Menitip Benih Di Rahim Pembantuku

Menitip Benih Di Rahim Pembantuku
Menitip benih di rahim pembantuku bab 34


__ADS_3

🌺 Happy Reading 🌺


Sepenuhnya,Niar membantu Mayra tentang ini.Bahkan Niar sudah menyusun rencana buat memulihkan ingatan Arvitha pada Mayra dan Arham dan semua masa lalunya.


"Kamu kenal aku?,"tanya Niar saat ia baru saja menemui Arvitha di sebuah khafe.


"Maaf sebelumnya,tapi mbak siapa ya?," tanya Arvitha penasaran.


"Saya orang dari masa lalu kamu Ar.Dan saya ingin sekali kamu bisa mengingat saya kembali."ucap Niar yang membuat Arvitha bingung.


"Maksud mbak gimana ya?," tanya Arvitha.


"Aku ingin sekali kamu mengingat Mas Arham dan anak kamu Mayra."ucap Niar yang semakin membuat Arvitha bingung.


"Aku gak minta kamu segera mengingat mereka tapi aku ingin kamu perlahan mengingat mereka,mereka sangat merindukan kamu Arvitha."ucap Niar lagi yang lagi dan lagi membuat Arvitha heran seheran herannya.


"Ini,"ucap Niar sembari memberikan sebuah photo pernikahan Arvitha dengan Arham.


"Coba ingat-ingat siapa lelaki di fhoto itu,dia sangat merindukan mu Ar,hem ya udah aku permisi dulu ya,"ucap Niar kemudian pamit.Ia pun pergi tanpa menunggu persetujuan dari Arvitha.


Arvitha terus menatapi photo pernikahan tersebut.Bahkan ia mencoba-coba mengingat lelaki yang sudah pernah menjadi imamnya itu.Alhasil kepalanya sakit tak tertahankan yang kemudian membuat ia enggan untuk mencoba mengingat lagi,ia pun menyimpan photo pernikahan tersebut di dalam tasnya.


**


"Mas,mas sembunyiin sesuatu ya dari aku?,"


Deg


Seketika jantung Rakha berasa berdegup kencang daripada biasanya.


"Maksud kamu apa sayang?," tanyanya kemudian tersenyum seakan tak terjadi apapun.


"Jawab dengan jujur mas,Ar sudah pernah menikah sebelum nikah dengan mas kan?,"tanya Arvitha yang membuat Rakha kembali menelan salivanya kasar.


"Apa itu artinya ingatan Arvitha sudah pulih?,"bathin Rakha khawatir.


"Kamu ngomong apa sih dek,ya enggaklah kamu itu istriku tercinta,istri cantikku, bagaimana mungkin kamu jadi istri orang lain."bohong Rakha mencari alasan namun Arvitha tak lagi percaya sepenuhnya sejak Niar mulai sering menunjukkan nya photo-photo Arham dan Mayra sewaktu bayi.


**


Hari ini,sesuai perjanjian Arvitha kembali menemui Niar di sebuah taman.


"Mbak Niar mana ya?,"tanya Arvitha sembari melihat jam tangannya.


Karena sudah menunggu hampir satu jam an, akhirnya membuat Arvitha kesal.Ia pun berlalu dan ...


"Aaaaa....,"


Bayangan dirinya ditabrak pun muncul dipikirannya.Ia juga mengingat bayinya Mayra dan ia mengingat saat ia pergi dari rumah Niar waktu itu.


"Mbak,mbak gak papa?," tanya seseorang yang baru saja hampir menabrak Arvitha.


Arvitha pun menggelengkan kepalanya,jujur saja ia masih syok dan akhirnya ia pun pergi ke pinggiran jalan untuk menenangkan dirinya.


"Maaf ya aku telat."ucap Niar yang baru saja muncul.Seketika Arvitha pun memeluk erat dirinya yang membuat nya bingung.


"Dimana bayiku mbak?,"tanya Arvitha yang membuat Niar terkejut dan segera melepaskan pelukan Arvitha.


"Kamu sudah ingat dia?,"tanya Niar terharu,bahkan air matanya sudah mengalir sangking harunya.

__ADS_1


"Hem,aku ingin bertemu dia mbak."ucap Arvitha yang lagi-lagi membuat Niar terharu.


