
Calista dan Natasya sangat lahap memakan semua yang sudah dihidangkan di meja mereka.
"Cal, bagaimana hubungan Lo sama Ken?" Tanya Natasya ketika sudah selesai makan
"Baik" Jawab Calista yang melupakan satu hal karena masih menikmati santapannya
"Bagus deh, ohiya Lo kagak kuliah?"
"Gue cuti dulu, lagian gue lagi sibuk banget sama bisnis"
"Usaha yang mana?"
"Ada deh, lagian gue masih pusing mikirin ini resto"
"Kenapa sama resto?" Tanya Natasya penasaran, bagaimana tidak? Natasya merasa restonya sudah cukup memuaskan, bahkan sudah mulai berkembang.
"Ya gue mau buka gagasan baru untuk mempermaju lagi restonya, Misal kayak buka cabang di luar kota gitu"
"Bisa juga sih Cal, tapi apa gak sebaiknya Lo minta bantuan Ken?"
"Gue belum ada bicara sama Ken sih, Lagian tukar pikiran sama Kevin juga okey tuh! Kan ini resto juga ada campur tangan Kevin" Kata Calista yang tak melupakan jasa suami sahabatnya
"Hmmm... Nanti gue coba bicarain deh sama si Kevin, Lagian apa gak ribet kalau sampai harus buka diluar kota?"
"Nah, itu juga gue fikirin, Gue juga gak bisa ngutus Suami Lo buka cabang, Apalagi kalau buka cabang harus merintis. Dengan keadaan Lo yang kaya gini gue gak mau perbanyak beban Kevin" Jelas Calista
__ADS_1
"Gue bisa kok ikut Kevin keluar kota, kita bisa tinggal disana sementara sampai lahiran" Kata Natasya memberi saran.
"Gak bisa Nat, Suami Lo gak hanya pegang resto kita, dia juga harus pegang resto Ken, Lo tau kan kalau Ken lagi di luar negeri. Gue aja gaktau dia kapan pulang" Setelah mengucapkan itu Calista terdiam sejenak memikirkan Ken dan hubungannya. "Hmmm atau gak gue aja yang turun tangan kali yak?" Kata Calista
"Gausah dulu deh Cal, kita liat aja perkembangan disini sembari menunggu Ken pulang dan minta pendapat mereka" Kata Natasya yang takut sahabatnya pergi ke luar kota sendiri
"Iya juga sih, yauda deh, untuk sementara gue fikirin ini aja deh! Gue juga takut kalau resto kita masih belum maksimal"
"Nah iye, sekalian Lo pelajari noh masalah bisnis kuliner"
"Nat, selama Lo menikah bagaimana Kevin memperlakukan Lo?" Tanya Calista tiba-tiba
"Baik, bahkan sangat baik! Bukan berarti gue membanggakan Kevin yaa... tapi selama beberapa bulan kita menikah Kevin belum pernah bentak gue, bahkan ngomong dengan suara meninggi aja belum pernah terucap dari mulutnya. Ya gue sih berharap Kevin gak berubah" Kata Natasya menjelaskan kepada Calista dan mengetahui kalau Calista mempunyai trauma dalam berumah tangga, meskipun sekarang maminya sudah memutuskan untuk menikah kembali.
