Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak

Menikah dengan Lelaki Pilihan Kakak
Dita Beraksi


__ADS_3

Subuh jam setengah 6 Xander bersiap-siap ke kantor meski kantornya tidak terlalu jauh dari rumahnya tapi untuk menghindari macetnya Ibu kota dan memang ia berusaha agar tiap hari tepat waktu datang di kantor


Ketika ia bercermin dan mulai memasang dasinya HpNya berdering, itu telfon dari Ibunya.


"Pagi bu, ada apa?" sambut Xander dengan menyalakan speaker HPnya dan kembali fokus memasang dasi dan menata rambutnya


"pagi sayang, ingat ya nanti malam jam 7 dinner di rumah Tuan Gerald, tapi kalau kamu agak telat pulang biar ayah dan ibu duluan ke sana"


"baik bu, terima kasih.... nanti Xander kabari" ucap Xander begitu semangat


sepertinya aku benar-benar telah jatuh cinta pada Camila, aku bahkan senang Ibu mengingatkanku soal ini .


Orangtua Xander dan Orangtua Camila sangat setuju malahan mereka ingin kalau bisa akhir tahun ini Xander dan Camila melangsungkan pernikahan.


Orangtua Jacson sudah sangat mengenal baik Xander, oleh sebab itu ketika Jacson meminta pada orangtuanya untuk bekerja di perusahaan Xander dengan alasan mencari pengalaman sebelum kembali mengurus Zendaya group mereka sangat mengijinkan.


Ditambah lagi ketika Ibu Xander sakit jantung beberapa tahun lalu beliau sering keluar masuk rumah sakit di Zendaya Hospital, Ibu Camila yang menangganinya dan sampai sekarang masih kontrol. Begitulah kedua keluarga itu semakin akrab


****


Seperti biasa di rumah Camila, setiap pagi walaupun mereka sangat sibuk tapi untuk sarapan mereka tetap sama-sama dan sekalian itu adalah waktu tepat juga bagi mereka berkomunikasi sebelum melakukan aktivitas mereka masing-masing.


"Mil nanti pulang jam berapa?" tanya ibunya


"hmmm belum tau Bu" Jawab Camila agak cuek sambil menyendok makanannya karena ia tau pasti ini soal dinner. Jauh-jauh hari Jacson sudah mengatakannya pada Camila dan membujuknya agar menurutinya.


"cepat pulang ya nak" ungkap Ayahnya


"kamu harus di rumah sebelum jam 7, kalau tidak ku jemput paksa kamu ke kampusmu okee okeee" Jacson bercanda dengan sedikit mengancam dengan mengarahkan sendoknya menunjuk-nunjuk Camila


Kedua orangtuanya tersenyum melihatnya, sementara Camila hanya menatap tajam Jacson.


Camila sedang bergulat dengan perasaannya kejadian subuh tadi membuatnya tak bisa memejamkan matanya, ia kini dalam tekanan.

__ADS_1


Rehan tiba-tiba muncul mengangguku lagi seperti tahun -tahun lalu. ini bahkan lebih parah aku bisa gila dibuatnya


Jacson dan Rehan dulu pernah berkelahi karena Rehan selalu mengganggu kehidupan Camila, tapi setelah itu Rehan tidak lagi menganggunya, dan perkelahian mereka tidak ada yang mengetahuinya saat itu selain Camila.


apa Rehan datang lagi karena sudah merasa kuat, anak buahnya bahkan sangat banyak.


Lamunannya di kagetkan oleh kakaknya


"oiiii!!! makan" Teriak jacson di telinganya Camila


seketika Camila kaget


"iwwwisss kak Jacson" Camila jengkel


"sudah-sudah makan cepat" Ibunya menegur


Mereka meneruskan makanannya. Tiba-tiba Camila sudah beranjak dari tempat duduknya dan menyalami orangtuanya dan kakaknya


Orangtua dan kakaknya memakluminya karena memang setiap sarapan ia yang akan berangkat duluan.


Camila menyetir sendirian, dalam perjalanan pikirannya terus melayang-layang. Ia akan berbagi cerita ke siapa, karena Camila sering menyimpan sendiri masalahnya.


aku bingung akan bercerita kepada siapa, Jesi?? aku takut dia khawatir. orangtua?? apalagi mereka. kak Jacson?? aku takut kakakku dan Rehan berkelahi lagi.


Sesampainya di kampus terlihat Jesi sedang menunggunya di teras yang biasa mereka lalui bila ke kelas.


"hiii.... Camila" Jesi menyapanya


"haii..."


Mereka kemudian berjalan ke kelas dan sama sekali tidak membahas masalah tadi subuh.


****

__ADS_1


Xander tengah sibuk membaca beberapa berkas di mejanya lalu Dita masuk dan menginformasikan bahwa ada meeting lanjutan yang kemarin nanti siang jam 2 bersama para staff.


"kenapa hari ini? kenapa baru menginformasikannya? kenapa tidak meminta persetujuanku dulu? apa berkas-berkasnya sudah siap??" Xander mencecar Dita dengan pertanyaan karena setaunya meeting lanjutan seharusnya tidak hari ini.


"hmm.. maaf pak, aku terlanjur menyetujuinya sebelum mengonfirmasi pada bapak" Dita seolah-olah merasa bersalah


"atau di konfirmasi lagi dan di pindahkan ke hari lain pak??" sambung Dita


Dita mengatakan seperti itu karena ia tau Xander adalah orang yang profesional yang tidak akan membatalkan meeting dadakan itu.


Ini bagian dari rencananya agar Xander tidak menghadiri dinner, ia cemburu pada Camila.


"jangan... siapkan saja berkas-berkasnya, nanti siang saya akan tetap meeting" Ucap Xander pada Dita dengan tenang karena ia tidak ingin memarahinya apalagi Xander sangat terbantu dengan adanya Dita yang selalu siap membantunya dalam pekerjaan dan baginya Dita sudah seperti adik sendiri.


"Terima kasih pak, kalau begitu aku akan segera mempersiapkan berkas-berkasnya" Dita berdiri dan menundukkan kepala lalu berbalik dan keluar dari ruangan itu


Xander hanya mengangguk menanggapi Dita.


Xander bahkan tidak memikirkan lagi masalah meeting dan justru memikirkan dinner nanti malam dan mulai melirik jam tangannya


aku akan percepat meeting mungkin 2 - 3 jam selesai, belum lagi bersiap-siap, perjalan ke rumah Camila. Bisa sampai jam berapa aku di sana??? hmm aku akan usahakan sampai di sana secepatnya


Xander tiba-tiba tertawa sendiri


aku bahkan menghitung jam demi dinner itu.


Waktu berlalu Tiba saatnya jam 2, Xander tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan dengan segera memasuki ruangan meeting yang didalam sudah dihadiri para staff khusus.


Dita yang menyaksikan sangat senang ia harap meeting ini berjalan sesuai dengan rencananya karena pembahasannya lumayan banyak.


Semoga saja ini akan memakan waktu yang lama


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2