
"Caalll... Masih gakbisa maafin gue ya??" Kata Ken yang tetap setia di samping Calista
"Hemm" Calista hanya menjawab gumaman sambil menggelengkan kepala
"Lo jangan kayak gini dong Cal, Maafin gue Cal" Ken terus membujuk Calista agar tidak terus terhanyut dengan fikirannya.
"Hikkssss, hiikkkss" Calista yang mengingat kembali masa kelamnya hanya bisa menangis dan merasakan seluruh tubuhnya menggigil.
Flashback
Sore itu Calista masih kelas 3 SMA dan lagi gencar-gencarnya mengantarkan paketan online shop nya dari satu alamat ke alamat yang lain, Calista mengantarkan orderannya sendiri dan terkadang sampai larut malam. Bukannya dia tak memiliki uang untuk memperkerjakan kurir khusus pengantar barang orderannya, hanya saja dia berusaha menghemat pengeluaran. Meskipun pada saat itu Calista tak kekurangan uang tapi dia tetap kekeh mau mengantar sendiri, meskipun kedua orang tuanya menawarkan untuk mencarikan kurir tapi tetap ditolak oleh Calista dengan alasan agar lebih dekat dengan pelanggannya. Hingga suatu kejadian menimpanya.
"Maaf mas, mau nanya apa benar ini rumah pak Rangga?" Calista bertanya kepada seorang pria yang terbilang masih muda.
"Benar mba, ada keperluan apa ya?" Kata pria itu
"Saya mau mengantar pesanan beliau mas, pak Rangga nya ada tidak ya pak?"
"Saya sendiri, ayo masuk dulu! Uangnya ada didalam, gaenak kalau mba nya nunggu diluar seperti ini"
"Baik pak" Calista mengikuti pria itu masuk tanpa ada rasa curiga sedikitpun, Setelah Calista masuk ternyata pria itu keluar dari pintu belakang mengunci pagar, dan masuk kembali dari pintu belakang. Calista yang tidak merasa curiga hanya berdiam duduk sambil memainkan hpnya, tidak lama pria tersebut datang. Calista langsung berdiri ingin memberikan orderan pria itu, namun tidak disangka pria tersebut memeluk Calista, mencumbu Calista dengan paksa, menggigit bibir Calista, bahkan pria itu mencoba membuka baju Calista dengan paksa! Calista yang mendapat perlakuan seperti itu mencoba melawan sekuat tenaga.
"Argghhh! Sialan" Kata pria itu saat Calista melakukan perlawanan dengan menggigit tangan pria itu! Namun na'as pria itu semakin brutal, rambut Calista dijambak sekuatnya.
"Tolooonnnggg..... Toolllmmmmhhhhh..." *Plakkk. Calista mencoba menjerit minta pertolongan namun mulutnya ditutup pria itu kemudian ditampar dengan keras. Calista terus berdoa meminta pertolongan. Saat Calista terus melawan tiba-tiba saja Calista mendapatkan kekuatan, dia mendorong tubuh pria itu sekuat tenaganya kemudian berlari menuju pintu luar.
"Tollooonnggg... Toollooonnnggg.. hmmmppphh... Aauuuhhhh.. Ampuuunnnn pak" Calista terus meronta dan terus memberikan perlawanan. Hingga akhirnya Calista mendapatkan ada besi seperti batang sapu, Calista meraih besi tersebut dan memukulkannya ke pria yang ada di hadapannya.
*Buk "Aarrgghhh" Sekali bahkan sampai berkali-kali Calista memukul pria itu hingga pria itu tak menyadarkan diri. Setelah dilihatnya pria itu tidak menyadarkan diri, Calista berlari menuju kedalam rumah dan mencari hp untuk menghubungin Dady nya.
"Halloooo... Dad....Deadyy call... hiks hiks" Calista tak sanggup berbicara seluruh badannya gemetar dan terus merasa ketakutan.
__ADS_1
"Halooo.. sayang kamu kenapa nak, kamu dimana Calista, Cepat kamu dimana sayang"
"Calista mau diperkosa Dad... Calista lagi di perumahan XYZ no 123. Please help me dad"
"Jangan dimatikan telponnya sayang, Dady kesana segera" Dady Fauzi langsung menuju ketempat yg sudah disebutkan Calista sekencang mungkin, tanpa memberi tahukan keistrinya, karena ia tau kalau istrinya tau, bukannya mempercepat yang ada memperlambat urusannya. Dady Fauzi tidak lupa menghubungi polisis setempat, Setelah mereka sampai di lokasi yang di tunjukkan Calista, mereka langsung mengepung lokasi tersebut.
