Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Memiliki


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu menunjukkan pukul 9 malam Jacson telah pamit duluan sementara Camila masih di ZH menemani Xander, mereka juga telah mengobrol dengan Ayah Xander.


Beberapa Bodyguard keluarga Xander juga telah tiba dan berjaga ketat di depan ruangan itu dan perawat pribadinya juga telah berada di sana dari sore tadi.


Sesudah mereka makan, Xander dan Camila keluar duduk di koridor.


"kamu nggak punya pakaian ganti?" tanya Camila


"nggak, nanti bi ren yang bawain" Xander kemudian menoleh pada Camila "kamu nggak pulang??"


"hmmm dikit lagi" jawab Camila tersenyum, lalu ia beranjak dari tempat duduknya " ayo ikut aku" Camila kemudian melangkahkan kakinya


Xander belum mengerti maksudnya, ia beranjak namun enggan mengikuti Camila "heii... kemana??" namun tidak di hiraukan Camila "Camila??" panggilnya


apa ia sedang bercanda?


Walau tidak jelas dengan maksud Camila, Xander akhirnya mempercepat langkahnya mendapatkan Camila dan berjalan di sisinya "mau kemana??"


Menunggu lift


"ke atas" Camila menunjuk keatas langit-langit. Selang beberapa detik lift terbuka dan mereka masuk naik lantai 10 lalu naik tangga lagi.


Pemandangan yang begitu indah dimalam hari, kota yang sibuk menunjukkan gedung-gedung menjulang tinggi dengan cahaya kilaunya disaat gelap menjemput, bersanding dengan Langit yang tidak ingin kalah menunjukkan terangnya bulan sabit dan kemilau bintang - bintangnya.


Sangat terasa angin berembus menyambut Mereka ketika Camila membuka pintu itu, "Ayo..." ajak Camila, ia kemudian berlari membentangkan kedua tangannya berputar-putar seolah sedang menari.


Xander menyaksikan tiap gerak-gerik gadis itu, ia terus melangkah dengan pelan mengikutinya


Baru kali ini aku melihat senyuman bahagiamu, aku banyak tau tentangmu dari Jacson, bahkan dengan suasana ini ia ceritakan padaku. kalau begitu mulai malam ini aku juga menyukai suasana seperti ini karenamu.


Camila berhenti dan menoleh pada Xander yang didapatinya tepat berdiri di belakangnya dengan jarak yang sangat dekat darinya.


"apa ini sedikit membuatmu tenang berada di sini?" tanya Camila


"hmmm ya" Xander menjawab lalu mendongakan kepalanya menikmati kemilau bintang


Memandang Xander seperti ini Camila merasakan sesuatu yang aneh dari dadanya seperti jantungnya berdegup tidak seperti biasanya.


sadarlah Camila, apa aku jatuh cinta pada lelaki ini? tidak!! tidak!! tapi kenapa jantungku seperti ini?


"Camila, terima kasih telah menemaniku" Ucap Xander lalu memeluk Camila


kalau ini membuatmu sedikit tenang Xander, biarlah kamu memeluk seperti ini


"tumben kamu nggak bereaksi apa-apa saat aku memelukmu? padahal aku baru saja berfikir paling kamu akan mendorongku lagi atau menamparku" ucap Xander mempererat pelukannya


Camila mendongak menatap Xander dan mulai melingkarkan kedua tangannya pada Xander "ada yang salah??"

__ADS_1


Xander menggeleng-gelengkan kepalanya lalu melepas tas Camila dan membiarkannya jatuh ke lantai. Xander lalu mengambil ponsel dan ear**phone di sakunya dan memasangnya pada telinga Camila dan telinganya


"kita akan mendengkarkan lagu? lagu apa?" tanya Camila mendongakan lagi kepalanya pada Xander


"tunggu sedikit, biar kamu mendengarnya sendiri" ucap Xander, "dengarlah" Xander kemudian menyimpan ponselnya kembali ke sakunya dan kembali memeluk Camila


Bon Jovi ~ Thank you for loving me


It's hard for me to say the things


I want to say sometimes


There's no one here but you and me


And that broken old street light


Lock the doors


We'll leave the world outside


All I've got to give to you


Are these five words when I


Thank you for loving me...


