Mi Historia

Mi Historia
K e j i


__ADS_3

"Malam Pi, maaf Cal agak kesusahan mencari pakaian tidur yang nyaman" Kata Calista saat melihat papinya sudah menunggunya di meja makan


"Tidak apa sayang, apa kau suka?" Tanya Papi Calista berharap harap


"Sangat suka Pi, tapi tak seharusnya papi melakukan ini untuk Calista. Ini terlalu pemborosan Pi"


"Papi selalu menyiapkan semuanya dari dulu, setiap tahunnya papi selalu mengganti isi closet kamu sesuai pertumbuhan kamu, Karena papa yakin suatu saat kamu akan menemui papi. Dan papi tidak akan membuatmu kecewa sayang" Kata papi Calista dengan suara yang agak bersemangat


"Maafin Cal Pi, tak seharusnya Cal ikut campur urusan orang tua.. Tak seharusnya Cal memvonis Papi tanpa penjelasan apapun" Calista kembali bersedih saat mengetahui semua yang dilakukan papinya untuknya


"Sudah sayang, ayo makan.. Ini semua makanan kesukaan kamu"


"Bahkan ayah mengetahui semua tentang ku.. Baiklah mari kita makan" Kata Calista dengan nada riang.


Setelah selesai makan Calista dan Papi nya menuju kamar Calista, lebih tepatnya ke ruangan santai yang ada di kamar Calista. Disana papi ingin menjelaskan banyak hal untuk Calista.


"Pi.. Aku penasaran sama semua foto disini, bagaimana cara papi mendapatkannya?"


"Itu sangat mudah untukku sayang, Papi hanya cukup mencari tau kegiatanmu sehari-hari dan papi akan dapatkan semua ini" Kata papi membanggakan diri


"Kalau papi tau semua kegiatan Cal, kenapa papi tidak langsung menjumpai Cal dan mami?"


"Itu sangat sulit sayang, untuk bisa melihatmu dari kejauhan saja udah membuat papi bahagia"


"Oh iya Pi.. Kalau tentang ini bagaimana?" Tanya Calista melihat foto saat dirinya di bully.


"Sebenarnya saat itu papi lagi kesekolah kamu karena ada urusan dengan kepala sekolah. Setelah urusan papi selesai, papi ingin merokok dan mencari tempat yang nyaman tanpa meninggalkan sekolah kamu. Entah kenapa saat itu papi ingin melihat kamu dulu sebelum pulang. Nah papi jalan menyusuri halaman belakang sekolah untuk mencari lokasi yang nyaman. Belum jauh Papi melangkah, Papi sudah mendengar suara ribut-ribut dari ujung kelas yang tidak terpakai. Setelah Papi sampai di lokasi Papi terkejut karena ternyata ada 5 siswa sedang membully kamu. Papi murka saat itu, tapi papi tidak mau gegabah.. Papi ambil foto kamu, papi kirim ke kepala sekolahmu. Tidak berapa lama kepala sekolah mendatangi lokasi yang sudah Papi sebutkan, papi menahan mereka untuk memproses kamu. Itu papi lakukan untuk melindungi kamu dari kejadian berikutnya. Papi menyuruh kepala sekolah untuk menekan bel pulang saat itu juga untuk membebaskanmu, dan menyuruh kepala sekolah memulangkan semua siswanya, tapi tidak dengan mereka" Kata papi dengan suara yang sudah emosi.


"Kenapa papi tidak melerainya saja?"

__ADS_1


"Kalau papi melerainya, pasti saat itu kamu akan membenci papi! Dan parahnya kamu akan menyudutkan papi, karena Papi yang membuat kamu di bully sayang" Kata papi dengan nada kembali berubah sedih


"Terus kemana mereka? kenapa setelah kejadian itu Cal tidak pernah melihatnya" Kata Calista ingin mencari tau kelanjutannya


"Papi masuk keruangan kepala sekolah sambil membaca data mereka yang membully kamu, Papi juga menyuruh kepala sekolah untuk menelpon orang tua mereka saat itu juga. Tidak berapa lama kepala sekolah sudah mengumpulkan mereka dengan formasi lengkap. Papi tidak langsung menjumpai mereka, Papi mengutus kepala sekolah untuk mengintrogasi para pelaku didepan orang tua mereka masing-masing. Tapi apa kamu tau apa yang membuat papi semakin emosi?" papi tiba-tiba diam karena mengingat kejadian itu sangatlah sakit.


