
Camila tiba di sana dengan di antar supir, sesudah itu Jacson menyuruh supir itu pulang duluan.
Camila segera menghampiri Jacson dan Xander yang duduk di atas tembok pembatas.
"kakak nggak sakitkan? apa ada luka yang lain kak" Camila memegang wajah Jacson dan memeriksa setiap luka itu
Jacson tertawa dan membuat Camila kesal "kok mala ketawa???"
Xander berdehem
"hmmmm... " Xander berusaha mengalihkan perhatian Camila yang sama sekali tidak menoleh padanya dari tadi
"Tu...." Jacson memegang kedua bahu Camila dan membalikkannya ke Xander agar ia melihatnya "lukanya lebih parah, obati Xander lebih dulu"
Camila menatap tajam dan meraih kotak p3k di samping Jacson dan memukulkannya pada perut Xander "kuran ajar" ucap Camila
Xander seketika meringis pura‐pura sakit sambil memegang perutnya "ahh!!! tolong Jacs adikmu membahayakanku"
Jacson tertawa melihat tingkah Xander ia tau sahabatnya itu sedang bercanda
Camila menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya "bagaimana bisa sakit hanya dengan kotak ini? sementara kamu berkelahi saja sampai berdarah-darah begini, diam aku akan mengobati lukamu" Camila berdiri di depan Xander mulai sibuk membuka kotak p3k
Jacson tau apa yang harus ia lakukan, ya membiarkan bereka berdua dan pulang duluan.
"aku pulang duluan" Xander melompat dari tembok itu dan berjalan menuju mobilnya
"heiii !! kak!! aku bahkan belum mengobati lelaki ini, tunggu kak" Camila menaruh kotak itu di samping Xander dan berbalik hendak mengikuti langkah jacson tapi tangannya di tahan Xander
Jacson dengan santainya melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobilnya lalu pergi
"agh!!! shit!! lepaskan aku!!" Camila berusaha melepas tangan Xander yang menggenggam erat pergelangan tangan kirinya
"bagaimana bisa kau akan pergi meninggalkanku dan membiarkanku luka seperti ini???" Xander menarik tubuh Camila dengan kedua tangannya dan memegang pinggang Camila dan mengangkatnya duduk di sampingnya
"waaaa!!! " Camila sangat kaget dan segera menepis kedua tangan Xander
"naa dengan berhadapan begini akan lebih memudahkan kamu mengobatiku dan aku bisa memandang wajahmu dengan sempurna " ucap Xander sedikit menggoda Camila
Kini mereka berdua berhadapan dengan posisi duduk bersila diatas tembok pembatas
"diamlah, aku akan mengobatimu"
__ADS_1
ia bahkan selalu mengarahkanku hhmmmm
mengapa Xander terus menatapku seperti ini?
apa ia sungguh jatuh cinta padaku??
Camila mulai membersihkan luka Xander terlebih dahulu lalu mengoleskan salep antibiotik, sementara Xander menikmati setiap sentuhan Camila pada wajahnya.
"agh!! pelan-pelan" ringis Xander bercanda
"penipu!!" balas Camila
Camila meniup-niup pelan luka Xander
"diamlah ini yang terakhir" Camila mengambil kain kasa halus dan melihat menjadi kecil persegi 4 dan menutup luka di dahi Xander.
"hmmm apa Rehan juga terluka? ku harap ia mati" Tanya Camila penasaran
"jangan membahasnya, itu bukan urusanmu. Jangan hiraukan lagi jika ia menghubungimu lagi, ganti nomormu" ucap Xander
Camila hanya mengangguk
Camila terkejut dan segera memperbaiki sendiri rambutnya.
"Camila? apa kamu senang dengan rencana pernikahan kita??" Seketika Xander berucap serius dan membuat Camila terdiam menggigit bibir bawahnya ia seolah sedang berpikir, bola matanya sibuk memandang kebawah sungai ia seperti merasa kikuk kali ini.
Xander sedikit kecewa Camila tidak menanggapinya "aku akan tetap menikahimu akhir tahun ini" Xander lalu turun dari tembok itu "ayoo aku akan mengantarmu pulang"
Camila masih membisu dengan membereskan kotak p3knya dan turun juga dari tembok itu. Mereka kemudian berjalan menuju mobil.
Ketika Camila membuka pintu mobil, tangan Xander mengikuti tangan Camila di pintu mobil dan menutup pintu kembali sementara Tangan kanan Xander mengambil kotak p3k di tangan Camila dan meletakkan di atas atap mobil.
Xander menindih tubuh Camila dan merapat di pintu mobil. Meski kaget Camila tidak bisa berkata apa-apa lagi Xander terus mendekatkan wajahnya pada Camila.
"Camila..." ucap Xander pelan lalu mengecup bibir Camila
Jalanan sudah sangat sepi, mereka saling bertatapan dalam hening
Xander kembali mengecup bibir Camila.
entah apa yang dipikiran Camila, ia segera membalas mengecupnya. Xander terkejut tapi ia juga merasa senang, mereka lalu memperdalam ciuman mereka tanpa di sadari Camila terbawa dan sangat menikmati.
__ADS_1
Xander melepas ciumannya dan memeluk Camila "apa kamu baik-baik saja??"
Camila hanya mengangguk dalam pelukan Xander.
Teng!!!!!! Camila tersadar
apa yang baru saja ku lakukan??
"shit!!!" Camila mendorong Xander dan segera mengambil kotak p3k di atas atap mobil dan membuka pintu mobil lalu masuk dan menutupnya dengan keras.
Xander hanya tertawa melihat wajah Camila yang memerah
Xander kemudian segera ke sisi kanan mobil dan membuka pintu lalu masuk juga.
Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam.
Sesampainya di rumah Camila, masih di dalam mobil Camila kemudian menyuruh Xander lebih dekat padanya
"mendekat lagi, ya lagi" tuntun Camila
Xander menurut
apa Camila ingin memelukku? atau akan mengucap terima kasih??
Tok!!!!! Camila mengetok sedikit keras perban di dahi Xander yang membuat Xander meringis kesakitan
"aghh!! kenapa kamu selalu kasar??" Xander lalu memegang dahinya
"cepat sembuh!! jangan membasahinya dulu nanti infeksi, pulanglah, liat bajumu kotor penuh darah" ucap Camila lalu ia keluar.
"daa ..." Xander melambaikan tangan pada Camila
Meski terluka tapi Xander merasa puas bisa menghajar Rehan.
kalau sampai Rehan menghubungi Camila lagi dan mengancamnya, aku tidak akan segan-segan membunuhnya
BERSAMBUNG......
CAMILA
__ADS_1