Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Camila's Birthday Party


__ADS_3

birthday party Camila di adakan di Hotel milik orangtuanya sendiri Hotel Zendaya1 lantai paling atas di outdoornya.


Malam ini Camila memakai halter top dress berwarna putih yang memperlihatkan bahu dan setengah punggungnya yang begitu mulus, dressnya menjuntai panjang sampai menyentuh lantai, rambut panjangnya di kepang, dan memakai make up ala golden glow, Ia sangat terlihat anggun dan elegan.


Camila akan make wish dan meniup lilin didampingi kakak dan orang tuanya. Dilakukan sangat awal jam 19.00 atas permintaan orang tuanya. Maklum kedua orang tuanya sangat sibuk.


Ayah Camila menyampaikan sepatah kata


"Selamat malam, terima kasih Untuk semua undangan yang telah hadir, rupanya anak muda semua ya.


Baiklah Tak banyak yang saya katakan tapi malam ini kami sebagai orangtua bersyukur bahwa Camila dan kami sekeluarga tetap terberkati.


Usia Camila bertambah, sehat, ceria, dan kuliah lancar itu sudah sangat kami syukuri.


Di tengah kesibukan, kami tetap saling mendukung dan saling mendoakan....


happy birthday my princess"


Mendengar perkataan ayahnya, Camila sangat terharu demikian pula dengan kakak dan mamanya, mereka kemudian saling berpelukan.


Nyanyian happy birthday dinyanyikan, sesudah itu Camila make wish lalu meniup lilinnya. Semua hadirin sangat menikmati betapa hangatnya keakraban keluarga itu.


Sebelum pulang Ayah dan Ibunya terlihat sedang membicarakan sesuatu bersama jacson. Camila yang berdiri disamping sama sekali tidak mendengar dan tidak terlalu memperdulikannya karena sibuk menyapa undangan yang berpapasan dengannya.


Kemudian tak lama setelah itu Orangtuanya pun pamit pulang lebih awal. Sementara Jacson dan Camila sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka sangat mengerti kesibukan orang tuanya.


Para undangan menikmati wine, cake, dan berbagai macam makanan yang disediakan disetiap meja.Terlihat juga orang-orang telah terbawa suasana sambil berjoget di depan DJ.


Camila berkeliling menyapa undangan yang hadir. Ia kemudian berpapasan dengan kakaknya lagi di dekat pintu.


"kak ngapain? " tanya Camila


Jacson menahan Camila dan menyuruhnya diam, Camila hanya manyun dan masih berdiri di depan Jacson yang sementara menelfon seseorang


"Dimana? jadi datang nggak?


Rupanya Jacsson sedang menelfon Xander yang dari tadi belum juga datang.


Jesi lalu datang menghampiri Camila dengan beberapa temannya.


"Mil ayo... di sana seru de banyak teman-teman juga" ajak Jesi


"hmmm ayo ayo"


mereka lalu meninggalkan Jacson begitu saja dan menuju ke sudut sana mengambil sebotol wine dan menikmatinya.


Sebenarnya dari tadi Jesi menantikan Xander, ia ingin memastikannya lagi apakah Xander seperti tahun-tahun sebelumnya tidak pernah datang memenuhi undangan Jacson atau sebaliknya.


mungkin ia benar-benar tidak datang lagi, tapi bagus juga si itu berarti ia tidak menghiraukan Camila, berarti aku punya kesempatan dan nomornya sudah ku ambil diam-diam di hp Camila, kapan-kapan aku akan menghubunginya.


Malam semakin larut menunjukkan pukul 12 malam lewat dan sudah terlihat beberapa orang sudah mulai pulang. Tiba-tiba dari arah pintu datanglah Xander tetapi tidak nampak Dita karena sudah lebih dulu mengabari jacson bahwa ia ada urusan mendadak.


Style Xander sangat keren dengan kaos putih di balut jas hitam dan dengan memakai jeans dan sepatu hitam. Sungguh!! seketika ia menjadi pusat perhatian, banyak wanita terpesona dengan lelaki itu.


Jacson yang melihatnya langsung buru-buru menjemputnya.


"apa kamu baik-baik saja? nyetir sendiri atau? tanya Jacson sedikit cemas karena Xander dari tadi siang demam.


"ya sama supir bego!! inikan yang kamu mau bosmu datang? sungguh menyiksaku" ucap Xander menyalahkan Jacson


"ya maaf, tapikan aku tidak memaksa" Jacson membela diri


"iyaa tapi kamu terus menelfonku!!!"


Mendengar itu Jacson tertawa lepas


"mana hadiah Camila?? harusnya adakan??" tanya Jacson lagi bercanda


"mana sempat memikirkan kado" ucap Xander sejenak menutup matanya membuang nafas dan menahan sedikit kepalanya yang masih pusing "bawahan macam apa kamu" sambungnya lagi.


Mendengar itu Jacson tertawa lagi


"liat perempuan-perempuan itu mereka sangat terpesona denganmu, tapi ingat kamu datang untuk adikku" Ucap Jacson bercanda sambil memukul pelan pundak Xander. Xander hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar candaan sahabatnya itu.


"ayoo ke Camila" ajak Jacson

__ADS_1


Mereka berdua pun menghampiri Camila yang sedang asyik bercerita dan merokok dengan temannya.


"Camila" kode Jacson melirik ke Xander


"Jes dan teman-teman yang lain ayo kita ke sana" ajak jacson. Mereka menurut dan sekarang hanya Xander dan Camila di situ.


