
XANDER
Xander menyetir mobilnya dengan sangat laju dan menyalip mobil - mobil yang ada di depannya, Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu lagi. Ia tidak rela ada lelaki yang menyakiti Camila.
Sesampainya Xander di Luxury club ia langsung memarkir mobilnya dan masuk ke dalam mencari Rehan.
Rehan sedang menikmati malam minggu dengan berkumpul bersama teman-tamannya dan ditemani dengan wanita-wanita penghibur dalam 1 ruangan khusus di club itu.
Xander terus mencari dimana Rehan di setiap sudut dan mengecek setiap ruangan yang seharusnya tidak sembarangan orang memasukinya jika sudah di booking tapi ia sudah tidak bisa lagi menahan emosinya
1 ruangan terakhir yang belum ia cek lantai 2 sudut paling kiri melewati lorong-lorong, ia sangat berharap ia bisa menemukan Rehan di sana.
Sesampainya di sana ia langsung ia di cegat 2 orang mungkin bodyguard Rehan di pintu.
"maaf, anda tidak bisa masuk" kata salah 1 pria itu, mereka menghadang di pintu saat Xander melangkakan kakinya mendekati mereka.
"ya?? aku tidak mendengar??" Xander beralasan dan mengode kedua pria itu untuk lebih dekat dengannya, saat kedua pria itu mendekat akan mengulangi perkataannya Xander langsung menghujamnya dengan tendangan dan pukulan hingga mereka terjatuh ke lantai tidak berdaya.
Xander langsung mengambil ancang-ancang dan menendang kuat pintu itu hingga terbuka.
Betapa kagetnya semua orang yang ada dalam ruangan itu, seketika Rehan dan teman-temannya berdiri sementara Wanita-wanita penghibur yang ada di dalam berhamburan lari keluar dari ruangan karena takut.
Teman-teman Rehan tidak bisa menahan emosinya saat Xander maju ke arah Rehan, mereka berjumlah 4 orang hendak menyerang Xander.
"stop!!" teriak Rehan "keluarlah semuanya, ini urusanku" Rehan tertawa
teman-teman Rehan menurut dan keluar. Kini dalam ruangan itu hanya ada Rehan dan Xander yang dipisahkan meja panjang.
"Besar juga nyalimu" Rehan bertepuk tangan mengangguk-angguk memuji Xander dengan tatapan licik.
"kau ingin mati?" Xander berlari dan melompat cepat ke atas meja dan berlari mendapati Rehan dan menendang dadanya sampai terhempas ke sofa.
Xander kemudian bertekuk di samping sofa dan meraih baju Rehan dan menariknya "Berdiri kau!!"
__ADS_1
"waaa!!Hanya seperti itu kekuatanmu??" Rehan menepis kuat tangan Xander yang masih memegang bajunya dan membalas memukul rahang Xander lalu mendorongnya ke meja hingga pinggangnya terbentur di sudut meja
"ahh!!!!" ringis Xander terjatuh ke lantai
Rehan memiliki peluang besar bisa menghantamnya tapi ia mala duduk di sofa menunggu Xander berdiri.
"jangan datang jika tidak siap berkelahi denganku, ayo bangun" ucap santai Rehan sambil meregangkan tangan dan lehernya ke kiri dan ke kanan.
Xander memaksa berdiri ia tidak bisa memungkiri pinggangnya yang terbentur itu sangat sakit.
Saat Xander baru saja berdiri, Rehan beranjak dari sofa dan meraih botol wine di meja dan melempar keras ke wajah Xander hingga pecah. Seketika Xander kembali jatuh dan darah segar mengalir dari dahinya.
"sangat menyakitkan bukan????" Rehan lalu duduk di atas meja menyalakan rokoknya dan merokok "5 menit kau tak bangun akan ku habisi kau" sambungnya
lemparan botol itu membuat kepala Xander pusing dan ia memegang dahinya mengusap darah yang semakin banyak keluar. Ia harus segera bangun dari lantai itu kalau tidak Rehan bisa saja membuatnya mati konyol.
Xander memaksakan diri bangun dan masih duduk di lantai dengan tangannya mengusap-usap darah yang mengalir.
"heii??? " Rehan membuang rokoknya ke lantai dan melangkakan kaki mendekati Xander yang masih duduk di lantai " apa kau baik-baik saja??? darahnya sangat banyak" Rehan tertawa licik mendongak ke langit-langit ia merasa puas bisa menyiksa Xander.
