
Terik matahari dan macet tak mengurungkan niat Jacson ke Zendaya Hospital. Jarak dari kantor ke ZH biasanya hanya memakan waktu tidak sampai 30an menit namun ia sudah terjebak macet hampir 1 jam
agh!! begini ni hidup di Ibukota dikit-dikit macet
Jam menunjukkan 12.20 saat Jacson tiba di depan lobby ZH dengan di antar supirnya. Ia langsung bergegas menuju Ruangan Ibu Ani di VIP lantai 7.
Sesampainya di atas ketika keluar dari lift ia melihat seorang perempuan yang berjalan di depannya berjarak sekitar 5 meter darinya.
sepertinya aku kenal, tapi ngapain di sini?
Namun ia enggan untuk menegur karena tidak terlalu yakin, tapi dari postur tubuhnya, rambutnya sangat familiar. Penasarannya itu segera hilang ketika perempuan itu belok ke kanan dan masuk ruangan di ujung sementara Jacson belok kiri.
Sesampainya Jacson didepan pintu ruangan Ibu Ani, ia mengurungkan niatnya mengetuk pintu karena merasa tidak enak mengganggu di jam istirahat, akhirnya ia duduk di koridor dan berniat akan menghubungi Xander.
Baru saja Jacson duduk di kursi koridor dan mengambil ponsel di sakunya, Xander dan Camila menghampirinya.
"udah lama??" tanya Xander
"Dari mana kalian? Tanya Jacson kemudian beranjak dari tempat duduknya
"dari bawa sekalian ganti perban Xander" jawab Camila
"owww... apa Ibumu sudah baik-baik? Tanya Jacson pada Xander sembari menepuk pundaknya
Dengan wajah pasrah Xander menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda Ibunya sedang dalam kondisi tidak baik, Xander kemudian duduk di koridor itu di ikuti Camila dan Jacson "udah masuk??" tanya Xander pada Jacson
__ADS_1
"belom, ini aku baru mau hubungin kamu, kenapa kamu nggak ngabarin tadi? aku taunya dari Dita"
"udah nggak sempat, buru-buru tadi" jawab Xander
"yang sabar" Jacson menepuk pelan pundak Xander "semoga Ibumu cepat sembuh" sambung jacson
"Amin"
Beberapa saat hening, Jacson memperhatikan Camila yang hanya diam duduk di samping kanan Xander, Jacson senang dengan kehadiran Camila di saat-saat Xander seperti ini.
baru tadi malam ni bocah merengek-rengek nggak mau nikah, tapi hari ini ia bahkan lebih duluan datang di sini, Camila... Camila, adikku ini sungguh susah di tebak.
"Kamu udah dari tadi di sini Mil? Tanya Jacson pada Camila memecah keheningan
"iya kak"
"enggakk, aku cuma bilang ada urusan penting! lagian kakak ngacok aja de.. mana mungkin Jesi di sini, orang dianya di kampus" Ejek Camila
hmm tapi benner si, Jesi emang pake baju merah, aaghh mungkin kebetulan aja
"oooww.. berarti aku mungkin salah orang" Jacson tersenyum
"emang" balas Camila menjulurkan lidahnya mengecek Jacson
"waa... adik macam apa kamu??" Jacson berekspresi dengan menyipitkan matanya pada Camila tidak terima ejekan Camila
__ADS_1
"apa??" tantang Camila sekali lagi mengejek Jacson
Xander yang duduk di tengah menoleh ke Camila lalu menoleh ke Jacson, ia tertawa kecil merasa orang yang tidak dianggap, ia hanya menggeleng - gelengkan kepalanya melihat kakak beradik itu.
"sorry" Jacson tersadar
Xander mengangguk
"mau masuk nggak? ayo.. " ajak Xander lalu ia beranjak dari kursi itu
Jacson dan Camila mengangguk dan ikut beranjak, Xander lalu membuka pintu dan mempersilahkan mereka masuk, saat Xander menutup pintu ia melihat dari kaca pintu seorang perempuan lewat di koridor itu dengan ciri-ciri persis yang dikatan Jacson tadi.
owww berarti Jacson benner tadi, tapi kenapa Camila nggak tau?? sedang apa ia disini? aagh!! ya sudahlah bukan urusanku dengan perempuan itu.
Xander lamu berbalik dan mengode mereka berdua untuk tidak mengeluarkan suara berisik karena Ayahnya tidur juga di kursi dengan tetap memegang pergelangan istrinya.
Camila dan Xander mengangguk mengerti, mereka kemudian berjalan sangat pelan mendekat ke Ibu Ani untuk lebih dekat melihat kondisinya.
Camila sangat tersentuh dengan kesetiaan Ayah Xander yang terus mendampingi Ibu Ani. Camila juga merasa prihatin dan kasian dengan Ibu Ani dengan banyak alat terpasang ditubuhnya.
Camila lalu menoleh ke Xander dan mendapati matanya mulai berkaca-kaca lagi, ia kemudian diam-diam menyentuh jemari Xander lalu menggenggamnya erat berusaha menenangkan Xander.
Tersadar dengan itu Xander kemudian menoleh pada Camila yang di sambut senyum kecilnya.
Bu, perempuan yang mengenggamku sekarang di depanmu ini , semoga kelak aku bisa menikahinya dengan cepat, ku harap Ibu akan cepat sembuh.
__ADS_1
SERSAMBUNG...