Setelah lagu itu selesai, Xander melepas Pelukannya lalu melepas earphone di telinga Camila dan telinganya lalu menyimpannya dalam sakunya kembali.


"hmmm ya" ucap Camila malu-malu, lalu ia berbalik dan melangkahkan kakinya mendekat ke tembok pembatas sementara Xander tetap berdiam diri di tempatnya.


apa yang ku rasakan ini?? apa aku telah jatuh cinta pada Xander


"Aku mencintaimu Camila, menikahlah denganku akhir tahun ini, kalaupun kamu belum yakin aku akan menunggumu" ucap Xander


spontan Camila berbalik, mendengar ucapan Xander barusan membuat jantung Camila berdegup lebih kencang, tangannya bahkan sampai bergetar tidak tau harus menjawabnya seperti apa.


Menyembunyikan rasa malu dan tidak siap Camila berusaha memandangnya dengan wajah datar, kemudian mendekat lagi ke Xander namun sayangnya ia hanya mengambil tasnya di lantai dan lari meninggalkan Xander.


Xander baru saja akan memanggilnya tapi Camila telah berakhir di balik pintu.


bodohnya aku, kenapa aku katakan? Mungkin ia membenciku setelah ini...


Xander kemudian menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, kedua tangannya mengusap kedua wajahnya merasa menyesali pernyataannya tadi.


Ponsel Xander berdering, ia kemudian mengambilnya di sakunya


nomor baru

__ADS_1


"yaaa dengan siapa??" Xander bertanya, terdengar Xander masih mengatur nafasnya dengan baik


"ini aku Camila, hmm soal tadi, aku..... aku juga mencintaimu"


bummmmmm!!!!!! jelas sudah perasaan keduanya.


Seperti apa bahagianya Xander saat ini, entahlah hanya ia yang merasakannya. Xander kemudian bergegas berlari meninggalkan tempat itu. Ia tau harus kemana sekarang juga.


"halooo, Xander Halo??"


Telfonnya belum dimatikan namun Camila tidak mendengar suara Xander sama sekali, hanya ada bunyi-bunyi kresek dengan kecewa akhirnya ia menutup telfonnya.


waaaa... apa ia mengabaikanku?? bukannya harusnya ia senang?? atau dia tadi hanya bercanda menyatakan cintanya?? Camila.. Camila kok aku jadi malu gini


Camila sekarang berada di basement dan menuju mobilnya, saat ia membuka pintu mobilnya terdengar olehnya ada seseorang memanggil namanya, spontan ia menoleh mencari-cari sumber suara itu


Xander....


Mereka saling menatap dari jarak sekitar 25 meter.


Xander menghentikan langkahnya sejenak dan mengatur nafasnya, keringatnya bercucuran dari kedua pelipisnya.


Camila tersenyum dan berjalan menuju Xander, begitupun Xander ia lalu cepat berjalan kearah Camila.


Kini mereka saling bertatapan dengan jarak begitu dekat


"ucapkan 1 kali lagi" Xander melangkah lebih dekat pada Camila


"hmmm aku mencintaimu juga dan... dan aku ingin menikah denganmu" Camila tersenyum, ia tidak bisa menutupi wajahnya memerah dengan pernyataannya itu.


Xander kemudian memeluk Camila


"waaa... hanya 1 ucapanku di telfon saja membuatmu berlari mendapatiku" ejek Camila masih memeluk Xander


"karena kamu nggak tau rasanya menunggu waktu untuk menyatakannya, butuh bertahun-tahun untukku mendapatkanmu, tetaplah di sisiku" ucap Serius Xander


Camila mengangguk dan melepas pelukannya


"kalau begitu aku pulang ya, tadi itu nomor baruku"


Camila mendekat wajah Xander dan mengecupnya yang membuat Xander terkejut.


"sampai jumpa besok, baliklah ke atas istirahatlah cepat kamu sangat lelah" Camila kemudian berbalik dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya


Dengan perasaan bahagia Xander melambaikan tangannya "hati-hati Camila"


Perasaan haru dan bahagia kini dirasakan Xander, akhirnya gadis bocah yang dulunya masih berseragam SMA saat pertama kali ia melihatnya sekarang ia miliki.

__ADS_1


syukurlah Camila telah mengganti nomornya, aku harap Rehan tidak mengganggunya lagi.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2