Mi Historia

Mi Historia
D a d y ?


__ADS_3

Flashback saat Calista SMA


"cal, mami mau ngomong sama kamu?" Kata Mami kepada Calista yg saat itu baru pulang sekolah.


"Ada apa mi?"


"Kamu jangan marah ya sama mami nak!" Kata Mami Airin sendu


"Ada masalah apa sih mi? apa mami ada nyimpan sesuatu dari Calista? Ayolah mi ngomong, Cal janji gaakan marah sama mami" Calista yang menatap maminya dengan rasa penasaran.


"Hmmm, gini sayang gimana kalo mami nikah lagi" Kata mami Airin dengan hati-hati takut putri semata wayangnya tidak terima.


"Wait, mami mau balikan sama papi? gak mi enggak, mami gak boleh balik sama papi! Percuma mi, papi tetap gaakan berubah, dan bakal ninggalin kita lagi! enggak mi, Calista gakmau" Kata Calista dengan tatapan yang menolak dan ada aura ketidakrelaan dari pelupuk matanya.


"Dengerin mami dulu sayang, mami mau nikah tapi bukan nikah sama papi"


"Te...terus..? mau nikah sama siapa mi? Calista takut nanti mami disakitin lagi mi, Calista gakmau mami disakitin lagi, sudah cukup kita ditinggal sama papi disaat aku baru menatap dunia mi" Kata Calista yang bersusah payah menahan tangisnya.


"Dia cinta pertama mami Cal, cinta mami di saat SMA! Maaf sayang, 2 tahun setelah mami dan papi resmi cerai mami berhubungan kembali sama cinta mami Cal, mami yakin kalau pilihan mami kali ini tidak akan salah sayang. Mami mohon sama kamu, mami sebenarnya gak mampu besarin kamu sendirian Cal, mami selama ini minta tolong sama dia, asal kamu tau Cal, dia sayang banget sama kau. Itu yang mami lihat dari bola matanya, dari kamu kecil dia yang bantu mami mengasuh kamu sayang" Kata mami meyakinkan Calista.


"Om Fauzi mi? Om Fauzi kan yang mami maksud? karena cuman om Fauzi yang selalu ada selama Calista membutuhkan kasih sayang seorang papi" Kata Calista yang menebak.


"Iya sayang, cuman om Fauzi yang ikhlas nerima kita sayang, yang membagi kasih sayang dan perhatiannya untuk kita berdua, tapi Calista kalo kamu tidak mau mami nikah lagi yasudah, mami gak memaksa kamu kok sayang, mami tinggal keatas dulu yah, mami mau istirahat" kata mami dan langsung meninggal kan Calista tanpa menunggu jawaban dari putrinya, ia memberikan waktu untuk Calista berfikir dan memutuskan, karna ia yakin anaknya sudah cukup dewasa utuk memutuskan sesuatu.


Calista tercenung, sudah cukup lama dia kenal sama om Fauzi, bahkan menurut Calista om Fauzi tak hanya sekedar om buat Calista, hanya om Fauzi yang menjaga Calista selama ini.


*Pernah waktu Calista SD, sekolah Calista mengadakan acara parent day dimana diacara tersebut setiap anak wajib membawa kedua orang tuanya. Pada saat itu Calista merengek tidak mau masuk sekolah dengan alasan demam, mami Airin langsung merasa curiga dengan alasan Calista, karena tidak seperti biasanya calista tidak mau sekolah bahkan dalam keadaan sakit sekalipun Calista bakal memaksakan diri untuk tetap pergi sekolah, walaupun berujung di UKS. Hingga akhirnya mami Airin menelpon wali kelas Airin.


"Halo , bu Sukma? ini saya mami Calista"


"Halo, iya bu dengan saya sendiri, ada yang bisa saya bantu?


"Bu, saya minta ijin ya, Calista hariini tidak bisa masuk sekolah, Calista tidak enak badan bu saya takut kenapa kanapa nanti kalo dipaksa sekolah"

__ADS_1


"Yasudah bu tidak papa, padahal hari ini di sekolah lagi ada acara parent day loh bu, saya fikir Calista bakalan datang"


"Pa..parent day bu, maaf kapan bu acaranya? kenapa saya tidak tahu ya bu?"


"Hari ini bu, setiap siswa wajib membawa kedua orang tua, ibu tidak di beritahu Calista ya?"


"Ohh tidak bu, mungkin Calista lupa, yasudah saya tutup ya bu, insyaallah kalo Calista agak mendingan, nanti kami dampingi untuk hadir bu, terimakasih ya bu Sukma"


"iya, sama-sama bu"


Calista ingat dimana mami dan om Fauzi membujuknya untuk mengikuti acara Parent day dan om Fauzi membujuk akan menjadi ayah Calista saat itu. Calista hanya diam mengikuti kemauan dua orang didepan ini karena teman-teman nya di sekolah memang tidak ada yang tahu kalau dia anak broken home, dan begitu sesampainya di sekolah, om Fauzi berperan seolah dia nyata menjadi ayah saat itu. Mereka bertiga terus mengikuti acara sampai selesai dan di akhiri Calista yg Tertidur karena kelelahan bermain*.


