
Agustus 2019
"Mil!!! Camila !! tungguin, mill!" Teriak gadis yang baru saja turun terburu-buru dari mobil berusaha mengejar Camila yang sudah berakhir di balik tembok.
Jesi berhenti mengumpulkan tenaganya
sial nggak kedengaran apa teriakankku
Ia melanjutkan melangkahkan kakinya berbelok ke kanan arah ruangannya dan..... duarrr!!!
Camila mengagetkannya
"aa shit!! kaget tau' , kebiasaan banget de bikin jantungan aja" ngomel jesi
camila tertawa puas
" kagetkan"
Jesi pun menarik rambut Camila dengan keras
"pake nanya lagi"
Camila meringis "udah-udah nggak lagi da"
Camila berbalik menarik rambutnya agar impas rasa sakitnya.
"Camila udah!!" Jesi tertawa kesakitan
mereka saling mengejek karena rambut mereka berantakan.
Yaa begitu rutinitas kedua gadis itu di kampus sangat akrab. Bagi orang-orang yang belum mengenalnya pasti akan menganggap mereka sombong, cuek, sok kaya dan sok cantik, tapi sebenarnya mereka tidak seperti itu.
Mereka berdua menjadi mahasiswi yang populer di kampusnya berkat kecantikannya, tapi bila di bandingkan Camila lebih cantik dari jesi hanya saja Jesi menang di centil dan suka berdandan super Sexy.
"Jes thank you udah bantu nyiapin pesta ultahku lusa"
"biasa aja Mil, kitakan suka pesta jadi udah siap semuanya kan"
ucap Jesi dengan tawa kecil, dan langsung membahas yang lainnya
"nanti malam kita ke Luxury Club, kata temanku banyak pengusaha-pengusaha muda yang biasa nongkrong disana, kali aja ada yang nyangkut"
sementara pemikiran Camila langsung mengingat kakaknya karena Club itu tempat biasa kakaknya nongkrong
"aaa itu, nggak mau itu tempat kakakku dengan temannya"
Mendengar hal itu Jesi terlihat senang
"benner tempat kakakmu? kan nggak pa pa lagian di sana banyak orang, kakakmu juga nggak akan perhatiin"
__ADS_1
"hmmmm oke"
Mereka berdua memang senang keramaian di malam hari jadi mereka sering ke club tapi mereka tidak akan sampai subuh karena mereka tetap mengutamakan kuliah di pagi hari.
****
Setiap hari Xander sangat sibuk karena perusahaannya semakin maju dan tenga membangun hotel baru di pusat kota.
Semakin hari terlihat sangat berkarisma di umur 26 tahun sehingga memikat hati setiap perempuan yang melihatnya termasuk para karyawati dan sekertaris pribadinya yang bernama Dita. Wanita sexy dan berambut pendek tapi sayangnya Xander sama sekali tidak tertarik padanya.
Ia memiliki Kebiasaan yakni 2 kali seminggu turun langsung mendisiplinkan karyawannya. Jam 7 pagi ia berdiri di gerbang turut memantau karyawan terlambat, terlihat juga beberapa Satpam sibuk mengatur kendaraan keluar masuk. Setiap karyawan yang melalui gerbang akan tunduk memberi sapaan.
Beberapa karyawan yang terlambat akan di hukum dan sadar diri bahwa mereka harus kemana jika terlambat. Ya jalannya adalah dengan segera mendahuluinya masuk ke ruangan kerjanya. Di dalam sudah menunggu sekertaris pribadinya yang akan mendata mereka.
Dari balik pintu muncullah Xander dengan tatapan sinis terhadap mereka, ia segera duduk di sofa lalu dengan segera Dita memberi data nama-nama yang terlambat.
"Kalian sudah tau kan hukumannya?" Xander berdiri dan melempar surat data mereka ke lantai.
Para karyawan yang ketakutan hanya menunduk menjawab dan tak berani menatap bosnya
" iyaaa pak" jawab mereka serempak
Baru saja Xander akan menendang karyawan yang berdiri di ujung pintu tapi Jacson datang berlari-lari.
Rupanya ia juga terlambat
"Ma maaf pak" ucapnya sambil tersenyum seolah ingin meluluhkan hati Xander.
"Iya semua juga tau kamu terlambat"
Xander menatapnya tajam dan mengusap wajahnya dengan kesal
Sial ia juga terlambat
"Semuanya bubar, kecuali kau"
Karyawan tau siapa yang di maksud, mereka bisa menarik nafas dengan tenang keluar dari ruangan itu. Bagi mereka Jacson sebagai penyelamat pagi ini.
"gini aja terus tiap hari" Xander menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha memaklumi kebiasaan sahabatnya itu.
"ya sorry,"
Xander berbalik dan duduk di meja kerjanya
"Bagaimana kamu mau mengurus perusahaanmu nanti kalau kau kerja denganku saja seperti itu"
Jacson mengalihkan pembahasan
"lusa malam Camila ngadain pesta ulang tahun, kamu harus datang, Hey Dita kamu juga harus datang"
__ADS_1
"oke" ucap Dita yang sedang sibuk menyediakan berkas-berkas untuk Xander
"keluar sana" Xander mengusir Jacson
"iya iya ini mau keluar"
Jacson menyipitkan matanya melirik Xander dan segela keluar
Tidak lama kemudian Dering telfon Dita berbunyi dan itu telfon dari Jacson
"Iya? iya bentar"
Dita segera berjalan mendekat ke Xander dan memberikan telfon itu
"dari Jacson"
Xander menerima telfon itu
"ada apa lagi? kenapa tidak menelfon di nomorku??"
"halaaaa!! paling juga nggak di angkat, tadi itu aku serius ngundang kamu dan Dita Ultah Camila, datang oke" Jacson tertawa
"iya iya, kaya' kita nggak akan ketemu lagi, kamu bahasnya Camila Camila terus, kerja sana!!"
Xander segera menutup telfon
Setelah sekian lama setiap pesta ulang tahun Camila, Xander selalu menolak untuk datang. Tapi kali ini ia tiba-tiba memiliki niat akan menghadiri pesta itu.
Bagaimana kabar bocah itu ?? oke aku akan datang
Perjumpaan pertama 4 tahun lalu itu ternyata masih melekat jelas di pikirannya.
Dita datang menghadap dan duduk di kursi depan meja Xander dan membuka beberapa berkas yang harus di tandatanganinya. Ia juga membawa buku agenda, wanita cantik itu segera membuka dan membacakannya sementara itu Xander sambil menandatangani berkas.
"hari kamis siang Tuan Handi mengundang kita ke perusahaannya dan ingin membicarakan mengenai kerja sama, jumat pagi kunjungan ke proyek, sabtu pagi meeting, dan sabtu malam....."
Xander yang menunggu kalimat itu merasa penasaran, ini baru kali pertamanya Dita membaca dan terhenti seperti itu.
"dan sabtu malam?...." Xander mengerutkan keningnya menunggu Dita meneruskan kalimatnya
"hmm sabtu malam undangan makan malam"
"lalu?" tanya Xander dengan penasaran, karena undangan makan malam seperti apa yang ia maksud.
"bersama keluarga Jacson dan juga keluarga tuan juga"
Mendengar itu Xander segera berekspresi kesal
waaa... Pasti ini kerjaan Jacson lagi
__ADS_1
Dia mengatur segalanya tanpa memberitahuku terlebih dahulu**
BERSAMBUNG...