**


"Dia ada didalam."ucap Niar menunjuk rumah Arham dan Mayra.


Tok tok


"Siapa ya, malam-malam gini?,"tanya Arham pada dirinya kemudian ia pun pergi membukakan pintu untuk tamunya.Betapa terkejut nya ia saat melihat Arvitha di depan pintunya bahkan bukan hanya Arvitha namun ada Niar juga.


Tak ada angin ataupun hujan, Arvitha langsung memeluk erat tubuh Arham,orang yang selama ini ia rindukan.Bahkan ia menangis haru berada dalam dekapan itu.


"Ar..."


ucapan Arham terhenti saat Arvitha menaruh telunjuknya di atas bibir Arham.


"Biarkan aku sebentar,"pinta Arvitha dan kembali memeluk erat tubuh Arham.


"Siapa pa?,"tanya Mayra yang baru saja muncul.Seketika ia ikut terharu melihat pemandangan luar biasa itu.


"Ar...dia putri kita."ucap Arham menunjuk Mayra.Baik Arvitha ataupun Mayra keduanya sama-sama terharu dan menangis bahagia akhirnya mereka bisa berkumpul kembali.Arvitha pun memeluk putrinya erat-erat.


"Maafin mama Ra..."lirih Arvitha sembari memegangi kedua pipi putrinya.


Sedang Rakha kini frustasi mencari keberadaan istrinya Arvitha.Ia bahkan sudah mencari kesemua tempat yang ia ketahui tapi ia tak juga menemukan sang istri tercinta.


"Aleea,bantu aku cariin Arvitha, Arvitha menghilang!,"ucap Rakha saat panggilan telepon tersebut tersambung.


"Iya,iya,"jawab Aleea panik di seberang sana.Aleea pun akhirnya mencari-cari keberadaan Arvitha bahkan ia juga pergi ke rumah istana Arvitha dengan harapan Arvitha berada disana namun hasilnya nihil.


"Aku minta maaf sudah memisahkan kalian dulu," ucap Niar tulus.


"Makasih,kamu sudah mengumpulkan kami kembali."ucap Arham tersenyum.


**


Setelah haru biru yang terjadi, Arvitha dan Niar akhirnya membuat makanan untuk mereka berempat.


"Aku bantu ya ma,"ucap Mayra menghampiri kedua perempuan cantik itu.


"Eh,gak usah sayang,"ucap Niar namun malah membuat Mayra mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah boleh,tapi potong sayur aja ya."ucap Arvitha yang seketika membuat Mayra tersenyum senang.


Akhirnya,mereka pun memasak bersama dengan penuh semangat dan keceriaan.


"Ya Allah...mereka kembali seperti dulu,makasih ya Allah...,"ucap Arham membathin.


**


"Dia istriku!,beraninya kamu mengambil dia dariku !,"ucap Rakha tiba-tiba saat mereka berempat sedang bersantai pagi ini.Mayra yang takut mamanya kembali pergi segera memeluk mamanya erat.


"Aku bahkan gak sadar saat menjadi istri mu mas,tega kamu bohongi aku selama ini!,"ucap Arvitha kesal meninggikan suaranya pada Rakha.


"Apa-apaan kamu Ar,ingat Dafha."ucap Rakha sembari meraih tangan Arvitha namun segera ditepis oleh Arvitha.


"Dafha bukan anak ku mas,mas gak usah bohongi aku lagi,aku sudah ingat semuanya,"ucap Arvitha yang membuat Arham dan Niar begitu juga dengan Mayra terkejut.


"Terus terang saja mas sudah membuat cerita yang lucu sekali mas,aku gak pernah punya anak selain Mayra dan kita gak pernah menikah bukan?,"ucap Arvitha lagi yang semakin membuat mereka heran plus bingung.

__ADS_1


"Udahlah mas, lepaskan aku biarkan aku bahagia bersama anak ku."lanjut Arvitha.Rakha menghela nafasnya dalam-dalam.


"Memang benar Dafha bukan anak mu tapi bukan berarti kita gak pernah menikah, Arvitha aku menikahi mu atas dasar cinta bukan memanfaatkan keadaan."jawab Rakha.


