Mi Historia

Mi Historia
P e r e n c a n a a n


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu setelah kejadian Ken yang mencium Cal, Selama itu juga mereka semakin dekat semakin sering komunikasi. Namun setiap di tanya oleh Kevin dan lain-lainnya mereka selalu kompak bilang kalau mereka hanya teman dan tidak lebih.


Seperti rencana awal Calista dan Natasya akhirnya mereka jadi membuka resto mereka. Mereka di bantu oleh Ken untuk pemilihan tempat dan konsep bahkan Ken juga ikut turun tangan untuk menyeleksi pegawai yang akan dipekerjakan nanti.


"Nat, itu yang di pojok kita jadiin ruang khusus family time cocok kayaknya"


"Yaaahhh gue malah mau buat untuk tempat nongkrong orang pasangan atau orang yang datangnya sendirian"


"Ehhh.. iya untuk gitu juga boleh deh, jadi kalau ada orang yang suka sendiri bisa tuh duduk di pojokan"


"Jadi entar kalau orang mau pesan gimana Cal?"


"Nahh, gini aja Nat! Berhubung yang kita jual itu masakan rumahan entar kita pakai sistem pilih pesanan dari menu aja"


"Yakin Lo gak ribet? kenapa gak langsung pesan makanan satu porsi aja, terus dianterin gitu"


"Ya enggaklah, jadi maksud Lo resto ini di buat kaya rumah makan nasi Padang?, Gini loh maksud gue, Kita kan jualnya tetap pakai porsi nah tapi porsinya itu setiap menu. Jadi misalnya elo pesan nasi, lauk pauk nya tempe oreg, sama Tauco Cumi-cumi , berarti Lo udah pesan 3 porsi. Disetiap porsi-porsi harga nya juga beda beda"


"Entar harganya jadi mahal dong"


"Yaa tergantung dia pesannya gimana? kan dalam seporsi lauk bisa untuk makan 2 sampai 3 orang, nah dia juga bisa pesan 1/2 porsi kalau gak bisa habisin yg seporsi"


"oh gitu Yaudah Lo atur aja deh Cal, gue ngikut aja"


"Lo harus tau juga Nat, entar gimana Lo jelasin ke anggotanya? atau kalau ada yg komplain gimana Lo jelasin ke konsumen nya?"


"Iya entar gue pelajarin lagi daahh... eh itu si Kevin kemana ya?"


"Ada urusan apa Lo sama Kevin?"


"Mau jalan-jalan lah kita, memangnya elo betah banget jadi jomblo"


"Lo udah jadian sama Kevin?"


"Lagi proses sih hahah"


"Awas di gantung Lo"


"Elo kali yang di gantung, gue mah jalan teruuusss hahahah"


"Sialan Lo"


"Assalamualaikum, Nataaaaa"


"Waalaikumsalam, Kev sini masuk"


"Ehh ada Calista, Masih belum kelar dekorasi nya?"


"Belum Kev, Ini nih si Natasya masih cari posisi yang pas untuk para pengunjung"


"Mau aku bantuin?" Tawar Kevin


"Ehh gausah Vin, ayo kita jalan aja sekarang, ini biar urusan Calista dan yang lainnya"

__ADS_1


"Beneran nih Calista kita tinggal?"


"ehh, Gakpapa! Kalian jalan aja..."


"Yaudah gue suruh Al ke sini ya, biar ada temen Lo Nat" Tawar Kevin


"Ehhh gausahhh... Ini juga gue mau balik, soalnya ada janji mau keluar sama mami"


"Nah yaudah yok Vin, Cal kita jalan diluan ya... Bye"


"Iya Nat, hati-hati lo, jangan pulang larut"


"Kita jalan dulu ya Cal.."


"Iyaa Kev hati-hati"


"Akhirnya sahabat gue nemuin pujaannya, Gue kapan yaa.. Eh gue ke resto nya Ken aja ah!"


Calista langsung pamit kepada bapak-bapak yang lagi membereskan sisa pekerjaan mereka. Sebenarnya resto mereka sudah bisa di buka, tapi Calista tetap ingin resto nya lebih baik lagi, Lebih nyaman lagi. Karena Calista tak mau hanya sekedar membuat resto tanpa memikirkan kenyamanan pengunjung.


Sesampainya Calista di resto Ken, Calista langsung mencari Ken keruangannya.


*Tok..tok


"Masuk" jawab Ken dari dalam ruangan. Namun ternyata di dalam ruangan Ken ada sosok wanita yang sangat cantik, dan posisi wanita itu seolah sedang memeluk Ken dengan mesra.


"Ehmm.. Maaf gue..guee gatau kalau Ken ada tamu, Gu..guueee permisi.." Calista pamit keluar, hatinya seperti sakit, tapi Calista tidak tau apa maksud dari yang Calista rasakan.


"Caaall..." Ken berusaha memanggil tapi Calista sudah lebih dulu menutup pintu ruangan.


Selama di perjalanan Calista terus menggerutu, dan memaki. Calista merasa hatinya seolah hancur, dia fikir selama ini Ken Perduli sama Calista karena Ken punya perasaan dengan dia. Ternyata Selama ini ungkapan Ken ke teman-teman tentang dia dan Ken hanya teman dan tidak lebih itu benar. Hanya saja Calista yang salah mengartikan semuanya.


