ia tidak mengabariku, pantas saja Ibuku tadi buru-buru ke rumah sakit.


Jacson segera mengeluarkan Hpnya di sakunya berencana menelfon Ibunya


apa Ibu sibuk ya??? mana Xander nggak angkat telfon


Tidak ada pilihan lain tanpa pikir panjang lagi Jacson segera menelfon Ibunya untuk memastikan kondisi Ibu Ani.


"Hallo sayang, ada apa?" tanya ibu Jacson

__ADS_1


"Bu, maaf menganggu waktunya, bagaimana kondisi Ibu Ani?? apa baik-baik saja??" tanya Jacson khwatir


"syukurlah cepat di bawa ke sini, kalau tidak Ibu tidak tau apa yang akan terjadi, tapi kondisinya memang tidak begitu baik, Ibu dan dokter lainnya tetap memantau dan akan berusaha melakukan yang terbaik"


"semoga kondisi Ibu Ani segera membaik, baiklah kalau begitu Bu, terima kasih Bu"


"iya nak, Ibu juga sudah mengabari ke adikmu tadi"


"iya bu"


Jacson menutup telfon, tanpa satu kata pun ia keluar dari ruangan itu padahal Dita baru saja berbalik akan bertanya padanya


waaaa..... ia bahkan tidak mau berbagi informasi padaku, tapi ya sudahlah aku juga sudah tidak menyukainya dengan caranya yang selalu berusaha menjodohkan adiknya dengan Xander, aku juga akan berusaha mendapatkan Xander.


Pemikiran Dita sunggu dangkal, dalam kondisi seperti ini sempat-sempatnya ia memikirkan hal itu.


Xander keluar dari ruangan dimana Ibunya sedang di rawat dan membiarkan Ayahnya tetap didalam. Ia memilih duduk di koridor sendirian, nampak jelas raut wajahnya sangat gelisah dan khawatir, sesekali ia mengusap wajahnya dan menutup matanya.


Tuhan tolonglah Ibuku berilah kesembuhan, melihat ibu seperti ini aku sangat takut.


Semenjak di dalam ruangan tadi Xander berusaha menahan air matanya, tapi ini sudah tidak terbendung lagi, air matanya jatuh membasahi pipinya.


Apa yang harus ku lakukan untuk Ibuku??


Sesekali ia menyeka air matanya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menunduk membayangkan wajah Ibunya.


Xander sangat menyayangi Ibunya, ia takut kehilangan.

__ADS_1


Xander masih tertunduk, ketika seseorang mengampirinya dan berdiri di depannya mengusap lembut rambutnya


"heeeii... sedang apa kau?"


Xander begitu kenal dengan suara itu meski terdengar lebih halus dari biasanya. Xander segera berdiri menatap perempuan itu.


"kamu bolos kuliah??" tanya Xander


"ijin"


Perempuan itu adalah Camila gadis yang dicintainya. Meski Xander terkejut dengan kehadiran Camila tapi juga tidak memungkiri bahwa ia sangat dibutuhkannya hari ini


Camila lalu memeluk Xander dan mengusap-usap Punggungnya.


"aku tau kamu sedih, tenanglah aku yakin Ibu kuat dan akan baik-baik saja setelah ini" Pernyataan Camila begitu dalam membuat Xander tersentuh hingga ia melingkarkan kedua tangannya memeluk erat Camila.


Setelah itu Camila melepas pelukannya dan memegang tangan Xander, mereka kini berdiri melihat ke dalam ruangan itu dari balik kaca pintu ruangan Ibu Ani di rawat.


"Ayahmu sosok yang luar biasa" Camila tersenyum melihat ke dalam melihat Lelaki Tua itu duduk di samping Istrinya sedang mengenggam Jemari-jemari istrinya sambil terus di elus-eluskan pada wajahnya.


Xander yang ikut menyaksikan itu tertunduk berusaha menahan air matanya


"heiii... kalau Ayahmu kuat kamu juga harus kuat" ucap Camila menatap Xander dan terus memegang pergelangan tangan Xander.


Xander hanya mengangguk pelan, ia sangat menyadari bahwa Ayahnya adalah suami yang romantis, perhatian dan sangat sayang pada Ibunya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2