
🌺 Happy Reading 🌺
"Om Arham,om tungguin Mayra ya?," tanya Dafha saat baru saja menghampiri Arham.
"Iya benar,kamu temannya ya?,"
"Iya om,Mayra itu kakak kelas ku," jawab Dafha sejujurnya.
"Dafha...,"panggil Rakha sembari menghampiri seketika suasana pun jadi hening,Arham dan Rakha saling menatap.
"Rakha?,"tanya Arham membuka suara.
"Mas Arham?,"jawab Rakha balik bertanya.
"Kalian saling kenal?,"tanya Dafha yang diangguki keduanya.
"Bagus deh kalau gitu."singkat Dafha tersenyum senang.
"Papa...papa udah nunggu lama?," tanya Mayra sembari menyalin takjim punggung tangan ayahnya saat ia baru saja muncul dari gerbang sekolah.
"Dia...?,"tanya Rakha menunjuk Mayra.
"Mayra.Putriku."jawab Arham yang membuat Rakha menganga tak percaya.
"Ada apa Dad?,"tanya Dafha yang hanya dibalas gelengan kepala oleh Rakha.
Setelahnya,tiada lagi yang membuka suara,dan mereka membawa andk merrks masing-masing.
"Papa sudah kenal lama sama papanya Dafha?,"tanya Mayra saat mereka di perjalanan pulang.
"Iya,dia sahabat sekaligus sepupu mama kamu Ra."jawab Arham yang membuat Mayra ber "oh" paham.
**
"Mulai sekarang, jangan dekat-dekat lagi dengan Mayra,!,"pinta Rakha pada putranya.Yang tentu saja membuat Dafha bingung bukan main.
"Bukannya kemaren gak papa ya Dad?,"tanya Dafha singkat.
"Iya,itu kemaren, pokoknya mulai sekarang jauhi Mayra!,"
"Tapi kenapa Dad?."tanya Dafha meminta penjelasan.
"Karena dia kakak kamu Fha,"bathin Rakha.
"Pokoknya kata Daddy jangan ya jangan...putusin dia titik!," ucap Rakha memutuskan.Dafha yang masih bingung dengan sikap papanya kini kesal bercampur sedih.Ia kesal papanya tak memberi alasannya dan ia sedih harus putus dengan orang yang ia sayangi saat ini.
__ADS_1
"Tapi Dad, alasannya apa?, tolong jelasin sama Dafha dong...Dad..."ucap Dafha mengikuti langkah papanya.
"Turuti saja ucapan Daddy!."ucap Rakha yang tidak untuk dibantah.Ia pun pergi meninggalkan Dafha dengan penuh tanda tanya.
**
"Lu tahu gak siapa cewek yang didekati oleh Dafha?,"tanya Rakha saat ia bertemu dengan Aleea di kafhe.
"Sapa?,"santai Aleea sembari mengaduk capuccino nya dengan sedotan kemudian ia pun menyedotnya sedikit.
"Mayra,anaknya Arham."
"Burr...What??,"kaget Aleea menyemburkan capuccino nya.
"Ya,makanya gua bingung sekarang,"ucap Rakha sembari memberikan tissu pada Aleea.
"Artinya mereka sodaraan dong."ucap Aleea setelah mengelap mulutnya yang segera diangguki oleh Rakha.
"Ini gak bisa dibiarin,Dafha harus dibawa ketempat yang jauh agar dia bisa jauh dari Mayra,sebelum yang tidak diinginkan terjadi."lanjut Aleea panik.
"Tapi kemana kita akan pindahkan Dafha apalagi dia sudah kelas 2 sekarang mana bentar lagi dia akan ujian lagi."
"Kemana aja mas, pokoknya lu harus bawa Dafha dan Arvitha jauh.Mereka gak boleh bersama dengan keluarga Mas Arham,itu pun kalau mas ngikut saran aku sih,"ujar Aleea yang nampak dipikirkan oleh Rakha.
Rakha nampak manggut-manggut memikirkan hal itu.Kemudian ia tersenyum seakan sudah mendapatkan sebuah ide.
