
Tak berapa lama Calista sampai rumah dan langsung menuju ke kamar maminya, karena sore begini biasanya mami Airin akan menonton TV.
"Mi.." Kata Calista mendatangi maminya dan langsung mendaratkan tubuhnya di sebelah mami Airin
"Kenapa kamu kak? Ada masalah?" Tanya mami Airin heran. Biasanya anak kesayangan ini tidak akan menemui maminya di kamar kalau tidak ada masalah.
"Mi, Apa Cal durhaka kalau benci sama papi?" Tanya Calista getir
"Iya dong sayang, Kan mami udah ngajarin kamu dari dulu untuk selalu interaksi dengan papi! Mau bagaimana pun dia tetap papi kamu sayang, di sini ada aliran darah papi juga" Kata mami Airin menyentuh dada Calista
"Tapikan papi udah ninggalin kita"
"Sudah sayang, itu masa lalu enggak perlu dibahas dan terus di rasakan sampai sekarang! Liat mami aja udah bahagia, kita juga udah bahagia sayang.. Jadi tidak perlu mengungkit yang sudah-sudah" Kata Mami Calista lembut
"Kalau mami jumpa papi apa yang akan mami lakukan?"
"Apalagi yang harus mami lakukan? Jika dia menanyakan kabar kita ya mami akan jawab.. Mami juga berusaha untuk tidak memendam semuanya sayang, yang mami fikirkan gimana caranya anak mami bahagia.. Kalau anak mami bahagia sudah pasti mami juga akan bahagia.. Sudah sayang jangan terlalu menyiksa diri dan hati kamu, bagaimana pun dia adalah papi kamu"
"Iya mi, Terimakasih ya mi untuk semuanya.. untuk kebahagiaan keluarga kita... I love you mi" Kita Calista sambil.memeluk Mami Airin
"Itu udah tuntutan mami bahagiain kamu, gak perlu berterima kasih, cukup jadi Calista nya mami yang baik hati.."
"iya mami, Calista janji untuk menjadi lebih baik lagi.."
"Kamu tidak perlu janji untuk menjadi yang terbaik, Apapun dan bagaimanapun itu harus kamu lakukan semuanya dari hati ya sayang"
"Iya mi... Oh iya mi, rencana besok Calista mau ketemu Papi"
"Baiklah sayang, mami mendukung apapun itu! ingat pesan mami lakukan apapun dari hati"
"iya mi... Calista mandi dulu ya mi! Udah gerah soalnya" Kata Calista pamit dengan maminya
"Iya sayang" mami Airin tak menyangka kalau anak gadisnya kini sudah dewasa. Mami Airin tau apa yang dirasakan Calista selama ini, baik yang disembunyikan Calista maupun tidak. Dan kali ini Calista membanggakan Mami Airin.
sementara itu Calista dikamar tidak langsung mandi, dia hanya mencari alasan ke Mami Airin untuk memikirkan kembali apa yang akan dia lakukan.
__ADS_1
"Sudah saatnya aku berdamai" Gumam Calista sambil memandang langit-langit kamar nya. "Tapi aku takut papi tidak berubah" Gumamnya sekali lagi sebelum akhirnya matanya terpejam.
Keesokan harinya
"Pi..." Kata Calista kepada laki-laki paruh baya yang membelakangi dirinya
"Ah.. Kamu sudah datang sayang.. Papi fikir kamu tidak akan Sudi menjumpai lelaki tua ini lagi" Getir papi Calista
"Tidak Pi, Aku sudah datang! Apa kabar papi?"