"Iya gue tau, gue hanya ingin Lo baik-baik aja Nat! Gue gak mau apa yang dialami mami dialami juga sama Lo" Kata Calista getir
"Tapi gue takut" Calista semakin lirih bahkan matanya sudah berkaca-kaca
"Gini sayang, coba Lo liat mami Lo sendiri.. Setelah mami nikah sama Dady Fauzi bukannya Mami sudah bahagia? Bahkan mereka dikaruniai Belva... Itu tandanya Mami dan Dady bahagia, bahkan mami aja udah berdamai sama hati dan dunia nya..." Natasya mencoba mengurangi ketakutan Calista
"Nat, tapi Lo beneran bahagia kan?" Tanya Calista kembali dengan nada yang lumayan tegar
"Gue bahagia... Sangat bahagia! Nah, kita pun sebagai istri tidak bisa selamanya bisa memakai rumus "semua wanita selalu benar", ketika Lo salah, cukup akui kesalahan Lo dan berubah menjadi yang terbaik.. Disaat suami mulai meninggikan suara bukan berarti dia membenci Lo, itu bisa aja suami lagi khawatir sama kita, atau bahkan merasakan kecewa hingga tak bisa mengontrol diri.. Dan yang harus Lo lakuin cukup diam jangan menjawab meskipun elo benar, tunggu suami mengeluarkan amarahnya, Nah setelah tenang Lo peluk dan Lo jelaskan mengapa itu terjadi" Kata natasya memberi petuah
"Kalau gue di pukul"
__ADS_1
"Tidak ada suami yang sanggup memikul istrinya terkecuali si suami tergoncang atau bahkan gila! Tapi percayalah sekalipun nanti Lo di pukul, jangan langsung ambil tindakan gegabah seperti mengucapkan kata pisah atau menelpon keluarga.. Terkadang laki-laki kalau sudah emosi melupakan siapa yang ada di depannya. Pesan gue Lo harus tetap tenang, berusaha menjauh tinggalkan dia sendiri untuk merenungkan dirinya. Dan tinggalkan disini bukan berarti Lo pergi dari rumah, misalnya Lo bisa tidur pisah kamar. Biarkan dia tenang dengan sendirinya dan mencari keberadaan Lo.. Kalau kalian sudah membaik jangan pernah ungkit atau bahas masalah yg sudah lewat, itu akan membuat dia merasa tertekan sehingga bisa membuat psikis nya semakin rusak dan dia akan terus terusan kembali memukul kita! Yang Lo lakuin jika dia sudah menyadari sikapnya cukup peluk dia dan ucapkan untuk tidak mengulanginya kembali" Lanjut Natasya
"Apa gue bisa ngelewatin itu semua?"
"Calista, Kalau Lo selalu merasa takut kayak gini, Lo gaakan temukan kebahagiaan! Lo akan merasa dihantui rasa takut, takut salah, takut kekerasan, takut ini dan itu! Seperti yang gue bilang tadi, udah saat nya Lo berdamai... Percayalah kalau Lo bisa berdamai dan membuka hati Lo apapun yang Lo jalani pasti terasa tenang"
"Gue berusaha, Sebenarnya gue kemarin jumpa papi! Tapi karena gue masih merasa benci gue gak banyak bicara sama papi" Kata Calista lirih
"Jangan begitu Calista!! Gue percaya Papi Lo udah menyesal, pasti sekarang papi Lo juga lagi merenungkan semua perbuatannya! Ditambah lagi dengan kelakuan Lo kemarin ke papi pasti papi merasa tertekan... Lo mau papi pergi ninggalin Lo selamanya tanpa sempat mengucapkan maaf ke Elo?"
"Yaa enggak lah!!" Jawab Calista spontan
"Nah, makanya itu!! Gue yakin pasti papi Lo merindukan anak cantiknya ini, Berikan papi Lo kesempatan untuk menghapus penyesalannya walaupun telat! Cal mau gak mau Lo harus sadar kalau Lo tetap akan butuhin papi kandung Lo sendiri!" Tegas Natasya untuk sahabatnya
"Ya gue tau itu! gue akan coba kasih papi kesempatan" Kata Calista berusaha menenangkan dirinya sendiri
"Yaudah, sekarang gue pulang yaa... berhubung udah sore.." Kata Natasya ingin Calista mencerna semua kata katanya tadi
"Yah cepat amat, biasa juga pupang malam!" Sunggut Calista
"Gue udah punya suami, dan juga gue lagi hamil! Kan gak baik ibu hamil lama berada diluar rumah" Natasya mencoba memberi pengertian
"Astaga gue lupa, maaf"
"Yaudah, aku balik dulu ya... see you Aunty Cal" Natasya memeluk Calista dan bergegas pulang
__ADS_1
"okay, hati-hati dijalan! Bye Ponakan Aunty"
Setelah kepergian Natasya, Calista juga bergegas untuk pulang ke rumahnya. Entah kenapa hari ini terasa berat baginya, entah itu karena ucapan Natasya barusan atau rasa rindunya terhadap Ken.