Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Luxury Club (Part 1)


__ADS_3

Luxury club merupakan salah satu club yang paling mewah, ramai dan hanya umur 18 tahun ke atas yang bisa masuk. Bagi Xander dan Jacson tempat itu tidak asing lagi karena memang hampir setiap malam mereka akan datang disitu.


Jam 9 Malam Jesi dan Camila menuju ke club tersebut. Camila memakai Tang top hitam, Celana jeans yang robek di bagian lutut kiri, High heels hitam, rambut di ikat atas dan make up dewasa yang membuatnya semakin cantik. Sementara Jesi lebih memilih memakai sheath dress di atas lutut berwarna merah yang memperlihatkan lekukan tubuhnya yang sangat sexy.


Pengunjung club sangat banyak sehingga Camila dan jesi yang sampai di dalam agak kebingungan memilih tempat duduk dan akhirnya memilih tempat duduk di sudut kanan lantai 1.


Mereka hanya duduk sambil menikmati wine yang telah mereka pesan, Jesi tiba-tiba melihat keatas dan pandangannya tertuju pada Jacson dan teman-temannya yang asyik bercerita.


"Mil tu di atas kakakmu"


Camila yang tenga menikmati kebisingan dan sebatang rokok hanya menganggukkan kepala bertanda bahwa memang dari tadi ia sudah tau kakaknya di atas.


"hmmm mil ayo, apa kamu hanya berdiam diri merokok? tidak mau berjoget disana?"


Jesi sudah berdiri dan berusaha menarik tangan Camila untuk mengajaknya ke dance floor berjarak sekitar 5 meter dari tempat duduknya.


" oke oke" Camila mematikan rokoknya dan menaruhnya ke asbak, ia membawa sebotol wine berjoget disana menikmati music Dj yang terdengar sangat bising.


Xander dan jacson juga sudah dari tadi di sana mereka duduk di atas lantai 2 persis dekat pembatas besi sehingga mereka dapat melihat pengunjung di bawahnya.


Xander yang meminum wine tiba-tiba terhenti sebentar karena melihat dibawa ada wanita Cantik sedang berjoget, ia tersenyum melanjutkan minumannya


Camila,


Sudah semakin dewasa


Jacson sama sekali tidak melihatnya karena dari tadi sedang asyik bercerita dengan teman wanitanya di depan Xander.


"jac" panggil xander mengode Jacson dengan matanya mengarah ke bawa


"Ada apa?" ia turut menoleh ke bawa


"Camila" Jacson tersenyum

__ADS_1


"kebawalah jika mau berkenalan dengan adikku" Jacson menawarkan


"nggak, biarkan dia menikmati malamnya"


"oke, tapi jangan terus memandang adikku seperti itu" ejek Jacson


segera Xander mengalihkan pandangannya dan tersenyum tipis sambil mengembulkan asap rokokknya.


Dimana dia?


Xander melihat ke kanan kiri mencari-cari Camila yang sudah tidak ada di lantai 1 sementara Jesi masih terlihat di bawa berjoget. Ia pun beranjak dari tampat duduknya meninggalkan teman-temannya yang masih sibuk bercerita.


Di toilet pria terdengar suara perempuan


"Rey sorry ya baju kamu basa"


Laki-laki jahat itu bernama Rehan biasa di panggil Rey yang merupakan anak kaya raya di negeri ini. sudah sangat lama Rey mengejar Camila tapi selalu di tolak.


Xander terhenti dan mundur pelan-pelan karena ia mendapati Camila dan seorang laki-laki di dalam.


"Rey jangan!! Jangan Rey!!" terdengar suara Camila seolah akan terjadi sesuatu


Xander sengaja masuk melewati mereka, Camila bersandar di dinding dengan kedua tangannya di pegang Rehan ke dinding sehingga wajah mereka hampir bersentuhan.


Xander berdehem agar mengalihkan pandangan mereka.


"toilet umum, bukan hotel" ucap Xander


Mendengar itu Rehan dengan emosinya melepas tangan Camila dan berbalik mendekati Xander lalu mendorongnya tapi belum sempat Rehan memukulnya, Xander lalu melompat menghantam Rehan hingga terjatuh.


Camila yang melihat itu ketakutan


"sudah, sudah!!" teriaknya

__ADS_1


Mereka berdua tidak menghiraukannya dan masih berkelahi. Rehan memukul pelipisnya, Xander pun membalas memukulnya sampai terjatuh dan mengeluarkan darah segar dari ujung bibirnya.


"berhenti!!!" satpam melerai perkelahian mereka dengan memegang Xander


Rehan berusaha berdiri dan memegang bibirnya yang berdarah, ia menunjuk Xander lalu keluar "awas lo"


ancaman itu hanya di sambut senyum oleh Xander.


"Maaf pak" ucap Xander sembari sedikit menundukkan kepala pada satpam itu


"ini aja kerjaan kau Xander Xander" satpam itu menggeleng-gelengkan kepalanya dan keluar dari toilet. Ya satpam itu sangat mengenalnya hampir tiap malam datang dan sering berkelahi. Tapi Satpam itu tau kalau sebenarnya Xander adalah laki-laki yang baik.


Di sudut sana Camila masih berdiri mematung menatap dinding.


" kamu nggak pa pa?," Xander menghampirinya dengan menyentuh bahunya untum menenangkannya


" jangan menyentuhku!" Camila mengangkat tangan kanannya hendak menamparnya tapi lebih dulu di tangkis Xander.


"kenapa? mau menamparku?" Xander mendekatkan wajahnya pada Camila hingga hidung mereka bersentuhan.


"warna lipstikmu masih sama saat pertama kali aku melihatmu, Merah Maron" Xander menggodanya kemudian memejamkan mata sejenak menghirup nafas Camila.


Segera Camila membuang muka darinya


"lepaskan tanganku" Camila mulai emosi


Xander kemudian melepaskan tangannya dan sekejap tangan itu sudah mendarat di pipi kanannya


"sakit?!!" ucap Camila mendekatkan wajahnya dengan kening yang terangkat seolah mengejek Xander.


Ia kemudian keluar meninggalkan Xander.


Mendapat tamparan itu Xander memegang pipinya dan hanya tersenyum.

__ADS_1


Dia begitu manis saat marah


BERSAMBUNG......


__ADS_2