"Seperti yang kamu lihat nak, Semakin tua dan semakin tak punya arti hidup"
"Papi gak boleh bicara seperti itu" Kata Calista sedih
"Bagaimana tidak, Papi melewatkan tumbuh kembang anak papi sendiri! Papi terlalu kejam sayang! Papi terlalu jahat untuk menjadi orang tua" Kata papi Calista dengan mata berkaca-kaca
"Enggak papi, Calista tetaplah anak papi! Sampai kapanpun tetap anak papi, baik papi yang merawat atau tidak... Pi... I Miss you" Kata Calista Langsung memeluk papi nya
Papi Calista tak menyangka dengan perlakuan Calista hanya bisa membalas pelukan anaknya. Karena yang ia tau kemarin anaknya ini memandang nya dengan tatapan membenci. "Papi juga rindu sayang... sangat sangat rinduuu" Tak terasa air mata Keduanya sudah jatuh
Belum sempat papi nya menyelesaikan perkataannya Calista sudah menjawab "Cukup papi, Cal selalu memaafkan Papi... Hanya saja hati Cal terlalu sakit membayangkan masa lalu Cal tanpa adanya papi" Kata Calista berusaha tidak menangis
"Papi salah sayang, papi terlalu tidak bertanggungjawab sebagai suami dan juga orang tua.. Sekali lagi maafin papi ya nak" Kata Papi semakin terlarut dalam kesedihan dan penyesalan
"Sudah Papi... Maafin Cal karena selama ini Cal gak pernah mengunjungi Papi.. Cal hanya belum siap terluka.." Kata Calista memeluk papinya kembali
"Tidak sayang, Papi pantas mendapatkan itu semua. Sudah anak papi gak boleh cengeng.. Yang papi tau anak papi selalu kuat dan selalu ceria" Bujuk Papi Calista
"Sebentar aja Calista memeluk papi seperti ini... Biarkan hati ini terobati... Calista benar-benar merindukan pelukan papi...hikss.. Andai papi tidak meninggalkan Kami... Hikkksss... Andai papi ada saat Cal di bully karena di tuduh anak haram... Hikkksss... Calista sayang papi..." Calista semakin hanyut dalam kepedihannya yang cukup lama di pendamnya hingga taksadar dia sudah menangis di pelukan papinya
"Maafin papi... Papi sungguh menyesal.. Karena papi kamu hidup susah sayang... maafin papi... papi pantas dihukum nak" Kata Papi sambil mengeratkan pelukannya
"Papi tidak salah... takdir yang salah.. hiksss..." Kata Calista sambil melepaskan pelukannya
"Tapi papi yang mempermainkan takdir.. papi pantas dihukum seperti ini..." Kata Papi Airin yang masih menyesali perbuatannya
__ADS_1
"Papi... Cal kesini bukan untuk mendengarkan papi minta maaf... Calista datang karena rindu sama papi... papi udah cukup minta maaf dan menyalahkan dirinya... Cal tidak menyalakan papi" Kata Calista berusaha menegakkan hati nya dan menyemangati Papinya
"Terimakasih sayang... Papi bangga sama anak papi..."
"Papii.... sehat terus yaa... tetap seperti ini selalu... jangan sedih terus.. Cal gak mau papi ninggalin Cal lagi" Kata Calista sendu
"Iya sayang.. papi janji tidak akan meninggalkan kamu... datanglah kalau kamu membutuhkan papi.. pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu sayang.."
"Terimakasih papi" Kata Calista kembali memeluk orang yang sangat dirindukannya
"Ehhh... Anak papi udah minta ijin mami kemari?"
"Udah papi... Papi selama ini kemana aja?"
"Ceritanya panjang untuk diceritakan sayang... Kamu udah makan?"
"Udah juga papi.. Papi sehat sehat-sehat ajakan??" tanya Calista sambil memperhatikan wajah tua pria dihadapannya
"Papi baik baik saja... bahkan hari ini papa menjadi lebih baik lagi.."
"Papi... Calista sangat sangat merindukan Papi" Kata Calista kembali
"Papi juga sayang... sudah lama papi merindukan hal yang seperti ini... sudah lama papi memimpikan pertemuan kita sayang.."
"Dan Sekarang mimpi papi terwujud..."
"Iya sayang... papi sangat bahagiaaa...."
"Pi Calista menginap disini boleh..??? Calista masih rindu" Kata Calista manja
"Boleh sayang.... ini rumah kamu jugaaa... sebentar biar papi suruh bi Minah membereskan kamar untuk kamu"
"Tak perlu repot Pi... Papi disini aja temanin Calista... Calista masih sangat rindu"
"Baiklah sayang..."
__ADS_1
Setelah pertemuan hari ini Calista merasakan plong di hatinya. Bahkan dia melupakan Ken yang sudah sibuk menelpon Calista berkali-kali tapi tidak pernah diangkat oleh Calista karena Calista membuat mode silent di hpnya sehingga dia melupakan semuanya dan asik bercerita dengan papinya.