"Kesel..keselll.... Aaahhhhhhh awas Lo ya Ken! Mulai dari saat ini aku gaakan nurutin semua kemauan Lo! Aku akan berusaha menjauhi Lo Ken. Gue janji Ken! Dan untuk Lo Calista.. Jangan jadi bego hanya karena di care sama Lo! Kisah mami apa masih kurang Cal? Bego bego!!" Calista terus menggerutu sampai akhirnya dia sudah berada di depan rumah!


*Braakkk


Pintu terbuka sangat keras, Mami yang ada di rumah sudah hafal dengan sikap dan kelakuan Calista kalau lagi emosi. Mami tau untuk saat ini anaknya hanya butuh ketenangan. Mami hanya menunggu sampai Calista berbicara dengan sendirinya. Karena kalau dalam situasi begini Calista tidak akan bisa di ajak bicara. Calista hanya akan semakin marah karena merasa terganggu.


Calista menatap langit langit kamarnya sambil memutar semua kenangan yang ada di kepalanya! Dan akhirnya Calista menemui mami nya di ruangan kerja yang Calista yakini mami nya sedang mengurusi bisnis online mereka.


"Mi..." Mami Airin yang lagi menatap Laptop sedang membaca laporan langsung menutup laptopnya dan mendatangi anak gadisnya yang sedang kacau ini


"Iya sayang, kenapa?"


"Besok Cal pengen ke Korea mi, udah lama Cal gak liburan"


"Ehhmm.. Yaudah ayo kita pergi besok" Kata mami yang memang udah lama tidak meluangkan waktu untuk Calista


"Calista aja deh mi yang pergi, Mami dirumah aja, kasiha Dady dan Belva" Kata Calista tak mau membuat adik dan Dady nya jadi dampak kekesalannya


"Enggak sayang, Kita berempat yang akan pergi" Kata Mami Airin yang memang sudah punya rencana untuk keluarganya liburan


"Serius mi?, Entar sekolah Belva gimana? Kerjaan Dady gimana? Cal gak mau loh mi, karena Cal semua yang sudah disusun jadi berantakan"

__ADS_1


"


Enggak sayang, Dady udah merencanakan liburan kita, hanya saja Dady belum tau tujuan mana yang akan kita kunjungi" Kata Mami Airin menjelaskan


"Cal enggak percaya mi, nanti mami hanya mau buat Cal bahagia aja"


"bentar bentar Mami telpon Dady dulu ya" mami Airin menelpon Dady Fauzi supaya Calista tidak merasa bahwa dirinya beban atau penyebab masalah untuk kedepannya.


"Assalamualaikum, ada apa sayang?"


"Waalaikumsalam, Sayang kita jadi liburan kan?" Kata Mami Airin


"Jadi dong, Tapi Aku belum tau destinasi liburannya. Nanti deh aku omongin dengan Anak gadis ku dulu" Jawab Dady yang masih tidak mengetahui kalau Calista mendengar percakapan mereka


"Kalau Ke Korea gimana?"


"Aku takut Calista enggak setuju Sayang"


"Daaddyyyyy, Cal mau ke koreaaaaa" teriak Calista girang


"Calll.. suara kamuuu.. Telinga mami langsung sakit" Calista hanya ketawa dan Dady yang mendengar interaksi kedua orang yang di sayangnya juga ketawa


"Mi, mana Calista Dady mau bicara"


"Hallooo Dad"


"Iya sayang.. Kamu bilang tadi mau ke Korea?"


"Iya Dad, Tapi kalau Dady gak suka kita cari tujuan lain"


"Enggak enggak kita akan pergi Ke Kore besok!" Putus Dady yang tidak mau anaknya sedih, karena sudah lama Dady Fauzi mengenal Calista. Calista akan meminta liburan yang jauh kalau suasana hatinya tidak baik-baik saja. Ini bukan pertama kalinya untuk Fauzi, Setiap Calista sedih, dan susah meminta liburan jauh berarti hatinya benar-benar kacau. Mereka memang sudah merencanakan liburan tapi masih belum sempat membicarakan nya dengan anak-anak mereka.


"Serius Dad?, Kerjaan Dady?"


"Udah beres sayang, yaudah kamu beres-beres gih, Dady usahakan kita flight pagi"


"Okey Dady.... I love Youu"


"I Love You so much"


"Cal tutup ya Dady, Bye..."


"Bye sayang, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


"Yeeeyyyyy Korea I'm Coming" Jerit Calista bahagia


"Udah sana gih, siapin barang-barang kamu, mami mau beres-beres juga"


"Siap mi, I love you muach" Calista langsung lari menuju kamarnya


"kami akan terus bahagiakan kamu sayang, Mami gak mau kamu terus-terusan terpuruk. Sudah cukup kehidupan di masa kecil mu menyedihkan sayang, Maafkan mami yang udah membuat kamu menderita sayang" Ucap Mami Airin tulus..

__ADS_1


...


Halloooo gaaaiiisssss


__ADS_2