Menikahi Mantan Istri

Menikahi Mantan Istri
Bab 96


__ADS_3

Karena buruk rupa, Mayleen dibuang oleh ayahnya ke sebuah


sumur dan sang ayah berharap gadis malang itu mati. Tidak seperti namanya yang


memiliki arti ‘Keindahan’, Mayleen justru memiliki nasib buruk, rupa yang


buruk, ekonomi yang buruk, dan lingkungan keluarga yang buruk.


Mayleen sering diperlakukan sebagai pembantu oleh saudara


tirinya. Semenjak ayahnya menikah lagi, tak ada seorang pun yang mau


membelanya. Jangan tanyakan perlakuan ibu tirinya, sudah pasti wanita itu tak


akan pernah membela Mayleen.


Setiap pekerjaan yang Mayleen lakukan, selalu dikacaukan


oleh adik tiri Mayleen. Hal itu membuat gadis malang tersebut harus mengulang


lagi pekerjaannya. Dan terakhir, nasib buruk Mayleen membawa dia ke sumur tua


ini.


Hal tersebut dikarenakan fitnah dari kedua saudara


kembar. Mereka memasukkan kalung permata milik salah seorang saudagar ke jubah


kumal Mayleen. Hal itu membuat Mayleen dihukum dan diasingkan.


“Gadis manis, bangunlah.” Sebuah suara lembut


membangunkan Mayleen.


“Di mana aku?” tanya gadis itu yang kebingungan.


Pandangannya berkunang-kunang dan ia masih merasa pusing. Seingatnya, ia


dilempar tanpa belas kasih oleh orang-orang suruhan ayahnya ke sumur tua yang


terletak di tengah hutan.


“Kau sedang berada di rumahku.” Suara wanita yang lembut


itu kembali terdengar.


Mayleen mencoba menyadarkan dirinya. Setelah beberapa


menit pandangannya pun mulai jelas.


“Kau masih merasa pusing?”


Mayleen menoleh dan ia pun melihat dengan jelas jika


wanita yang menolongnya itu sangat cantik. Menggunakan pakaian berwarna putih


biru, cara berjalannya begitu anggun dan memiliki paras yang sangat lembut.


Rambutnya panjang berwarna putih dan lagi, suaranya itu sungguh sangat


menenangkan hati.

__ADS_1


“Aku sudah merasa lebih baik.” Mayleen mencoba untuk


menegakkan badannya.


“Hati-hati tubuhmu belum pulih.”


“Terima kasih sudah menolongku,” ucap Mayleen.


“Justru kamu yang sudah menolongku. Terima kasih,” balas


wanita itu yang Mayleen tak mengerti.


“Benarkah?” Mayleen tak ingat kapan dia pernah menolong


wanita di hadapannya ini.


“Perkenalkan namaku Xiang, kau bisa panggil aku


Yang-Yang.” Wanita itu mengulurkan tangannya yang langsung disambut baik oleh


Mayleen.


“Anu ... kalau boleh tahu, bagaimana caramu mengeluarkan


aku dari sumur itu?”


Wanita itu pun hanya tersenyum dan mengambil secangkir


minum untuk Mayleen. “Kau minum ini untuk memulihkan kondisimu.”


Meski ia tak puas karena pertanyaannya belum terjawab,


namun Mayleen tetap saja meminum sesuatu yang diberikan oleh Yang Yang.


Mayleen tersenyum dengan lebar. Selain karena sifat Yang


Yang begitu lembut bak seorang ibu, ia juga baru kali ini mendapat pujian


sebagai gadis cantik. Maka dari itu, Mayleen tersipu.


“Aku merasa lebih baik.”


“Baiklah, syukurlah jika kau sudah lebih baik.”


“Tapi ....” Mayleen seketika merasa sedih. Bayangan


keluarganya yang memperlakukan Mayleen dengan buruk terulang kembali. Seketika


gadis itu memeluk lututnya dengan punggung yang bergetar.


“Apa yang terjadi padamu, Mayleen?” Yang Yang memegang


bahu Mayleen.


Mayleen merasa tenang karena sentuhan dari Yang Yang.


“Aku takut. Sebenarnya, aku ingin mati saja. Kenapa kau


selamatkan aku?” Mayleen menatap tajam pada Yang Yang.


Yang Yang terkejut mendapat tatapan tajam dari Mayleen. Bahkan

__ADS_1


ia hampir menjatuhkan cangkir bekas minum Mayleen yang ia bawa.


“Aku tidak ingin hidup.” Mayleen yang putus asa pun


menunduk sambil menumpahkan air matanya.


“Mayleen jangan seperti itu.”


“Semua orang membenciku. Mereka tidak menginginkanku.


Mereka hanya ingin melihatku mati.”


“Jangan begitu, Mayleen. Jika mereka menginginkan kau


mati, maka kau harus tetap hidup. Percayalah, aku akan selalu ada untuk


membantumu.”


“Memang siapa kau berani menjamin akan selalu ada


untukku?” bentak Mayleen lagi.


Kali ini Yang Yang tidak terkejut, ia malah mendekati


Mayleen dan memeluknya. “Aku sudah menjadi bagian dari dirimu. Kau menelan


banyak air dari sumurku, dan mulai saat itu, kau adalah inang yang menjadi


rumah baruku. Sementara aku, adalah Roh Dewi yang akan selalu membantumu.”


“Apa aku sedang bermimpi?” Seketika pandangan Mayleen


menggelap, lalu ia tidak ingat apa-apa lagi.


*


“Bisa kau percepat kudanya?”


“Ini sudah yang tercepat, Nona. Jika kau ingin lebih


cepat kenapa kau tidak naik mobil autos saja!”


“Kau memang tidak becus mengendalikan kuda!”


“Terserah kau saja!”


“Kau itu sangat kurang ajar sebagai kusir! Kembalikan


uangku! Lebih baik aku turun di sini saja!”


Perdebatan antara istri saudagar dan sang kusir terus


terjadi, hingga kusir tersebut menarik tali kekang kuda, dan kereta itu pun


berhenti.


“Hei, kau benar-benar akan menurunkan aku?” Wanita dengan


tahi lalat itu langsung menutup kipas lipatnya.


“Akan kukembalikan uangmu!” Pengendali kuda itu mengambil

__ADS_1


sebagian keping uang dari kantung, lalu melemparkan sisanya pada wanita


tersebut.


__ADS_2