Menitip Benih Di Rahim Pembantuku

Menitip Benih Di Rahim Pembantuku
Menitip benih di rahim pembantuku bab 32


__ADS_3

🌺 Happy Reading 🌺


"Mama?,"heran Arvitha mengulang ucapan Mayra.Mayra pun menarik nafasnya dalam-dalam lalu kemudian tersenyum.


"Tante mirip bangat sama mama aku Tan,maaf ya,"ucap Mayra kemudian mengumpul buah-buahan yang sudah berserakan itu.


"Hem,gak papa kok."jawab Arvitha singkat dan membantu Mayra mengumpul buah-buahan itu.


"Kamu temannya Dafha ya?,"tanya Arvitha yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Mayra.


"Ya udah,masuk yok."ajak Arvitha saat buah itu sudah selesai terkumpul.Mereka pun masuk kedalam rumah.


"Sekali lagi saya minta maaf ya Tan,saya benar-benar kaget tadi."ucap Mayra tulus.


"Iya,gak papa kok."


"Apanya yang gak papa mi?,"tanya Dafha menyelidiki.


"Gak ada,gak usah kepo deh,"jawab Arvitha yang membuat Mayra tersenyum.


Akhirnya Arvitha pun mengajak Mayra ikut makan bersama mereka.


"Hemk,"dehem Arvitha saat melihat putranya terus menatapi Mayra.Alhasil Dafha maupun Mayra jadi salah tingkah.


"Kalian berdua masih kecil loh...mami harap kalian berteman aja dulu,belajar yang benar.Gak usah pacar-pacaran dulu.Saran mami sih...sebagai mami,mami gak mau kalian salah pergaulan."ucap Arvitha panjang lebar menasehati putranya dan Mayra.


"Hehe,emang sapa yang pacaran sih mi,kita temanan doang kan Ra?,"ucap Dafha membela diri dan menatap Mayra,Mayra pun tersenyum dan mengiyakan hdl itu.


"Bagus deh kalau gitu,ingat kalian ini masih bocah,mesti harus rajin-rajin belajar."ucap Arvitha lagi menasehati.


"Siap mami,"jawab Dafha mengiyakan.


**


"Maaf ya Ra,sodl tadi."


"Gak papa,aku ngerti kok aku memang gak sepenting itu buat kamu."ucap Mayra kemudian tertawa kecil.


"Bukan gitu maksud aku...,"sela Dafha dsn berusaha meraih tangan Mayra.Mayra pun segera menghindar dan menjauhi Dafha.


"Mami kamu benar kok Daf,kita harusnya belajar dulu yang benar.Hem ya udah aku mau pulang dulu aku masih ada PR soalnya."ucap Mayra kemudian ia pun berlari kecil meninggalkan Dafha sebelum menunggu persetujuan dari Dafha.


"Bagaimana mungkin maminyd Dafha mirip banget sama mama?,ma aku kangen...,"ucap Mayra saat ia berada di dalam kamarnya,ia pun mengambil photo mdmanya dari atas nakas kemudian memeluknya erat.


"Ya Allah...sampaikan salam rinduku pada mama,ya Allah ... ijinkan kami bertemu di surga -Mu, aamiin...,"lanjut Mayra,tak terasa bulir air matanya sudah membasahi pipinya.


"Ra...sholat dulu nak,"panggil Arham pada putrinya sembari membuka pintu kamar Mayra.

__ADS_1


"Mayra kamu kenapa nak?,"tanya Arham saat melihat putrinya menangis sembari memeluk sebuah photo.


"Apa boleh aku merindukan mama pa?,"tanya Mayra yang membuat Arham terdiam,ia mengerti perasaan putrinya.Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya memeluk putrinya dan mengelus rambut panjang putrinya.


"Maafin papa ya Ra."lirih Arham sembari menyeka air mata putrinya.


"Kenapa papa selalu minta maaf setiap aku merindukan mama,apa papa tahu mama dimana?,"tanya Mayra saat Arham baru saja ingin berlalu dari kamarnya.


"Andai papa tahu,papa gak dkan membiarkanmu seperti ini Ra,udah sekarang ambil wudhu sana,kita sholat berjamaah,kirim doa buat mdmd kamu.Ayok,"ucap Arham tersenyum kemudian pergi meninggalkan Mayra.


Mayra menghela nafasnya dalam-dalam.Perlahan ia pun berusaha ikhlas dan meletakkan kembali fhoto mamanya di atas nakas.


**


"Lagi nungguin papa kamu ya Ra?,"tanya Niar saat ia melihat Mayra di depan sekolahan.


"Iya tan,Tante...siapa ya?," tanya Mayra singkat.


