
Sementara itu di Amerika Ken tetap terus mencoba menelpon pujaan hatinya berulang kali. Karena menurutnya sangat tumben Calista tidak mengangkat telponnya. Bagaimana tidak jika sekarang jam 05.23 Pagi waktu Amerika berarti di Indonesia sekarang sudah jam 17.23 Wib. Apa Calista sedang sibuk? atau sedang bersama siapa?
"Arrgghhh.... Lebih baik aku mandi dulu" Kata Ken sambil bergegas menuju kamar mandi.
Tidak berapa lama Ken sudah selesai mandi, Ken langsung menuju walk in Closed untuk memilih pakaian yang akan di pakainya hari ini. Setelah beres memakai semua pakaiannya hingga dasi sampai sepatu Ken langsung bergegas menuju Pantry untuk membuat kopi.
Karena Ken hanya tinggal di apartemen jadi terpaksa Ken melakukan hal itu semua sendiri. Sebenarnya itu tidaklah sulit bagi Ken, hanya saja Ken selalu tidak memiliki banyak waktu hanya untuk sekedar memesak makanan untuknya.
Setelah selesai menikmati kopinya Ken kembali menatap ponsel yang masih belum ada tanda-tanda kalau kekasihnya menelpon atau memberi kabar. Dengan hati yang gelisah Ken keluar dari Apartemennya Langsung menuju parkiran dimana Jeffry sudah menunggunya.
"Selamat pagi tuan" Kata Jeffry sambil membungkukkan badannya dan membuka pintu mobil bagian belakang.
"Pagi Jeff, apa kegiatan kita hati ini?"
"Hari ini masih belum ada kegiatan apapun tuan, kita masih menunggu analisa dari William untuk mengambil keputusan selanjutnya"
__ADS_1
"Baiklah, hariini aku ingin ke kantorku saja, dan segera hubungi William untuk menyerahkan analisa secepatnya!" Kata Ken sambil menatap ponselnya
"Baik tuan"
"Ohiya Jeff, aku ingin orang mu pagi ini berangkat ke Indonesia, kali ini bukan untuk melacak lawan tapi untuk melindungi kekasihku"
"Baik tuan, saya akan mengirimkan orang yang sudah sangat terlatih"
"Tapi Jeff aku tak ingin dia pria, dan kekasihku tidak suka diawasi. Apa kamu paham Jeff?
*Indonesia
"Baiklah sudah cukup cerita kita hari ini sayang, ini sudah sangat sore, lebih baik kamu istirahat sambil menunggu makan malam" Kita papi Calista lembut
"Tapi Pi, aku masih rindu"
__ADS_1
"Seperti yang papi bilang diawal, kapanpun kamu bisa datang kemari"
"Baiklah Pi, aku naik dulu keatas" Kata Calista pasrah sambil menuju dimana kamarnya berada.
Sesampainya di kamar Calista kagum melihat design kamarnya dimana terdapat keindahan wallpaper bunga yang sangat elegan di setiap kamarnya dan juga terdapat tempat tidur yang berukuran king size. Tidak hanya sampai disitu Calista terus menjelajahi isi kamarnya sampai akhirnya menuju kesuatu lorong yang terdapat 2 pintu berhadapan, dimana saat Calista membuka pintu pertama Calista terkejut karena isinya semua pakaian, sepatu bahkan tas branded bahkan dia tau kalau bajunya ini tidak ada di jual diindonesia.
Setelah menjelajahi isi closet nya Calista keluar dari ruangan tersebut dan melanjutkan langkahnya menuju ruangan di depannya. Setelah dibuka Calista di buat terkejut kesekian kalinya bahkan kali ini sampai membuat air mata Calista menetes.
Calista cukup lama berdiam memandangi semua yang ada di ruangan tersebut, dimana ruangan tersebut di design seapik mungkin untuk membuat siapa saja yang masuk akan merasa sangat nyaman. Akhirnya Calista berusaha melangkahkan kakinya menuju ke suatu foto yang cukup besar dimana foto tersebut adalah fotonya masih bayi. Tidak hanya itu ternyata ada banyak foto Calista disana, dimulai dari Calista belajar berjalan sampai Calista sudah beranjak dewasa sekarang.
Calista terus menatapi setiap foto yang ada disana, hingga membuat ekspresi Calista berubah-ubah. Sebentar Calista menangis, sebentar Calista tersenyum dan bahkan tak jarang Calista tertawa melihat fotonya.
Ada banyak foto disana dengan pose candid semua, ada pose dimana Calista sedang tertawa sambil memegang permen, ada Calista menangis karena di jahilin temannya, bahkan ada foto dimana saat Calista sedang ada kegiatan turnamen parent day saat itu Dady Fauzi dan maminya belum menikah dan saat itu juga Dady menggantikan pengganti Papi.
Dari semua foto yang dilihatnya satu foto yang menjadi pusat perhatiannya dimana pada saat itu dia sedang menangis karena di bully anak haram oleh temannya, tapi setelah kejadian membully hari itu Calista tidak pernah lagi melihat dimana anak tersebut. Tapi disini Calista yakin pasti Papinya sudah melakukan sesuatu. Ya selama ini papinya selalu ada untuknya, hanya Calista saja yang tidak cukup peka sama keadaan sekitar.
__ADS_1
Akhirnya Calista memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke kamar mandi untuk mandi dan turun makan malam.