"Hallo.. Cal.. Kamu dimana sayang??" Tanya Dady dengan nada khawatir, ia takut anaknya Kenapa Kenapa.
"Dad, Calista didalam dad, Pagar di gembok dad, Cal gak tau dimana kuncinya dad, please cepat dad, Cal takut dad, hiks"
Setelah mendengar penjelasan Calista, Dady membicarakan nya kepada aparat dan mereka membuka gemboknya, saat gemboknya terbuka pria itu sadarkan diri.
"Aauuhhh" Lenguh pria itu, polisi yang mendengarnya langsung memborgol tangan pria itu. Pria itu sempat ingin memberontak tapi ternyata tidak hanya satu polisi yang dilihatnya melainkan ada banyak dihadapannya dengan formasi mengarahkan senjata kehadapannya. Akhirnya pria itu pasrah untuk dibawa ke kantor polisi.
" Cal.. Sayang?" Kata Dady Fauzi yang ingin mengetahui keadaan anaknya
"Daaaadd... Cal takuuuutt hiks." Calista hanya bisa menangis dipelukan Dady nya.
"Ini salah Cal yang gak mengikuti kemauan mami sama Dady untuk memperkerjakan kurir, Huaaaaa" Calista semakin menangis sambil meratapi apa yg telah terjadi.
"Enggak sayang, ya sudah kita pulang yaa.. Jangan takut, ada Dady" Dady Fauzi langsung merangkul Calista dan meninggalkan tempat tersebut. Calista hanya mengangguk dan terus menangis.
Flashback Off
"Caaall, Heiii" Ken berusaha menggoyangkan tubuh Calista yang seperti menggigil dan diangkatnya Calista ke atas tempat tidur, setelah meletakkan Calista, Ken berniat pergi untuk mengambil air minum untuk Calista.
Calista yang menyadari pergerakan Ken berusaha menahannya "Kamu disini aja.. jangan jauh-jauh.. Aku takut" Kata Calista terbata bata dan menatap wajah Ken dengan sendu
"Calista.. aku mau ambil minum dulu untuk kamu, aku janji hanya sebentar, tunggu ya" Ken berusaha menjelaskannya kepada Calista, namun hanya dijawab gelengan kepala oleh Calista, akhirnya Ken bertahan, Ken memberanikan mengelus kepala Calista dengan lembut. Calista yang mendapat perlakuan dari Ken memberanikan diri untuk menyandarkan kepalanya di dada Ken. Yang ada dibenak nya saat ini, mencari perlindungan dan ketenangan.
Setelah 30 menit lamanya mereka berada di posisi tersebut dengan fikiran mereka masing-masing akhirnya Calista mengubah posisinya menjadi duduk tegak.
__ADS_1
"Terimakasih" Calista hanya mengatakan itu karena Ken sudah membuatnya tenang dan ketakutan yang dia rasakan perlahan hilang.
"Untuk apa? seharusnya aku yang minta maaf" Ken kaget mendengar perkataan Calista, setelah dilihatnya keadaan wanita didepannya ini, Ken beranjak mengambil air minum untuk Calista.
"Nih minum, biar agak mendingan" Calista hanya menuruti permintaan Ken "Cal Maafin gue, gue mengaku salah atas tindakan kurang ajar gue, maafin gue ya Cal"
"Iya gakpapa, gue hanya terbayang kisah suram gue" Kata Calista dengan suaranya yang mulai parau seperti ingin menangis.
"Sudah-sudah, don't cry okay" Kata Ken tak suka melihat wajah sendu wanita yang dihadapannya ini.
"Cal.. Mau gue Antar pulang?"
"Jamberapa ini Ken?"
"Jam 3 sore"
"Wahhh lama juga ya gue tidur heheh" Kata Calista yang berusaha mencairkan suasana
Mata Ken melotot kaget mendengar ucapan wanita yang dihadapannya ini, seolah tidak ada yg terjadi "Lo lapar? Mau makan Cal? Ken mencoba mengalihkan pembicaraan Calista
"Boleh deh, gue mau semua menu sate yang ada disini, tapi harus free! Hitung hitung permohonan maaf elo" Kata Calista bersemangat
"Heheh yaudah bentar ya aku turun mau cari tempat untuk kamu"
"Eh Ken, gue makan disini aja deh, males gue dibawah Gaada temennya"
"Oke siap nyonya, aku ambil pesanan nyonya dulu yaaa" Kata Ken dengan kerlingan matanya
"Manis" kata itu tiba-tiba terucap begitu saja dari mulut Calista
:*
__ADS_1