"Hehe...kamu gak kenal Tante ya,Tante mamanya Pras,Pras adik kelas kamu kan?," ucap Niar yang dibalas anggukan oleh Mayra.


"Oh gitu,Pras nya kayaknya belum keluar Tan,masih latihan basket kalau gak salah lihat tadi."jawab Mayra menjelaskan.


"Maafin Tante ya Ra...,"


"Soal apa ya Tan?,"bingung Mayra.


"Ra...maaf papa telat."ucap Arham saat baru saja menghampiri putrinya.


"Ra, duluan ke mobil ya,papa mau ngomong sebentar sama Tante Niar,"ucap Arham,meski bingung Mayra tetap menuruti permintaan papanya.


"Ni,aku harap kamu gdk ngomong apa-apa pada Mayra,cukup aku yang menjelaskan semuanya sama dia."


"Mas kok nuduh aku gitu?,aku tadi cuma minta maaf doang, gara-gara aku dia jadi kehilangan Arvitha selamanya."jawab Niar merasa bersalah.


"Hah...udahlah Ni,masa lalu biarlah masa lalu.Hem aku duluan ya,"pinal Arham kemudian pamit pada Niar.


"Hati-hati mas."ucap Niar yang diangguki oleh Arham.


"Tante Niar ngomong apa sama kamu?,"tanya Arham saat mereka diperjalanan pulang.


"Gak ada kok pa,cuman minta maaf.Papa kenal Tante itu?,"ucap Mayra bdlik bertanya.


"Dia mantan istri papa."singkat Arham yang seketika membuat Mayra menatapnya tajam.


"Maksud papa setelah atau sebelum nikah sama mama?,"tanya Mayra dengan polosnya.


"Sebelum papa nikah sama mama kamu,dia istri pertama papa terus mama kamu,"jujur Arham yang membuat Mayra geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Kenapa?,"tanya Arham pada putrinya.


"Aku hanya gak habis pikir papa bisa menyakiti kedua wanita sekaligus ckck..."ucap Mayra lagi sambil geleng-geleng kepala.


"Kamu ini..."ucap Arham tersenyum dan mengelus rambut panjang putrinya.


***


Arham ingin membuang sampah,tapi tak sengaja ia tiba-tiba melihat Rakha dan Aleea yang baru saja ingin memasuki lift, seketika ia pun berlari kecil dan menghampiri keduanya.


"Tunggu!,"secepat kilat ia masuk kedalam lift tersebut.Hingga akhirnya mereka bertiga lah di dalam lift.


Hening


"Kalian masih ingat aku?,"ucap Arham membuka suara, membuyarkan suasana.


"Iya mas,jelas aku masih ingat,"jawab Rakha.


"Mas Arham apa kabar?,"lanjut Rakha bertanya.


"Aku baik."singkat Arham.


"Ma..."


Ucapan Aleea terpotong saat Rakha menatapinya.


"Mayra juga baik,tapi ia selalu merindukan mamanya, Arvitha.Dan ini suatu kebetulan bagi aku.Kalian tahu dimana Arvitha kan?," ucap Arham menatap keduanya bergantian.


"Mas, bukannya sudah sering kamu bilang, Arvitha sudah gak ada, Arvitha meninggal karena tabrak lari,"jawab Aleea mencari alasan.


"Orang yang sudah meninggal tidak mungkin bisa hidup kembali kan,tapi aku benar-benar ketemu Arvitha akhir-akhir ini."ucap Arham yang membuat keduanya terdiam.


"Bisa saja reinkarnasi kan?,"ucap Aleea lagi.


"Lagian mas gak berhak atas Arvitha,bukannya mas sudah ceraiin dia dulu,jika mas peduli dengan nya harus nya mas gak lakuin itu,asal mas tahu gara-gara mas Arvitha jadi korban tabrak lari."ucap Aleea panjang lebar dengan kekesalannya pada Arham.Arham hanya bisa terdiam begitu juga dengan Rakha yang hanya menyimak.


Akhirnya mereka pun sampai di lantai tiga,Aleea dan Rakha pun segera keluar lebih dulu dan meninggalkan Arham.Seperginya Aleea dan Rakha,Arham pun merasa iba pada dirinya sendiri.


"Benar kata Mayra,aku sudah menyakiti kedua wdnita yang kucintai."lirih Arham kemudian ia pun pergi ke rumahnya.


**


"Tara...,"


"Loh,kamu kok bisa disini,gdk bilang-bilang,"ucap Arvitha menyambut hangat bestienya.


"Kalau bilang,bukan surprise dong namanya.Senang kan aku disini."ucap Aleea begitu PD nya yang membuat Arvitha tertawa kemudian memeluk bestienya.

__ADS_1


Bersambung


Love you


__ADS_2