
JACSON
Camila tau pasti Jacson sudah terlelap tapi ia tetap tidak tenang dengan luka lebam di wajah Jacson. Setelah berganti pakaian ia kemudian keluar dari kamar dan menuju yang bersampingan dengan kamar Jacson.
tok!! tok!!
"kak?? kak Jacson?" Camila memanggil dengan sedikit berbisik, ia berharap Jacson akan terbangun "kak Jacson??"
Camila kemudian mencoba memegang gagang pintu dan memutarnya ternyata tidak di kunci, Camila kemudian masuk. Hanya lampu tidur yang menyala ia lalu berjalan pelan menghampiri Jacson yang terlelap dan duduk di sisi kanan ujung ranjang.
Camila mengamati setiap lebam di wajah Jacson, dan sesekali menggoyangkan tubuhnya ke kiri agar bisa mengecek semua luka Jacson.
Andai aku punya kekuatan aku akan membereskan sendiri masalahku, Rey sangat jahat!!!
Jacson tersadar,
"apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Jacson masih menyipitkan matanya menerima sinar lampu tidur
"kak apa kamu nggak sakit?? apa ada bagian lain yang sakit??" Camila menyentuh wajah Jacson
Jacson kemudian memegang tangan Camila dan ia bangun lalu duduk berhadapan Camila
"nggak apa-apa, sana tidur Camila"
__ADS_1
Camila menggeleng-gelengkan kepalanya
"nggak mau, aku takut kak" Camila menunduk
"heiii.... kenapa lagi?? " ucap Jacson
" jangan berkelahi lagi aku takut, aku takut Rey akan muncul lagi dan membalas. Aku takut kakak kenapa-napa" Camila menitihkan air mata
Camila sangat khawatir jika terjadi sesuatu hal yang buruk pada kakaknya. Mengingat pada saat itu melihat anak buah Rehan sangat banyak di rumahnya.
"heii..... jangan menangis" Jacson memegang dagu Camila dan menghapus air matanya "justru aku yang khawatir jika Rehan terus menghubungimu dan dengan cara apapun aku melindungimu" Sambungnya lalu ia memeluk Camila
"tapi kak, aku nggak mau kakak berurusan dengan lelaki jahat itu" ucap Camila mempererat memeluk kakaknya
"sssttt!!! iya iya, udah jangan nangis lagi" Jacson berusaha menenangkan Camila
"sana tidur" ucap Jacson
"hmmmm sebenarnya Camila mau bilang sesuatu juga" Nampak jelas Camila merasa ragu dan takut
"katakanlah" ucap Jacson santai
"kak aku belum siap nikah, aku masih sangat muda, masi kuliah dan masih pengen bebas" Camila memasang wajah memelas pada kakakknya
Mendengar itu Jacson mengirup nafas dalam-dalam merasa kecewa dengan pernyataan adiknya
__ADS_1
"ini udah jam berapa kamu belum tidur, sana tidur ini bukan waktunya ngomongin itu" Jacson sedikit emosi, ia sengaja mengalihkan dan memilih tidak membahas itu.
"Tapi kak, tolonglah" Camila semakin memelas dahinya mengerut matanya berkaca-kaca
"Camila!! sana tidur" Suara Jacson kali ini agak meninggi membuat Camila takut, Jacson turun dari temoat tidur dan mengambil gelas yang telah terisi air dan meminumnya.
*Camila merusak moodku saja, bagaimana bisa tidur begini ia baru saja mengatakan hal yang tidak ku sukai.
Apa Xander nggak pernah berhasil memikat hati Camila?? padahal sudah banyak kesempatan aki membiarkan mereka berdua untuk mengobrol*
"Kak aku tidur di sini ya?" Camila tiba-tiba mengatakan itu dan langsung berbaring di tempat tidur itu
Jacson menggeleng-gelengkan kepalanya dan segera menaruh gelasnya di meja dan menghampiri Camila "Bangun!! kembali ke kamarmu"
"nggak mau, memangnya kenapa kan cuma tidur aja" Camila seperti itu karena ingin berusaha membujuk kakaknya agar pernikahan itu tidak di laksanakan
"tetap nggak boleh, sana tidur di kamarmu. Kita udah dewasa udah nggak boleh tidur sama" usir Jacson dan menarik tangan Camila untuk bangun
"iwssss aku juga tau kelesss, iya iya aku balik ni tapi perkataanku tadi tolong ya kak sebaiknya di pikirkan lagi, kasian adikmu ini masih kecil belum tau apa-apa mengenai pernikahan" Camila berdiri mengibaskan tangannya, ia memasang wajah manis berusaha membujuk Jacson tapi tidak di hiraukan sama sekali.
"aku balik ya kak
aku sayang sekali kakakku " ejek Camila menjulurkan lidahnya
Camila kemudian berbalik dan keluar dari kamar Jacson.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........