Calista naik keatas menuju kamar maminya, dan menuju dimana maminya yang sedang duduk di sofa sambil menonton TV.


Mami Airin tersenyum melihat anaknya yg duduk disampingnya sambil menyender.


"Kenapa sayang? kamu enggak capek? istirahat gih?"


"Kamu gak marah sayang?" mami terkejut dengan apa yg didengarnya


"Enggak mami, malah Cal bahagia, akhirnya Cal bakal punya ayah yang sayang sama Cal" Ucap Calista yg mulai menangis haru


"Terimakasih sayang, mami bangga punya anak kayak kamu nak, maafin mami yg belum bisa menjalankan 2 peran sekaligus dengan baik ya nak" Peluk Mami Airin agar anaknya tidak terlarut dalam kesedihan.


Akhir setelah keputusan yang didapat mami Airin siang itu, Mami Airin dan Om Fauzi langsung mengadakan acara pernikahan mereka sebulan setelahnya. Calista merasa paling bahagia saat itu, akhirnya satu mimpinya untuk memiliki seorang ayah yg menyayanginya dan maminya terkabul.


"Calista..."Panggil om Fauzi lembut saat melihat Calista termenung dengan mata berkaca-kaca.


"Iya om, kenapa om? om capek?" kata Calista yg melihat om Fauzi tersenyum hangat kepada nya.


"Om boleh minta sesuatu lagi sama kamu?" Tanya om Fauzi perlahan


"Boleh om, om mau minta apa? Kalau Calista mampu, bakal Calista turutin" Kata Calista lembut.

__ADS_1


"Panggil om dengan sebutan Dady ya nak" Kata Om Fauzi menelusuri muka anak tirinya.


"Dad... Dady... Dady" kata Calista sambil menangis haru, yaa akhirnya dia merasakan punya ayah.


"Iya sayang, ini Dady kamu... Dady nya Calista.. Calista nya Dady.." Kata Om Fauzi memeluk erat anaknya.


"Dady.. Calista boleh minta sesuatu dari Dady? kata Calista ragu


"Apa itu sayang? Dady akan mengabulkan semua permintaan anak kesayangan Dady ini, sebutin apa yg Calista mau dari Dady?"


"Dady, Calista cuma mau Dady jaga mami yaa.. Jangan sakiti mami ya Dady.. Jangan tinggalin mami.. Hiks Cal gak mau lihat mami sedih Dady.. please jaga Mami ya Dady... Huaaaa" Kata Calista yg langsung menangis sejadi jadinya.


"Iya sayang, Dady janji bakal jagain mami, Dady janji gaakan jahatin mami, Dady janji gaakan ninggalin mami dan Calista, hibur Calista kalau lagi sedih, Dady janji Dady bakal jagain Calista dan Mami semampu dan sekuat Dady sampai kapanpun sayang " Kata Dady Fauzi yang sudah ikutan menangis.


"Makasih Dady, Cal sayang Dady" Kata Calista yg semakin mengeratkan pelukan, mami Airin yg melihat interaksi keduanya hanya bisa menangis sambil tersenyum.


"Iya sayang, Dady juga sayang Calista, udah ah jangan nangis malu diliat mami, nanti disangka Dady yg buat Calista nangis, dihari pertama jadi Dady nya kamu" Bujuk Dady Fauzi agar Calista berhenti menangis


"Mi, Calista sayang mami, Calista gak sabar nunggu Adek Calistaa.." Kata Calista saat matanya menatap mami kesayangannya


"Mami juga sayang kamu nak, terima kasih sayang udah Nerima Dady Fauzi" Kata mami Airin memeluk anaknya


"Iya mami, akhirnya Cal punya Dady mi" Kata Calista berkaca-kaca.


"Iya sayang, kamu punya Dady" Ucap Mami Airin dan langsung mencium kening anaknya


Setahun kemudian akhirnya adik yg di tunggu-tunggu Calista telah lahir


"Assalamualaikum Belva, ini aku Calista kakak kamu, Panggil aku Kak Cal aja yaa, maaf kalau nanti kamu lebih sering mendengar suara aku yg cempreng heheh, maaf juga kalau aku masih terus terusan manja sama mami dan Dady, aku juga gak janji untuk gak rebut perhatian Dady dan Mami dari kamu, tapi ketahuilah Aku sayang kamu" Kata Calista dengan mata berbinar melihat adiknya yg baru lahir.


Mami Airin dan Dady Fauzi hanya tertawa haru mendengar perkataan Calista untuk adiknya.


Flashback off!!

__ADS_1


__ADS_2