Mi Historia

Mi Historia
K i s a h L a m a


__ADS_3

Kesokan harinya


"Morning mi" Kata Calista yang sudah selesai mandi mendatangi mami nya ke dapur


"Lohh udah bangun kamu, tumben cepat?"


"Lahh cepat bangun salah, lama bangun salah"


"iyaiya... yaudah kalau gitu bantuin mami buat sarapan yaa.., mami ke atas dulu bangunkan Belva sama Dady"


"Iya mi"


*Tok tok tok


"Siapa sih masih pagi aja udah gedor rumah orang" Calista langsung bergegas membukakan pintu


"Ehhh masuk Ken" Ken hanya masuk sambil tersenyum


"Gue ambil minum bentar ya... Lo gak buru-buru kan?"


"Enggak sih, hariini gue mata kuliah jam 8.30"


"Okedeh, bentar ya"


Saat Calista meninggalkan Ken, mami Airin dan Dady pun turun dan melihat Ken sedang duduk di ruang tamu


"Eh kamu Ken, mau jemput Calista ya??"


"Iya Tante"


"Ayo sini ikutan sarapan Ken"


"I..iya Tante" Kata Ken yang tidak enak dengan sosok laki-laki dihadapannya ini yang diduga ayah Calista


"Sudah ayo jangan sungkan" Dady Fauzi menepuk pundak Ken, mau tak mau Ken mengikuti langkah Dady Fauzi.


Calista yg sedang menyiapkan minuman untuk Ken terkejut melihat Ken sudah gabung di meja makan.


"Sini Cal sarapan" kata Mami membuyarkan keterkejutan Calista

__ADS_1


"Mau makan apa Ken? Ambil aja.. jangan sungkan-sungkan loh ya"


"iya Tante" Jawab Ken hanya mengambil Roti Selai dan segelas susu yang sudah disiapkan Calista tadi


"Siapa nama kamu?" Ucap Dady Fauzi yang melihat wajah Ken cukup asing


"Al Kenward Raymond om" Kata Ken sambil menatap Dady Fauzi


"Raymond... Aku sepertinya mengenal nama itu"


"Raymond nama akhir papa saya om, Daniel Raymond" Terang Ken


"Naaahhh, Kamu anak pak Daniel, Pengusaha Property Raymond ?


"Iya om, bagaimana om bisa mengenal papa saya?" Tanya Ken penasaran, takut-takut pria didepannya ini salah satu musuh papa nya


"Pantes aja kamu mirip Daniel... Saya adik kelas papa kamu, Beliau juga yg sudah membantu saya hingga seperti saat ini. Mungkin tanpa papa kamu, saya hanya pria pekerja biasa"


"Ahh.. om bisa aja" Kata Ken tersenyum ternyata dugaannya salah


"Om serius loh Ken! Dulu om hanya pengangguran besar-besaran. Melihat papamu yang semangat membangun bisnisnya om jadi ingin seperti papa mu. Awalnya om takut-takut berjumpa papamu, takut dia tidak mengenali om! Ternyata om salah, beliau mengenali om, dan akhirnya om di kasih modal oleh papamu untuk membangun bisnis juga! Malah papamu juga merekomendasikan perusahaan om dengan kolega-koleganya! Tanpa takut kalau om bisa saja berniat jahat terhadapnya"


"Tahun kapan itu om?"


"Jadi sekarang gimana kabar papamu?, Sudah lama om tidak berjumpa dengannya"


"Alhamdulillah Papa sehat om, cuman ya agak rentan aja om, maklum sudah tua"


"Hahahah iya iya.. om aja gakterasa sudah tua, tapi gatau kapan punya cucu nya yakan mi" Kata Dady Fauzi mengerlingkan mata


Calista yang hanya diam saja pun paham dengan kede Dady nya


"Sabar Dad, entar juga kalau jodoh Cal udah ada cucunya juga pasti ada, tapi sih kalau bisa tumbuhin ndulu uban Dady, biar ada cocok kalau punya cucu"


Akhirnya mereka terus melemparkan candaan sampai selesai makan dan waktunya beraktivitas.


"Om Tante kita pergi kekampus dulu ya" Kata Ken pamit


"Iya Ken hati-hati, Kirim salam sama papa kamu ya"

__ADS_1


"Hati-hati ya Ken" Timpal mami Airin


"Mi, Dad, Cal kekampus yaa, Bye Baby Belva"


"Assalamualaikum" Serentak mereka berdua


"Waalaikumsalam"


"Bye mam, Dad" Kata Belva ikutan pamit kepada mami dan Dady nya saat mendengar suara bus sekolahnya datang menjemput


"Dah sayang"


"Dad, kamu serius dengan apa yang kamu bilang tadi?"