**
"Mas punya rumah yang lebih baik dari ini,lagian kamu sendiri kan yang punya mimpi buat punya rumah sendiri."ucap Rakha sembari menoleh sebentar lalu kembali pokus memasukkan barang-barang nya ke dalam kopernya.
"Benaran kita punya rumah sendiri?,"ulang Arvitha bertanya yang hanya dibalas anggukan kepala oleh Rakha.
"Oke deh,Ar gak masalah dengan itu,bahkan ke ujung dunia pun Ar skan ikut dengan suami ku tercinta."ucap Arvitha kemudian menghampiri Rakha dan memeluk Rakha dari belakang.
"Hem,gitu dong,itu namanya istri sholehah,"senyum Rakha mengembang kemudian ia mencium kening istrinya.
"Aneh sih menurutku, Daddy bela-belain pindah hanya karena aku gak mau dekatin Mayra lagi.Sebenarnyd ada apa ya?," ucap Dafha bertanya-tanya kebingungan.
**
Tok tok...
"Kamu... anaknya Rakha kan?,"tanya Arham saat melihat tamunya itu.
"Benar om,Mayra nya ada,aku mau pamit sama dia,"ucap Dafha tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Oh Mayra ya,bentar ya dia masih sholat."jawab Arham sejujurnya.
"Em,baik.Saya akan tunggu disini."
"Hem,masuk saja Daf,gak papa kok."ujar Arham mengajak tamunya masuk kedalam rumah nya.
"Nama mama kamu Arvitha ya?,"tanya Arham saat mereka berdua duduk di shofa menunggui Mayra.
"Benar bangat om."jawab Dafha dengan santainya tanpa tahu tujuan Arhdm menanyakan hal itu.
"Benar,gak salah lagi dia anaknya Rakha sama Arvitha,berarti Rakha menikahinya dan sudah membohongi ku tentang kematian Arvitha."bathin Arham kesal pada Rakha,bahkan ia sudah mengepalkan tangannya yang sempat terlihat oleh Dafha.
"Ada apa om?,"tanya Dafha yang segera dibalas gelengan kepala oleh Arham.
"Gak papa,gak papa kok."jawab Arham kemudian meninggalkan Dafha disana.
"Ra,Dafha cariin kamu tuh."ucap Arham pada putrinya yang sudah remaja tersebut.
"Ada apa ya pa?,"tanya Mayra yang dibalas gelengan kepala oleh Arham sebagai tanda ketidaktahuannya.
Akhirnya Mayra pun menemui Dafha di ruang tamunya.
"Kenapa Daf?,"tanya Mayra begitu ia bertatap muka dengan Dafha.
"Aku mau pamit,orang tua ku akdn akan pindah."ucap Dafha yang membuat Mayra terdiam.
"Maafin aku ya,dan makasih banyak untuk semuanya.",ucap Dafha kemudian ia pun berdiri dari duduknya dan menghampiri kekasihnya itu.
"Maafin aku ya."ucap Dafha sembari tersenyum.Sedang Mayra hanya bisa terdiam membisu saja.
**
"Ma,kemana pun mama pergi,aku kan selalu mengikuti mama,"ucap Mayra sembari memperhatikan Arvitha dan keluarganya dari jauh.
"Tante,mama ku mau pergi pindahan aku harus apa?,"tanya Mayra waktu itu pada Niar.
"Ikuti saja terus buntuti tanpa sepengetahuan mereka terus pasang gps juga bisa kan,"saran Niar yang kini dilakukan oleh Mayra.
Benar, beberapa Minggu ini Mayra dekat dengan Niar,sebab Niar sendiri yang datang untuk membantu dan berbagi kisah dengan Mayra.Mayra pun tak menyia-nyiakan waktu berharga itu ia segera tanya-tanya tentang mamanya ke Niar.Niar yang merasa bersalah tentu saja mengucapkan hal yang baik tentang Arvitha.
**
"Baiklah mama,demi dekat dengan mu aku akan merebut hati Dafha lagi."ucap Mayra sembari tersenyum licik.
Bersambung
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian ya...