
🌺 Happy Reading 🌺
"Kok di dalam sih mas?,"kesal Niar menatap Arham suaminya saat mereka baru saja selesai unboxing.
"Iya kan gak papa."jawab singkat Arham.
"Gimana kalau aku hamil?,"
"Ya bagus dong."
"Masalahnya aku belum siap jadi mama mas,mas harusnya ngerti dong kareir aku lagi bagus saat ini,kalau aku hamil maka semuanya akan berakhir,hancur mas."ucap Niar semakin kesal yang hanya dibuat candaan oleh Arham.
**
"Mas Arham gak boleh tahu kalau aku hamil."ucap Niar menggenggam tespak yang baru saja ia pakai.Tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang.
"Makasih ya sayang,akhirnya kamu hamil juga."ucap Arham senang dengan senyuman manisnya.Namun hanya dibalas helaan nafas jengah dari Niar.
**
"Bagaimana pun caranya bayi ini harus disingkirkan."ucap Niar pada Leo sahabatnya.
"Kamu tenang saja aku punya teman yang bisa menggugurkan kandungan mu,ayok."jawab Leo dan segera membawa Niar kesuatu tempat.
**
"Maafin aku mas,aku gak bisa jaga bayi kita .."tangis Niar saat ia baru saja keguguran.
"Aku yang gak bisa jagain kamu Ni,maaf..."sesal Arham ikut bersedih.
**
"Harusnya aku sadar,dari dulu Niar emang gak mau punya anak dari aku,aku bodoh selama ini sudah mencintainya.Maafin aku Ar...kamu dimana?,"sesal Arham menangisi apa yang sudah terjadi.
Hari-hari pun berlalu begitu cepatnya,ia selalu mencari keberadaan Arvitha dibalik dia harus merawat bayinya,ia juga selalu berdoa agar suatu hari ia bisa berkumpul dengan Arvitha dan anak mereka.
Beberapa tahun kemudian....
"Arvitha..."lirih Arham saat ia baru saja bertemu dengan sosok yang sangat ia rindukan selama ini.Namun sayangnya,sepertinya ia salah orang karena wanita itu sama sekali tidak mengenalinya.
"Mami..."panggil seorang anak laki-laki yang segera di hampiri oleh wanita itu dengan senyuman manisnya.
"Benar,dia bukan Arvitha ku,"bathin Arham kembali sedih.
"Duarr...,"
"Mayra...bikin kaget aja kamu."ucap Arham kesal terhadap putrinya itu.
"Ya lagian,siang bolong gini melamun,mikirin apaan sih pa?,"tanya Mayra yang hanya dibalas senyuman oleh Arham.
"Anak kecil gak tahu apa-apa."
"Cie...papa suka sama seseorang ya?."tebak Mayra yang hanya dibalas senyuman lagi oleh Arham.
__ADS_1
"Tuh kan benar,siapa pa?,siapa?,kenalin Mayra dong."ucap Mayra kepo.
"Sekolah dulu yang benar,entar papa kasih tahu."jawab Arham kemudian yang membuat Mayra mengerucutkan bibirnya.
**
"Aduh maafin Daddy ya,Daddy terlambat."
"Gak papa kok mas,baru terlambat 5 menit doang.Besok terlambat nya sejaman aja Ar gak papa kok."jawab Arvitha singkat, kemudian tersenyum manis yang dibuat-buat.
"Tumben gak marah,lagi baik moodnya ya?,"goda Rakha mencubit dagu istrinya.
"Ih... malu dilihat anak mas."ucap Arvitha mengawaskan tangan suaminya.
"Gak papa kali ma,"pinal Dafha dan memberikan ruang untuk mami daddynya untuk berduaan.
"Anak Daddy memang ngerti situasi,pake bangaat malah hehe..."
"Turunan Daddy nya sih..."sela Arvitha sedikit kesal."Terus kenapa mas terlambat?,"
"Tadi katanya gak papa.."alhasil mereka berdua pun tertawa.
"Iya,tapi alasannya apa mas?,"tanya Arvitha yang seketika membuat Rakha terdiam.
