
Masih sangat subuh ibu Ani bangun dan menuju dapur untuk memasak banyak menu kesukaan keluarganya, makanan itu akan di bawah ke rumah Xander anak satu-satunya agar mereka bisa sarapan bersama. Hal ini merupakan kegiatan yang sering dilakukannya untuk tetap memperhatikan anaknya.
Ibu Ani beumur sekitar 55an tahun, badannya sedikit kurus dan karena penyakit jantung beliau kebanyakan menghabiskan waktunya di rumah.
Namun di dapur ini jemari-jemarinya masih telaten memasak meski Art terus mendampinginya.
Setelah selesai, dibangunkanlah suaminya untuk segera bersiap-siap. Saat mereka keluar dari dalam rumah tepat di teras, Ibu Ani merasakan sedikit sakit di dadanya ia hanya memegang dadanya dan mengelus-mengelusnya
mungkin karena agak kelelahan tadi
suami siaga yakni Tuan Lois yang begitu sayang padanya segera menggenggam erat tangan istrinya dan menuntunnya ke mobil. Tuan Lois mengerti betul kondisi istrinya
Setiap bepergian mereka akan ditemani supir dan 1 perawat pribadinya.
Sepanjang perjalanan di dalam mobil Ibu Ani sudah terlihat baik-baik saja
"Obat di dalam tas kecil" ucap senyum Tuan Lois pada Istrinya.
"iyaa sayang, aku sudah tau..." membalas senyum suaminya
Ia begitu perhatian sampai obat-obatan istrinya selalu di siapkannya bila akan bepergian bersama meski ada perawat khusus di rumahnya ia berusaha tetap menjadi suami yang baik di masa-masa tua mereka, Mereka sangat romantis terlebih setelah Ibu Ani sakit.
"Semuanya telah kita miliki tapi belum cukup, aku ingin sekali Xander lebih cepat lagi menikahi Camila dengan begitu kita memiliki cucu. seperti di film-film kakek dan nenek akan bermain-main dengan cucunya menghabiskan masa tua mereka"
Pernyataan yang begitu tulus dikatakan Ibu Ani dengan mata yang berkaca-kaca membuat Tuan Lois terenyuh dan langsung mengeratkan genggamannya pada istrinya
"bersabarlah sedikit lagi semoga akhir tahun mereka menikah" Balas Tuan Lois sambil mengelus pergelangan tangan Ibu Ani
__ADS_1
Sesampainya di sana mereka berdua keluar dari dalam mobil dan di sambut bodyguard dan art lainnya di depan pintu sementara makanan-makanan di mobil segera di ambil oleh Bi' Ren
Xander yang mengetahui kedatangan orangtuanya segera menuruni tangga dan menyambutnya
"Selamat pagi Bu, ayah" sambut Xander dengan penuh semangat, lalu menyalam dan memeluknya bergantian.
Bukannya senang di sambut, Ibu Ani malah kaget dengan perban di dahi Xander dan beberapa lebam lainnya di wajahnya
"aduw nak, kenapa lagi kamu?? berkelahi dengan siapa lagi?" Ibu Ani terlihat sangat khwatir mendekati dan menyentuh wajah Xander
Meski kaget juga tapi Tuan Lois hanya tersenyum dan menepuk pundak anaknya "hebat... persis Ayah dulu, kamu tidak pernah berubah selalu berkelahi, sudahlah Bu tidak usah khawatir biasalah anak muda" mengode Xander untuk ikut senyum
Tuan Lois dan Xander selalu kompak akan terlihat tenang di depan Ibu Ani saat ada masalah, hal itu di lakukan agar Ibu Ani tidak selalu mengkhawatirkan mereka demi kesehatannya.
Xander mengangguk senang dengan perkataan Ayahnya "Bener bu, anak muda" sembari tertawa kecil bersama Ayahnya
"bagaimana kabar Ibu dan Ayah?" Xander mengalihkan
"Seperti yang kamu liat, Ibu dan Ayah baik-baik saja" Ucap Ibu Ani masih sedikit kesal, lalu berjalan duluan ke taman.
Di taman, Ibu Ani dan beberapa art mempersiapkan sarapan di meja khusus. Sementara Xander dan ayahnya duduk di ruang tamu mengobrol.
"kenapa wajahmu? berkelahi dengan siapa?" tanya Tuan Lois penasaran
"Berkelahi dengan Rehan salah satu teman di club, hmmmm karena..... ah! Karena aku tidak menyukai caranya menuangkan wine di cawanku"
Xander tersenyum dengan menggaruk kepalanya merasa aneh dengan jawabannya sendiri yang tidak masuk di akal
__ADS_1
Tuan Lois tertawa ia sadar bahwa anaknya itu sedang mengarang cerita lagi.
"ya sudah, tetap berhati-hati dalam bergaul"
"siap ayah" ucap Xander semangat
"Bagaimana dengan pekerjaanmu? aman??" tanya Tuan Lois
"Aman ayah"
"lalu bagaimana dengan Camila? bisakah pernikahanmu di percepat lagi? apa yang perlu di tunggu lagi?"
Tuan Lois melontarkan pertanyaan itu karena mengingat pernyataan istrinya di mobil tadi.
Menanggapi pertanyaan Ayahnya, Xander sedikit takut untuk berterus terang bahwa ia juga masih bingung dengan perasaan Camila, meski kedua keluarga itu sudah bertemu dan membicarakannya tapi Camila hanya diam saja pada saat itu.
"hmm.. aku akan usahakan Ayah"
"baiklah kalau begitu, tapi jangan sampai jatuh ke tangan orang lain" ucap Tuan Lois bercanda "ayo kita ke taman, Ibumu membawa menu kesukaan kita"
Sesampainya di sana Xander sangat senang melihat semua menu kesukaannya, ia lalu menarik kursi dan duduk "terima kasih bu banyak sekali makanannya"
"iya sayang, makanlah yang banyak" Ucap Ibunya sambil menyendok makanan ke piring Xander dan Tuan Lois
Mereka pun makan bersama.
BERSAMBUNG....
__ADS_1