Jesi memantau dari sana sungguh merasa cemburu, ia sungguh tak percaya Xander bisa datang di penghujung acara ini.


apa benar kak Jacson menginginkan Camila bisa berhubungan dengan kak Xander?? sungguh!! aku cemburu Camila!!!


Xander dan Camila berdiri saling berhadapan di samping meja, Camila menuangkan segelas wine dan menawarkan pada Xander


"ni.. mengapa datang? acaranya hampir selesai"


Xander meraihnya dan meminumnya


"thank you, hmmmm memangnya salah kalau datang?


Camila hanya senyum dan meneruskan merokok


sungguh menyebalkan berbicara dengannya


"happy birthday Camila" ucap Xander begitu serius menatap mata Camila


Camila hanya mengangguk pelan


sial mengapa Xander menatapku seperti itu?


"apa kamu sadar dari tadi abu rokokmu yang jatuh mengenai dressmu di bawa dan bolong-bolong??" tanya Xander dan kemudian jongkok untuk menunjukkan bagian ujung-ujung dress Camila Yang bolong-bolong itu "sayang sekali dress putih cantik ini harus bolong begini" sambung Xander menggeleng-gelengkan kepalanya


Camila segera menunduk memastikannya dan benar seketika wajahnya memerah dan segera menutup matanya.


bagaimana bisa ia memperhatikannya?? sedetail itu???? bisakah aku menghilang sekarang!!! ini sungguh memalukan, aduwwwww siall!!!


Xander berdiri lagi mendekat ke wajah Camila


"kenapa??" tanya Xander sambil menaikkan kedua keningnya.


Camila berdehem berusaha tenang tapi ia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah


Xander tertawa melihat tingkah Camila seperti itu


ia sangat lucu ketika wajahnya memerah


begitu. astaga!! aku bahkan belum menyalamnya


Xander kemudian menyusulnya ke toilet.


Jesi yang dari tadi memperhatikan mereka dari jauh diam-diam segera menyusul mengikuti Xander dari belakang karena penasaran.


Di toilet Camila melihat dirinya dalam cermin


" memalukan!!!" ia berbicara sendirian,


Ia kemudian jongkok dan memeriksa dressnya lagi "ya ampun, ini karena kebiasaan pake jeans dan jarang pake dress panjang aku bahkan tidak memperdulikan abu rokokku yang jatuh sedikit-sedikit mengenainya, mana warna putih keliatan bangett, kenapa harus dia yang melihatnya?? " Camila berbicara sendiri karena kesal dengan dirinya sendiri


"Berdiri" Xander menegurnya


Camila segera berdiri dan berbalik membelakangi Xander


jangan-jangan ia datang menertawakanku


"apa kamu dengar bicaraku dari tadi??"


"iya.."


"kenapa menyusulku?" tanya Camila


Xander berjalan melewatinya dan berdiri tepat di depannya


"karena kita belum bersalaman"


Camila berusaha tenang dan mengulurkan tangannya, mereka bersalaman agak lama.


Camila merasakan sesuatu pada tangan Xander

__ADS_1


"kamu nggak apa-apa?" tanya Camila melepas salamannya


"nggak"


Camila menyentuh leher dan dahi Xander


"demam" ucap Camila


"owww itu, aku nggak apa-apa kok hanya demam biasa"


"hmmm ooo, ya udah kitakan udah salaman. jadi apa lagi???"


Xander hanya tersenyum " kalau begitu aku pulang dulu" iapun segera keluar dari toilet itu


Camila hanya mengangguk


Jesi yang diam-diam menyaksikan dari balik tembok langsung pergi agar tidak ketahuan.


Telfon Xander berdering


"Jac kenapa??"


"dimana?"


"ini depan "


"camila dimana?"


"dia ke toilet"


"owww aku ke situ"


Jesi datang menghampiri Xander lebih dulu


"hi kak, lo Camila mana?" tanya Jesi pura-pura.


"ke toilet"


"kenapa kakak terlihat pucat?" tanya Jesi memastikan


"nggak apa-apa"


Dari arah belakang Jesi, Jacson menghampiri mereka sementara para undangan sudah pulang semua.


"undangan udah pada pulang Camila mala menghilang" Jacson sedikit kesal


" tunggu bentar ya jangan pulang dulu " ucap Jacson pada Xander, lalu ia segera pergi ke toilet


Sesampainya di sana ia melihat Camila sedang bercermin memperbaiki penampilannya.


"oiii!! semua orang udah pada pulang mala di sini "


tegur Jacson


Camila berbalik " yaa sorry kak tapi nggak apa-apa kok, kan aku udah sapa dan samperin semua tadi, udah foto-foto juga kan" balas Camila tersenyum


"baiklah, tapi lain kali jangan begitu"


"oke kak, ayooo keluar"


"Mil, temenin Xander pulang ya, nanti kamu di susul supir"


"tapi kak?" Camila cemberut


"ayolahhh... kamu nemenin pulang oke" Jacson menyentuh kepala Camila dan mengusapnya


"nggak enak sama Xander dia sakit mala ku telfon trus untuk datang" sambung Jacson berusaha memberikan pengertian pada Camila.


"hmmm iya kak" Camila mengiyakannnya


"kalau ada apa-apa kan kamu calon dokter yang hebat tolongin Xander" Jacson bercanda


mereka berdua tertawa.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2