"Yang mana Mi?"


"Itu... Kamu minta bantuan ke papa Ken untuk bisnis"


"Ooohhh.. Iya Mi, Maaf kalau selama ini aku Gaada ngomong sama kamu!" Dady Fauzi merasa bersalah karena telah menyimpan rahasia yang cukup lama dari istrinya.


"Berarti disaat aku mendekatimu itu kamu baru memulai bisnis?"


"Itu sudah 3 tahun setelah aku memulai bisnis, awalnya aku hanya iseng mengikuti jejak Daniel, Sebenarnya aku itu awalnya mau berjumpa dengan Daniel hanya meminta pekerjaan, setidaknya sebagai karyawannya. Tapi dia malah memberikan aku modal untuk memulai bisnis, aku ingat pesan dia dulu "Kalau kau melihat atau mengetahui temanmu dalam kesusahan makan bantu iya agar sama sepertimu, bukan menjadikannya budakmu" . Setelah aku diberikan modal, aku bimbang untuk dijadikan modal apa uang ini. Saat itu yang aku pikirkan hanya takut membuat Daniel kecewa kalau aku ternyata tidak sukses dalam membangun usaha. Akhirnya dengan tekat yang kuat dan kegigihan akhirnya aku memberanikan membuka usaha seorang diri tanpa karyawan tanpa pemandu. Aku mempelajarinya sendiri.. sampai akhirnya 3 bulan kemudian aku berhasil membuat usaha textile, Namun karena masih terbilang baru aku masih membutuhkan banyak dana saat itu, aku mendatangi Daniel menceritakan semua apa yg terjadi padaku. Pada saat itu aku di kasih lagi modal untuk mengembangkan usahaku, tapi aku tolak! Aku takut hutangku semakin banyak. Akhirnya aku mengusulkan Daniel untuk bekerja sama dengan perusahaan ku, Dia menyetujui tanpa ada memikirkan nya dahulu. Akhirnya usahaku mulai berkembang, setahun kemudian perusahaan aku di promosikan olehnya dengan nama perusahaan ku Daniel seutuhnya yang akan menanggung jawabi jika sewaktu-waktu usaha ku tidak jalan, tapi ternyata Usahaku semakin pesat hingga sekarang" Kata Dady sedang menerawang masa lalu nya sambil tersenyum


"Apakah modal awal mu sudah kamu kembalikan kepadanya?"


"Awalnya dia tidak mau dikembalikan, tapi aku menyebutnya kalau aku tanam saham di perusahaan, Tapi sampai sekarang aku tidak berniat mengambil hasil apapun dari perusahaan pribadinya. Karena menurutku saat dia membantuku dan mempercayai aku itu sudah lebih dari kata cukup! Apa lagi sekarang akhirnya aku menemukan kebahagiaan, apalagi coba yang harus aku sia-siakan? Semuanya sudah terasa pas sayang, dengan kehadiran mu, Calista dan Belva itu sudah cukup bahagia ku, Apalagi kalau aku sudah punya cucu pasti semakin bahagia rasanya hidup ini"


"Maaf jika aku tidak menemanimu disaat kamu kesulitan, maaf kalau aku datang disaat kamu sudah melewati segala rintangan, terimakasih sudah memberikan aku dan Calista kebahagiaan yang sungguh luar biasa besarnya suamiku!"


"Kamu tidak perlu meminta maaf dan berterimakasih sayang, ini semua sudah tanggung jawabku untuk membahagiakan kalian, percayalah meskipun Calista bukan anak kandungku tapi aku sangat-sangat menyayangi nya seperti anak ku sendiri, tidak ada yang aku bedakan antara Calista dan Belva, semua setara di mata, hati, dan fikiran ku"


"Aku mencintaimu suamiku, sangat sangat mencintaimu" Mami Airin langsung memeluk Pria yang ada disampingnya ini.


"Aku juga begitu sayang, setiap nafasku tanda aku bersyukur karena kamu ada di hidupku" membalas pelukan mami Airin


"Sudah-sudah, aku akan berangkat ke kantor setengah jam lagi, aku harus keatas dan bersiap"


"Ayo kita keatas, biar aku siapkan baju kamu"

__ADS_1


"Baiklah ayo"


Bantu like nya dong!!!! Aku butuh Likenyaa reader


__ADS_2