
Sesudah mereka sepakat
Camila turun ke kamar hotelnya dan berganti pakaian, Jesi datang menghampiri Camila
"Mil mau kemana?" tanya Jesi
"kak Jacson nyuruh aku ngantar Xander"
Mendengar itu Jesi menawarkan ingin ikut
"apa boleh aku ikut menemanimu?"
"kenapa tidak, ayo berganti pakaian"
Jacson mengetuk pintu
"Mil masih lama nggak? di tunggu di bawa tu"
"iya iya" teriak Camila
mereka berdua keluar dan Jacson menahan Jesi.
"Jes.. biar Camila aja bentar doang kok, kamu masuk gi istirahat capek kamu banyak ngurus acara pestanya Camila, thank you ya"
Mendengar itu Camila hanya diam.
Jesi hanya mengangguk dan kembali masuk ke kamar
sial kak Jacson selalu menghalangiku
*****
Camila masuk ke dalam mobil Xander dan mereka duduk berdua di belakang
"jalan pak" ucap Xander pada supirnya
setengah perjalanan mereka berdua hanya terdiam dan tiba-tiba Xander menegurnya
"apa kamu tidak dingin memakai baju seperti itu?
Camila hanya menggelengkan kepalanya
kenapa ia selalu memperhatikan apa yang ku kenakan??
Ya Camila hanya memakai kaos U-neck dan rok jeans pendek di atas lutut dan memakai sandal hotel.
"ada hubungan apa kamu dengan Rehan?" tanya Xander lagi
"nggak ada"
__ADS_1
"trus kenapa waktu itu......."
Camila segera memotong kalimat Xander
"bukan siapa-siapa, nggak usah bahas dia" ucap Camila sedikit kesal membahas lelaki jahat itu.
"hmmmmm"
Sepanjang jalan mereka terdiam lagi hingga tak lama kemudian tibalah ia di rumah yang sangat mewah. Rumah itu milik Xander dan baru setahun pindah dari rumah orangtuanya dengan alasan ia ingin mandiri.
"Ayo turun" ajak Xander
"iya, tapi aku di luar aja ya nungguin supirku jemput" tawar Camila
"Masuk aja "
Saat masuk beberapa bodyguard dan pembantunya telah menunggu berjejer di depan pintu menyambut tuannya.
Sangat jelas Xander berjalan sangat pelan karena merasa pusing
"tuan nggak apa-apa?" ikut seorang pembantunya dari belakangnya menuju ruang tamu
"nggak apa-apa bi'"
Xander dan Camila duduk di ruang tamu
"Bi bisa minta tolong, minta air hangat ya taro di mangkok" pinta Camila
Xander beranjak dari sofa dan menuju tangga lalu berbalik lagi
"kenapa bengong? ayo "
Mendengar ajakan Xander Camila sedikit gugup ia mawas diri kalau-kalau ia kenapa-napa di atas nanti
"iy iyaaa..." dengan ragu-ragu Camila menjawab dan mulai mengikuti Xander ke atas.
Xander berjalan ke atas dengan hati-hati karena kepalanya sangat pusing.
Sesampainya di atas Xander membuka pintu kamar dan mereka pun masuk.
Kamar yang sangat mewah dan elegan seperti di film-film perpaduan warna hitam dan coklat, serta isinya sangat lengkap.
Xander menuju sofa dan duduk hendak melepas sepatunya, Camila yang melihat Xander begitu lelah akhirnya tersentuh dan membantu Xander melepaskan sepatunya.
"thank you Camila"
Camila hanya mengangguk
"apa ada yang bisa ku bantu lagi?" tanya Camila
__ADS_1
"Bisakah kamu mengambilkan baju tidurku di lemari paling ujung itu"
Camila mengangguk lagi. Tak lama kemudian bibi datang membawa semangkok air hangat dan meletakkan di atas meja lalu kembali.
Camila memberikan baju itu ke Xander
"gantilah pakaianmu aku akan menunggu di luar" Camila segera menuju ke pintu
"jangan keluar, kamu hanya cukup berbalik dan menyiapkan kompres untukku, air hangat itu untukkukan? Handuk kecil ada di lemari atas"
Mendengar itu Camila bergegas mengambil handuk dan membasahinya dengan air hangat.
sesudah Xander berpakaian ia ke tempat tidur dan berbaring, sangat terlihat sekali ia pucat dan sedikit menggigil.
Camila mendekatnya dan duduk di pinggir tempat tidur, lalu meletakkan handuk itu di dahi Xander, sesekali memindahkan lagi ke leher Xander lalu ke dahinya lagi.
Sekarang mata mereka saling bertatapan dalam keheningan
"apa kamu sudah makan?" Camila bertanya dan segera mengalihkan pandanganna ke dinding.
Xander mengangguk pelan
"sudah, tadi juga sudah minum obat sebelum ke tempatmu tadi"
Xander mengambil remot di meja lampu tidur lalu mematikan lampu dan hanya lampu tidur yang menyala, Seketika Camila kaget.
"kenapa??" tanya Xander
"nggak, apa kamu dingin?" tanya Camila mengalihkan
"iya.."
Camila lalu meraih selimut di bawa kaki Xander dan menyelimutinya
"Tidurlah, aku akan pulang" ucap Camila
Xander segera menarik tangan Camila dan langsung jatuh ke pelukannya. Mereka Saling bertatapan, Camila berusaha bangun tapi Xander melingkarkan kedua tangannnya pada Camila dan memeluknya hingga sangat terasa ia menindih tubuh Xander.
Xander mendekatkan hidungnya pada wajah Camila hingga bersentuhan
"jangan merokok terus calon dokterku!!, ambil jaketku di lemari dan pakailah. Hati-hati di jalan" ucap Xander pelan sambil menatap Camila
Camila sangat takut dan sudah tidak bisa mengatur nafasnya dengan baik
"hmmm iy iyaa... tapi bisakah melepasku sekarang, aku sulit bernafas"
Xander segera melepasnya, tanpa pamit Camila langsung keluar dari kamar itu dan berlari turun tangga, di luar sudah ada supirnya yang menunggunya.
Sepanjang perjalanan ia terus membayangkan kejadian tadi.
__ADS_1
apa ia sudah gila!! kalau saja ia tidak sakit sudah ku gampar.
BERSAMBUNG........