Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Belum saatnya


__ADS_3

Malam itu hujan deras turun ketika Xander dan Camila masih dalam perjalanan.


"Camila, apa kita sekalian cari restoran untuk dinner?? kamu pasti sudah lapar" tawar Xander


Camila sebenarnya sudah lapar tapi mengingat dirinya yang acak-acakan dan belum berganti pakaian ia malu jika nanti orang-orang akan memperhatikan penampilannya apa lagi berjalan dengan lelaki tampan seperti Xander.


Bisa-bisa orang akan menghinaku


"hmmm gimana kalau kita makan di rumahku? aku akan memasak untukmu" ucap Camila dan menyipitkan kedua matanya menggoda Xander


Sesekali Xander melirik Camila sambil tersenyum "waa.. memangnya kamu akan memasak apa untukku??"


Mendengar itu Camila kaget karena ia sama sekali tidak ahli dalam memasak.


apa ia serius?? aku barusan hanya bercanda


Camila terdiam sejenak memikirkan kira-kira apa yang paling gampang dilakukan di dapur


"itu, hmmm mie?? telur?? nasi goreng?? " pertanyaan itu keluar dari mulut Camila dengan suara yang pelan dan penuh hati-hati karena merasa malu akan ketahuan tidak bisa memasak


Xander seketika tertawa kecil dengan tawaran Camila dengan caranya begitu manis


"apa aja boleh" jawab Xander santai


"nggak... nggak... tadi aku cuma bercanda" Camila menutupi rasa malunya dengan tertawa kecil mengucapkannya "bibi pasti masak banyak kok di rumahku, jadi kita tinggal makan"


Mendengar itu Xander mengelus kepala Camila dengan tangan kirinya dan menggeleng-gelengkan kepalanya "Camila.. camila"


Camila kemudian memegang tangan Xander di atas kepalanya dan menurunkan lalu menggenggamnya.


Berada disisi lelaki ini membuatku nyaman, untung saja aku tidak terlambat jatuh cinta padanya.


"Xander, soal Rehan tolong jangan bilang ke Kak Jacson ya"


"hmm iya" Xander mengangguk pelan


*****


Jacson turun dari kamarnya dan menuju ruang makan, terlihat bibi sibuk menyiapkan makanan dan minuman disana.


"Bi, Camila kemana? mobilnya ada atau di jemput siapa??" Tanya Jacson pada Bibi


"Belum, nona Camila belum datang, tadi supir yang bawa mobil nona Camila pulang"


"oww gitu, makasih Bi"


kemana tu bocah? biasanya pulang mandi dulu baru keluar. apa mungkin pergi sama Xander?? baguslah kalau begitu


Jacson lalu makan, saat sedang menikmati makanannya terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah. Tak lama kemudian suara Camila terdengar dari ruang tamu


"kak? kak Jacson?"


"ya" jawab singkat Jacson


Mendengar suara Jacson dari ruang makan Camila mengajak serta Xander


"ayooo"


Jacson berbalik dari kursinya menyambut kedatangan Camila dan Xander dengan mengejeknya


"waaaa.. yang lagi di mabuk cinta, terlalu cepet kalian pulangnya hehehe.... " Jacson tertawa

__ADS_1


"apaa ? nggak jelas" Xander mengerutkan dahinya menerima ejekan temannya itu


"tau ni kak jacson, ayo silahkan duduk Xander" ajak Camila dan menarik kursi di samping Jacson untuk Xander tempati


Camila kemudian ke dapur mengambil piring dan gelas


"oii.. dari mana??" tanya Jacson penasaran pada Xander


"dari rumah Rehan"


"ha?? " Jacson kaget mendengarnya


"ustt!! pelankan suaramu, kemarin memang bener yang kamu liat di Zendaya itu memang Jesi aku juga liat dan memang dia datang menjenguk Rehan"


Jacson menggeleng-gelengkan kepalanya " waa.. kenapa Jesi seperti itu?? licik banget, nggak bisa di diamin ni, tapi kenapa kamu bisa tau ia menjenguk Rehan??"


"udah nggak usah tau, intinya aku liat Rehan keluar dari ZH"


"jangan-jangan kamu udah ngamuk lagi di Rehan tadi"


"diam!!" Xander mengode Jacson dengan melirik ke Camila yang berjalan ke arah mereka


"serius amat ngobrolnya, ngobrolin apa si" tanya Camila santai sambil menaruh nasi dan lauk di piring dan memberikannya ke Xander "silahkan"


"ee Camila......." Jacson bicara namun Xander cepat memukul tangannya "kenapa??" sambung Jacson kesal


"jangan bilang ke Camila dulu nanti dia jadi kepikiran" bisik Xander di telinga Jacson


Melihat tingkah Xander dan Jacson membuat Camila penasaran


"kenapa si??"


