
Xander naik ke lantai 2 menghampiri Jacson dan disana sudah ada Jesi bersamanya.
"dari mana?" tanya jacson yang mulai panik juga mencari adiknya dari tadi bersama Jesi. Ia tau bagaimana laki-laki di club tersebut dan khawatir jangan sampai terjadi sesuatu pada adiknya sehingga tiba-tiba menghilang.
"kenapa pelipismu?" tanya Jacson lagi
"Nggak ada apa-apa, tadi ngantri di toilet ada yang mendahuluiku jadi aku memukulnya" ucap Xander bercanda
Jacson sudah tau sifat Xander kadang berbohong untuk membuat orang- orang disekitarnya tidak panik. Jadi ia hanya menatap tajam Xander.
Buru-buru Jesi mengambil tissue di meja dan mengelap sedikit darah yang keluar di lukanya itu.
"nggak usah, nggak apa apa" Xander menepis pelan tangan Jesi
"sorry" Jesi salah tingkah
"apa kakak tau Camila dimana? tas dan Hpnya di tinggal di meja begitu saja"
Xander kemudian duduk terdiam sejenak dan merai wine kemudian meminumnya
" liat Camila nggak?" Tanya Jacson
"nggak
"apa terjadi sesuatu???" tanya Jacson lagi
"nggak"
Dari ujung tangga belakang Jacson, Camila muncul dan menghampiri mereka
"hey" sapa Camila dengan wajah tenang seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa
"mil kamu dari mana?" Jesi segera beranjak dan memegang tangan Camila
"tadi cuma keliling liat tempat ini" ia berbohong.
Camila mulai senyum ke kakaknya "oiiii kenapa bengong?"
"kirain kamu kenapa-napa" Jacson merangkul pundak Camila
Sementara Xander tetap duduk dan hanya menatap Camila dari tadi.
"Oiii" Jacson menginjak sepatu Xander mengode melirikkan mata ke adiknya pertanda ia ingin Xander menyapa adiknya.
Tapi Xander hanya menatap Camila dan menaikkan alis kanan dan hanya di sambut senyum tipis oleh Camila
sok cool
__ADS_1
"Jes ayo pulang" Camila menarik paksa Jesi
"mil jangan dulu" Jesi menolak
ini adalah kesempatan langkah bagi jesi dapat melihat Xander sedekat ini.
aku sangat menginginkannya
"ayo jes, kok bengong?" Camila menariknya paksa
"pulang duluan ya kak" ucap singkat Camila pada kakaknya dan mereka segera berbalik menuju tangga
" mil!! heii mil!!" Jacson berteriak berusaha menghentikan langkah Camila tapi tidak dihiraukan.
Jacson hanya membuang nafasnya pasrah dan duduk kembali di depan Xander.
"sebenarnya kamu tertarik dengan adikku atau??"
Jacson meminta jawaban Xander tapi pandangan Xander sibuk mengikuti langkah Camila ke bawa tangga hingga berakhir di pintu keluar.
"tadi bilang apa?" Xander kemudian bertanya karena tidak terlalu mendengar perkataan Jacson barusan.
"tadi Camila disini kamu nggak ngajakin bicara sekarang dia turun matamu mengikutinya" jelas Jacson mulai kesal.
Xander hanya tertawa melihat ekspresinya
"dari dulu aku usahain biar kamu nanti bisa nikah dengan adikku" Jacson sedikit emosi "kamu menyukai Camilakan??" sambungnya
"hmmmm" disertai dengan anggukan kecil mengiyakan pertanyaan Jacson " eeeee kenapa kamu atur jadwal makan malam dan nggak bilang apa-apa dulu??"
"udah tenang aja, biar aku yang ngatur semua"
Jawab Jacson begitu mantap.
"yang penting udah jelas kamu memang menyukai adikku" Jacson mulai tersenyum dan mengangkat kedua alisnya seolah mengiyakan pernyataannya memang benar pada xander sambil menuangkan minuman ke gelas lalu mereka bersulang
****
Camila menyetir mobil dengan sangat laju dan membuat Jesi sedikit ketakutan
" jangan terlalu laju mil"
Camila hanya diam dan mengabaikan Jesi
" kenapa si?? klo ada apa-apa ya bilang" ucap Jesi sambil memegang pundak Camila berusaha menenangkan Camila
"mau gantian nyetir?" sambungnya
__ADS_1
"nggak usah, tadi aku ketemu Rehan dan nggak sengaja tumpahin minuman di bajunya"
Mendengar hal itu Jesi kaget, bagaimana tidak ia sangat tau karakter Laki-laki itu. Rehan akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau sampai keadaan Camila selalu di usik beberapa tahun lalu.
"trus? trus? gimana? kenapa nggak ngasi tau pas kejadian tadi?"
"hmmm" Camila enggan bercerita dan hanya fokus menyetir
"ya udah klo nggak mau cerita yang penting kamu nggak kenapa-napa, lain kali klo ada apa-apa bilang dong, tadi aku terpaksa nyamperin kak Jacson dan kita cari kamu, kakakmu nggak pernah berubah ya sayang banget sama kamu, tadi tu keliatan banget tadi dia panik".
menanggapi hal tersebut Camila hanya mengangguk pelan
Inilah karakter Camila yang tidak disukai jesi dari dulu bila ada masalah menyangkut dirinya akan sulit baginya untuk bercerita tapi sangat berbeda jika merasa senang maka ia akan bercerita semua kesenangannya walaupun tidak ditanya.
apa mungkin ada hubungannya pelipis Xander luka dengan menghilangnya Camila tiba-tiba tadi? hmm.. apa jangan-jangan ia luka karena berkelahi dengan Rehan??
Dering telfon berbunyi dan Jesi yang mengambilnya dari tas Camila.
"mil nomer baru? ku angkat ya"
"jangan"
dering HPnya semakin membuat mereka sangat terganggu
"Mil aku ngangkat aja ya, sempat penting"
"iya, speaker aja?
"halo dengan siapa?"
Terdengar dari dalam telfon suara bising, ya itu jacson
"ini nomer Xander save, bye"
Jacson langsung menutup telfon.
Camila hanya melirik Jesi dengan menaikkan kedua bahunya pertanda ia pun tidak mengerti maksud kakaknya itu.
Sepanjang jalan itu mereka berdua tidak berbicara Sementara pikiran Jesi kemana-mana.
sepertinya aku mulai cemburu denganmu Camila
"mil kamu suka nggak sama Xander?" Jesi bertanya dengan begitu tenang agar pertanyaannya itu tidak mencurigakan Camila.
"nggak, nggak sama sekali"
syukurlah, ini bisa jadi kesempatanku
__ADS_1
BERSAMBUNG.....