Xander berkesempatan dan segera berdiri lalu memukul Wajah Rehan dan menendangnya, Xander tidak memberi kesempatan sama sekali Rehan untuk bertahan ia terus menghujami Pukulan di pipi kiri kanan Rehan.
Kedua tangan Xander kemudian mencekik leher Rehan dengan keras hingga Rehan sulit bernafas
"jangan pernah menyakiti Camila, jangan pernah mengancamnya!! aku mengalah untuk bekerja sama dengan Tuhan Handi, bekerjasamalah dengannya dan jangan pernah kembali Mengusik Camila" Xander kemudian mendorong Rehan hingga jatuh ke lantai.
Rehan meringis di lantai dengan memegang lehernya yang masih sakit, Lehernya tampak memerah akibat cekikan kuat Xander.
Xander kemudian meraih Botol wine yang masih terisi setengah wine lalu meneguknya hingga habis dan melempar Botol itu tepat di wajah Rehan.
"impas!!! darahnya sangat banyak!!" Xander mengejek Rehan yang terkulai lemah di lantai dengan darah keluar dari hidungnya akibat lemparan botol itu.
Rehan masih bisa tertawa diiringi suara meringisnya menahan sakit, tapi ini justru membuat Xander emosi lagi dan segera menendang Rehan membabi buta.
Terdengar ada yang mendobrak pintu dan terbuka lebar. Tampak seorang lelaki yang juga babak belur masuk, ya Jacson rupanya berhasil menaklukkan teman-teman Rehan di luar. Di belakang Jacson sudah ada satpam-satpam datang berlari.
__ADS_1
"Bubar!! Bubar!!!" kata salah 1 satpam itu
Xander berhenti memukul Rehan yang sudah tidak sadarkan diri di lantai.
Satpam - satpam tersebut segera menolong Rehan dan membantunya berdiri dan hendak membawanya ke RS.
"pergilah duluan, cepat sebelum ada orang yang melapor kalian" kata Satpam yang kenal baik pada Xander, satpam itu adalah yang melerai perkelahian Xander dan Rehan di Toilet dulu.
Xander mengangguk lalu meraih 1 botol wine di meja yang masih terisi penuh dan segera menarik Jacson keluar. Mereka segera berlari keluar dari club itu karena semua pengunjung telah mengetahui telah terjadi perkelahian.
Mereka kemudian menyetir mobil masing-masing dan Xander mengikuti Jacson kembali ke arah rumahnya, tapi mereka berhenti di jembatan yang jaraknya masih sekitar 1 kilo dari rumah Jacson.
Mereka keluar dari mobil dan duduk di atas tembok pembatas jembatan. Xander membawa sebotol Wine dengan senyum ia membuangnya ke Jacson dan di tangkap oleh Jacson, mereka berdua tertawa.
"waaa harusnya aku juga mengambilnya di atas meja tadi" ucap Jacson sambil membuka Botol itu.
"wajahmu babak belur" Xander tertawa mengejek Jacson
"waaa.... coba liat juga wajahmu luka, mending-mending aku. liat dahimu masih mengeluarkan sedikit darah" Jacson tertawa membalas ejekan Xander lalu meneguk wine.
Xander tertawa "thank u malam ini bukan aku saja yang luka tapi kamu juga, Camila yang mengatakan inikan padamu, makanya kamu datang tepat waktu di sana sebelum aku menghabisi Rehan"
"kitakan best friend forever" Jacson bercanda, Jacson kemudian memberikan wine itu ke Xander dan mengambil Hp di kantongnya dan segera menelfon Camila vidio call
Dari tadi Camila sudah menunggu kabar dari mereka, Camila tidak berani menghubungi kakaknya duluan dan ketika Hpnya berdering ia sedikit lega melihat telfon vidio call dari kakaknya
Camila sangat kaget melihat wajah kedua lelaki itu
"ya ampun kak" Camila sangat panik
"nggak apa-apa ke sini cepat!! di jembatan. suruh supir mengantarmu, jangan ke sini sendirian, oke!!" ancam Jacson dan segera mengakhiri vidio call itu.
Camila menurut, ia segera bergegas dan tidak lupa membawa kotak p3k.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1