Untuk meyakinkan Camila Xander membenarkan perkataan Jacson "aa.. iya, kamu mandi aja dulu"


Camila terdiam menatap Xander dan Jacson


apa aku bau ya? belum mandi-mandi. jadi malu gini padahal dadi tadi aku lapar


"ag, iya kalau gitu, aku.. aku mandi dulu " Camila kemudian mengambil tasnya dimeja "Xander kamu makan aja duluan, nggak usah nunggu aku oke!" Camila segera pergi


Xander dan Jacson mengangguk dan tersenyum, mata mereka mengikuti Camila naik di tangga untuk memastikam Camila benar-benar naik ke kamarnya.


"jadi gimana ceritanya Camila sampai di rumah Rehan? apa ada hubungannya dengan Jesi? tapi Rehan nggak ngapa-ngapain Camilakan?? dan bagaimana bisa kamu rau Camila di sana??" Jacson mencecar Xander dengan pertanyaan yang dari tadi menganggu pikirannya


"Camila nggak kenapa-napa" Xander berbohong


"intinya kayanya Jesi dan Rehan kerjasama, tapi aku bingung kenapa Jesi bisa begitu?? trus apa yang didapatin Jesi dari itu?? persahabatan macam apa mereka seperti itu, membahayakan sahabat sendiri"


"kita bisa selidiki bersama, tapi benar yang kamu bilang tadi, Camila nggak boleh tau dulu"


"udah tenang aja, akan ada waktu yang tepat ngomongin ke Camila, harus tau dulu maksud Jesi kerjasama dengan Rehan itu apa?? "


Jacson tertawa menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setujuh dengan perkataan Xander


"gimana aku bisa tenang?? kalau ada apa-apa terjadi sama Camila dan Jesi bisa saja mencelakai Camila besok atau lusa, belum lagi Rehan" Jacson terlihat gelisah sementara Xander tetap tenang melanjutkan makan.


"nanti aku yang mengurusnya" ucap Xander


"iya nanti, nanti kapan?? caranya??" Jacson menatap Xander dengan penuh tanya. Namun tidak ada jawaban yang kekuar dari mulut Xander.


Jacson kemudian menuang segelas air untuk Xander

__ADS_1


"Bos, jagain Camila ya"


"iyalah, masak aku nggak jagain calon istriku"


Jacson spontan menepuk pundak Xander "nggak salah emang aku jodohin kamu sama Camila, tapi serius ya kalo ada apa-apa bilang, aku akan ikut caramu"


"iya....."


Setelah Xander makan tidak lama kemudian Camila turun dan langsung menuju ruang makan. Xander dan Jacson hanya diam-diam melihat Camila


kenapa lagi mereka?? apa mereka mencium parfumku??


Camila juga hanya diam dan mulai menyendok nasi dan lauk ke piringnya lalu duduk dan makan.


Ada 3 orang disana tapi ruangan itu hening tidak ada suara mereka hanya terdengar sesekali bunyi sendok Camila.


"ngapain di rumah pake parfum?" tegur Jacson memecah keheningan


Camila hanya cuek menjawab singkat "suka-suka aku"


"cepet makan, Xander mau pulang" tegur Jacson lagi


yang hanya dibalas anggukan oleh Camila


Xander hanya tertawa kecil


Camila terlihat sangat menikmati makanannya, Xander terus memandang perempuan itu dari tadi yang tepat berada di depannya. Xander tidak menyadari dari tadi Jacson memperhatikannya.


pemandangan ini seperti terulang lagi 4 tahun lalu saat pertama kali Xander melihat adikku. Caranya menatap adikku memang beda. Pasangan yang serasi


Tidak lama kemudian Camila telah selesai makan


"Xander kamu mau langsung ke Zendaya?" tanya Camila


"iya.. kalau begitu aku pulang ya"


"hati-hati salam sama Ibu dan Ayahmu, besok sepulang kerja aku kesana" ucap Jacson


"oke... terima kasih"


Mereka bertiga pun beranjak dan berjalan ke depan mengantar Xander.


Jacson berhenti di teras sementara Camila menemani Xander sampai ke mobilnya di parkiran


"hati-hati, terima kasih" ucap Camila


"iya, terima kasih juga" Xander memeluk Camila "jaga diri"


Camila melingkarkan kedua tangannya pada Xander


"iya...."


"Jangan ke Rehan lagi, oke..."


"siap hehe"


Xander melepas pelukannya dan mengusap lembut rambut Camila "aku pulang ya" Xander kemudian masuk ke dalam mobilnya


Camila melambaikan tangannya, ia kembali kedalam rumah setelah Mobil itu keluar dari gerbang.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2