"Terus jika benar begitu,kenapa mas bilang aku sudah meninggal?,"


"Itu karena aku gak mau kamu diambil orang lain apalagi kamu kembali sama Mas Arham.Ar...maafin aku,aku cinta sama kamu tolong jangan tinggalkan aku."ucap Rakha memohon berlutut dihadapan Arvitha.


"Keputusan ditangan kamu Ar,"ucap Arham tersenyum kemudian ia pun pergi meninggalkan mereka semua.


**


"Talak aku mas,aku gak mencintai kamu,"ucap Arvitha sembari memohon pada Rakha.


"Tapi aku cinta sama kamu,kasianilah aku Ar,tolong jangan pergi."pinta Rakha berlutut dihadapan Arvitha.


"Cinta itu gak bisa di paksakan mas,aku gak cinta sama kamu mas,"ucap Arvitha yang membuat Rakha berurai air mata.


"Tolong maafin aku Ar...,"ucap Rakha menatap iba pada Arvitha.


**


"Hai...senang bertemu denganmu,"ucap Sela seorang perempuan yang baru saja dikenalkan oleh tetangganya Arham ke dia.


"Hem,iya,"ucap singkat Arham kemudian meneguk air minumnya.


Brakkkh


"Aku gak suka papa kencan dengan wanita lain!."teriak Mayra saat tahu papanya pergi menemui perempuan lain.Mayra membuat perabotan rumah itu berjatuhan dan berserak sangking kesalnya ia dengan papanya.


"Dengarin dulu penjelasan papa,"ucap Arham mencoba membujuk putrinya namun Mayra tak mau mendengar apapun dan berlalu begitu saja meninggalkan Arham.


"Maafin papa Ra,papa ngerti perasaan kamu tapi papa gak ada pilihan lain,mama kamu sudah jadi milik orang lain."ucap Arham lirih.


**


"Mami... jangan tinggalkan Dafha mi...,"tangis Dafha memegangi tangan mamanya.


"Dafha sayang mami...,"lanjut Dafha masih dalam Isak tangisnya.


"Lihat Dafha,tolonglah Ar...jangan tinggalkan kita,aku memang salah tapi kesalahan ku jangan kamu ikut kesal sama Dafha.Ar,aku mohon...aku cinta sama kamu,"ucap Rakha kembali berlutut sembari memegangi tangan Arvitha.


Melihat Isak tangisan Dafha, Arvitha merasa hatinya tergores pilu, hatinya sakit melihat tangisan itu.Tahu Arvitha mulai ibs dengan Dafha,Rakha pun kembali mengucapkan kata-kata permohonannya.Akhirnya Arvitha memeluk erat tubuh putranya.


"Maafin mami sayang...mami gak akan ninggalin kamu,"ucap Arvitha lirih sembari mencium kedua tangan putranya.Saat itu juga Rakha memeluk erat tubuh Arvitha.


"Terimakasih sayang."lirih Rakha sembari mengecup keningnya.Setelah acara tangis-tangisan, Arvitha melepaskan pelukan Rakha,ia pun duduk di sofha dsn membuka tasnya.Is mengambil fhoto pernikahannya dengan Arham.


"Maaf Mas Arham."bathin Arvitha.


"Aku tahu kamu masih cinta sama Arham,tapi aku mohon jangan berniat untuk kembali sama dia,Ar mama kamu juga inginnya kita bersama dan ingat apa yang sudah Arham lakukan sama kamu."ucap Rakha kemudian duduk di samping Arvitha dan meraih kedua tangan Arvitha.


"Dafha itu anak kita sayang,kamu boleh marah sama aku tapi jangan sama Dafha,coba ingat-ingat lagi saat kamu melahirkan bayi mungil kita Ar,rumah tangga kita serasa begitu sempurna bukan?,sekarang kamu marah sama aku dan kamu sempat mengungkapkan kata yang membuat Dafha sakit hati, pikirkan perasaan Dafha Ar."lanjut Rakha pelan.Arvitha melepaskan tangan Rakha darinya.


"Aku minta maaf,aku khilaf."singkat Arvitha menjauhkan pandangannya dari Rakha.


Bersambung


Tinggalkan jejak kalian ya

__ADS_1


Love you...


__ADS_2