Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Emosi


__ADS_3

Kedua keluarga tersebut sangat akrab, Setiap pembicaraan selalu sisipi dengan tawa. Tapi beda halnya dengan Camila dan Xander mereka hanya sesekali memaksa diri ikut tersenyum.


Tidak terasa waktu cepat berlalu sudah jam 11 lewat, orangtua Xander pun pamit. Sementara Xander masih tinggal dan berpindah mengobrol di teras kolam bersama Camila.


Orangtua Camila sudah ke kamar hendak tidur dan Jacson memilih untuk kembali ke kamarnya dan memberi Xander dan Camila kesempatan untuk mengobrol berdua.


Mereka berjalan mengelilingi tepi kolam itu, bagi Xander ini adalah waktu yang tepat membahas mengenai foto itu.


"Camila?" Xander menghentikan langkahnya


"Ya..." Camila berhenti dan menoleh ke Xander


Xander masih menahan niatnya dan hanya diam menatap Camila


"Kenapa?" Tanya Camila penasaran


"Hmmm tadi malam kamu ketemu Rehankan?" Xander memberanikan diri bertanya


Camila berbalik dan melanjutkan langkahnya, ia kaget dan tidak menyangkah xander bertanya seperti itu


Bagaimana ia bisa tahu? bagaimana ini?


"Heiii... jawab!!" Xander bergegas mengikuti langkah Camila yang semakin cepat.


Camila tiba-tiba berhenti hingga Xander menabrak belakang Camila yang membuatnya kaget


"Tetap seperti ini" Xander membiarkan tubuhnya tetap bersentuhan dengan punggung Camila "jawab pertanyaanku tadi" sambung Xander


Camila tidak berani bergerak


Jangan sampai ia menarikku lagi, bagaimana ini?


Menunggu Jawaban Camila, Xander akhirnya sedikit menyondongkan kepalanya ke sisi kanan Camila dan berbisik di telinga Camila


"Apa kamu tidak mendengarku, aku menyuruhmu menjawab"


Camila menutup mata tidak berani menoleh, ia semakin gemetar nafas Xander sangat terasa ditelinganya.


"Biarkan aku melangkah, aku akan menjawabmu" tawar Camila


"Oke!!" Jawab Xander


Sekejap Camila berlari masuk ke dalam rumah naik di tangga dan masuk di kamarnya.


Camila ... Camila ...

__ADS_1


Xander tau apa yang harus di lakukan, ya menelfon Jacson untuk menyuruh Camila kembali turun menemuinya.


Tidak butuh waktu lama bagi Xander menunggu Camila, Perempuan itu terlihat menuruni tangga dan segera menghampiri Xander dengan wajah yang kesal.


"Kenapa kamu melaporku??" Camila berdiri didepan Xander dengan kedua tangannya bertolak pinggang


"Hmmmm" Xander mengangguk menahan tawanya


"Isss menyebalkan!!"


Xander kemudian melangkah mendekati Camila


"Mau apa?? Jangan menyentuhku!!" Camila dengan sigap menahan Xander yang semakin mendekat.


semakin mendekat hingga Camila tidak bisa bergerak.


"pinjam Hpmu" Xander ternyata mendekat agar bisa mengambil Hp Camila di kantong belakang jeansnya


"heiiii ... Hpku" Camila mencoba merampasnya kembali


"diam!!" Seketika Wajah Xander berubah serius sehingga Camila mundur dan hanya terdiam pasrah


Benar tebakan Xander memang Rehan yang menghubunginya. Xander mulai membaca semua pesan Rehan yang isinya hampir semua kalimat-kalimat ancaman.


Sambil membaca pesan-pesan itu sesekali Xander melirik Camila yang hanya terdiam.


Xander kemudian menelfonnya memakai HP Camila dan menyalakan speakernya


"hallooo Camila sayang" Sambut Rehan


"Dimana kau???" Xander bertanya dengan suara yang jelas marah


"Siapa kau?? mana Camila?? Camila!! jangan coba-coba mempermainkan aku!! " Teriak Rehan


"Dimana kau?? kau tak perlu mencari Camila, cepat katakan dimana kau???" Xander semakin emosi


Rehan tertawa "luxury club"


Karena takut Camila segera memegang tangan Xander dan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia berkata jangan jangan!! dengan suara yang sangat pelan bertanda ia tidak ingin bermasalah dengan Rehan.


Xander tidak peduli


"tunggu di sana!!!" ucap Xander dan menutup telfon lalu mengembalikan HP itu pada Camila.


ia segera pergi.

__ADS_1


"mau kemana??" Camila mengejar Xander keluar dari pintu rumahnya "aku ikut"


Xander tidak menghiraukan Camila dan segera masuk ke dalam mobil lalu pergi.


Camila sangat cemas


aku harus bagaimana? kak jacson? iya kak Jacson


Camila kemudian berlari masuk ke dalam rumah dan naik ke atas ia mengetuk pelan pintu kamar Jacson agar orangtuanya tidak mendengar.


"kak Jacson, kak" panggilnya sambil mengetuk pintu Jacson


Jacson kemudian keluar dengan santai "kenapa? Xander mana?" Jacson melihat ke bawah lantai 1 mencari-cari Xander


"kak tolong, itu.... " Camila tidak tau mau mulai berbicara apa ia takut kakaknya marah kalau ia menyebut nama Rehan.


"iya apa???"


"Xander ke luxury club, pokoknya kakak harus kesana, ayo kak kita ke sana" desak Camila


"tenang, bicara yang jelas" Jacson tidak mengerti maksud Camila


"jangan marah" Camila memegang tangan Jacson


"iya, apa? "


" Xander ke sana akan bertemu dengan Rehan, aku takut Xander kenapa-napa"


Jacson sudah tahu seperti apa Xander di club Jika tidak bisa menahan emosinya.


"Tinggallah, aku akan ke sana" Jacson segera masuk di kamarnya dan berganti pakaian, beberapa menit kemudian ia keluar sementara Camila masih menunggunya di depan kamarnya


"Kak aku ikut" Camila mengikuti Jacson menuruni tangga


"nggak!! masuk ke kamarmu, cepat!!!" Jacson menunjuk menyuruhnya segera ke kamarnya


Jacson kemudian berlari keluar rumah dan pergi mengendarai mobilnya.


Camila menghentikan langkahnya dan menangis, ia kemudian berbalik lagi naik ke atas dan masuk ke kamarnya.


aku hanya ingin memastikan tidak terjadi apa-apa di sana, aku juga takut kak Jacson berkelahi lagi dengan lelaki jahat itu.


Aku sangat membencimu Rey!!!


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2