"Pasien mas tadi agak banyak makanya terlambat,maaf ya sayang cantiknya aku..."ucap Rakha tersenyum sembari mengelus pipi istrinya.Arvitha pun berdegem sebagai tanda kekesalannya.
**
"Mas,mas jemput Mayra ya?," tanya Niar pada Arham saat disekolahan Mayra.
"Maaf untuk semuanya ya mas,dulu...,"
"Aku udah lupa."sela Arham sebelum Niar kembali mengungkit masa lalu mereka.
"Hem,bagus deh kalau mas udah lupa.Itu Pras,aku duluan ya mas," pamit Niar yang diangguki oleh Arham.
"Arvitha..., Arvitha!,"
Arvitha menoleh saat namanya dipanggil seseorang yang tak ia kenali.
"Iya saya,Anda kenal saya?," tanya Arvitha yang seketika membuat Arham terdiam, hatinya sakit bagaimana mungkin Arvitha tidak mengingatnya lagi.
"Oh...iya saya ingat,"Arham tersenyum saat Arvitha mengucapkan hal itu.
"Anda yang kemarin bertemu di lift kan?," tanya Arvitha yang membuat Arham kembali sakit hati.
"Mami ..."ucap Dafha menghampiri mamanya.
"Iya sayang."jawab Arvitha segera mengelus rambut putranya.
"Dia...?,"tanya Arham menunjuk Dafha.
"Dia anak saya,kenapa ya tuan?,"ucap Arvitha kembali bertanya.Arham pun tersenyum menutupi rasa sakit hatinya.
__ADS_1
"Em,gak papa kok,dia ganteng ya..."ucap Arham berbasa-basi.Arvitha tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
"Mami,Dafha udah laper nih,ayok..."ucap Dafha menarik tangan Arvitha.Akhirnya Arvitha pun melambaikan tangannya saat berpisah dengan Arham yang dibalas senyuman oleh Arham.
**
"Eh Dafha,hem kebetulan ketemu disini ya,"ucap Mayra senyam-senyum sendiri saat ia tak sengaja ketemu dengan Dafha di lift.
"Hehe iya,kamu ngapain disini?,"tanya Dafha heran.
"Aku baru pindah kesini,btw kamu tinggal disini kan?," tanya Mayra yang diangguki oleh Dafha.
"Iya,aku di lantai tiga.Rumah kamu yang mana?."tanya Dafha kemudian tersenyum yang mana senyumannya membuat cewek-cewek meleleh.
"Aduh..Dafha senyuman kamu itu loh...,"bathin Mayra.
"May...Mayra.,"ucap Dafha melambaikan tangannya di depan wajah Mayra saat Mayra masih asyik mengkhayal.
"I-iya iya.Aku di lantai tiga juga,kita tetanggaan, soalnya kemaren aku gak sengaja lihat Om Rakha masuk rumah kamu."ucap Mayra heboh yang hanya disenyumin oleh Dafha.
"Dafha...,"
"Daddy...,"sambil menoleh dan kemudian Rakha pun menghampiri putranya.
"Eh ada Mayra rupanya,pantes..."
"Eh,iya om,"ucap Mayra kemudian menyalin takjim punggung tangan Rakha.
"Pantes apa Dad?,"tanya remaja ganteng itu pada papanya.
"Pantesan kamu ngilang tadi, rupanya ketemu gebetan,haha..."ucap Rakha kemudian tertawa yang membuat Mayra dan Dafha senyam-senyum tak menentu.
"Nak,pacaran itu boleh,asal belajar nya jangan ke ganggu ya,"nasehat Rakha pada kedua remaja didepannya itu.
"Siap Daddy,"ucap Dafha sembari menghormat pada papanya.
**
Tok tok...
"Bukain pintu gih,"suruh Arvitha pada putranya.
"Mami ajalah,aku kan lagi makan."jawab Dafha yang membuat Arvitha berdehem kecil.Akhirnya Arvitha pun membuka pintu untuk tamunya.
"Assalamualaikum..."
"Walaikumsalam."jawab Arvitha dan segera membuka pintu untuk tamunya.
"Mama..."lirih Mayra terkejut bahkan ia tak sengaja sudah menjatuhkan buah-buahan yang ia bawa.
Bersambung
Tinggalkan jejak kalian ya
__ADS_1
Love you...