"Sudah Pi, tidak usah dilanjutkan. Sekarangkan Cal baik-baik aja!" Kata Calista melanjutkan


Papi menatap lembut Calista, sambil tersenyum "Tidak apa-apa sayang, ini semua agar kamu bisa mengambil pelajaran. Saat itu papi sangat kecewa dengan semua orang tua yang ada di ruangan itu nak, mereka dengan bangganya membela anaknya, bahkan mengatakan kalau kamu pantas mendapatkannya. Sampai ada satu orang tua yang berkata "Anak orang miskin, dan anak haram tidak pantas ada di dunia ini! Mereka hanya mengotori dunia dan akan melahirkan keturunan yang sama". Saat itu papi benar-benar tidak tahan, papi keluar dari ruangan. Kamu tau ternyata mereka tetangga rumah yang dulu, saat usia mu 3 tahun mami kamu mengutuskan pindah rumah karena di bully juga bahkan dengan orang orang yang sama!"


"Apa mereka tidak tahu kalau papi dan mami nikah secara sah sebelum adanya Cal?" Kata Calista terkejut


"Mereka tau sayang, tapi mereka menyangkalnya dan selalu mengatakan, kamu hadir dahulu sebelum papi dan mami menikah" Jelas Papi Calista


"Setelah itu apa yang papi lakukan ke mereka?"


FLASHBACK ON


Ruangan yang tadinya ricuh karena saling menggunjing menjadi senyap seketika begitu sosok Roland memasuki ruangan. Siapa yang tidak tau sosok Roland? Lelaki sangat kaya yang berperawakan bule ini sangat di segani dan di takuti banyak orang. Tidak banyak orang yang mau berurusan dengan sosok pria ini. Karena kalau sudah berurusan dengan Roland hidup tenang akan menjadi sengsara.


"Pak Roland? Sudah lama kita tidak berjumpa apa kabar?" Tanya salah satu orang tua murid yang memang mengenal Roland.


"Sangat tidak baik" kata Roland dingin. "Apa kalian mengenal Calista?" Tanya Roland


"Calista anak haram itu om? Ya aku kenal, apakah dia simpanan kamu om?" Tanya salah satu anak dengan muka bengis


"Iya, dia simpanan saya"


"Cihhh... Dengar bapak kepala sekolah! Tidak salah jika anak-anak kami membuli anak haram itu!" Kata orang tua si anak

__ADS_1


"Apa salah Calista ?" Tanya Roland semakin emosi, tapi tidak ada yang menyadari selain kepala sekolah


"Karena dia anak haram!" Kata orang tua lainnya yang masih tidak menyadari siapa lelaki yang ada dihadapan mereka ini


"Apa urusannya dia anak haram dengan kalian?"


"Kami tidak mau anak kami tercemar! karena kalau ibunya saja tidak baik apalagi anaknya! Sekali haram ya tetap akan haram!"


"Kalian tau dari mana dia haram?" tanya Roland berusaha tidak mengamuk dihadapan semua orang ini


"Saya tetangganya dulu! Orang tua Calista memang sudah menikah, tapi dinikahkan karena ketahuan hamil duluan.. Setelah itu lelaki yang dinikahkan dengan ibu Calista lari karena tidak ingin bertanggung jawab. Saya dengar juga ternyata lelaki itu bukan ayah kandungnya" Kata Ibu yang satunya santai tanpa beban


"SAYA AYAH KANDUNG CALISTA ADELECIA DIANDRA ROLAND. LELAKI YANG KAU MAKSUD ITU AKU! ANAK KU HADIR KARENA CINTA SETELAH PERNIKAHAN BUKAN KARENA KESALAHAN PERNIKAHAN" Kata Roland penuh emosi sampai-sampai mukanya merah padam ingin menerkam semua orang yang ada di hadapannya.


"Bapak tidak usah sok membela anak haram itu! Saya mendengar sendiri dari perkelahian mereka saat itu jika orang tua anak itu dinikahkan karena terpaksa dan hadirnya anak itu karena kesalahan! Lagian nama ayah anak itu Krisna bukan Roland" Ibu itu mengacuhkan lelaki yang ada didepannya ini.


"Aku KRISNA ROLAND! Lelaki yang menikah dengan Airin perempuan yang mengandung Calista karena cinta bukan karena kesalahan!" Kata Roland dingin


"Paakk Krisna?" Tanya ibu itu meyakinkan


"Iyaa! Saya Krisna Roland dan kau tetangga persis disebelah rumah ku! Bahkan kau sengaja membangun jendela disebelah rumahku hanya untuk menguping!! Dan kau juga yang membuat berita palsu sehingga kau membuat anak dan istriku di bully semua orang" Kata Roland dengan tatapan yang sangat tajam


"Ma..maafkan saya pak! Saya tidak bermaksud begitu" Kata ibu itu mulai ketakutan


"Halo, Pecat semua nama yang sudah ku berikan kepadamu buat mereka tidak bisa bekerja di manapun dan bukan mereka jatuh miskin!" Kata Roland tajam setelah itu mematikan sambungan teleponnya


"Maaf pak... kami tau salah.. maaf kami tidak tau kalau Calista anak bapak" Kata mereka semua memohon


"Urus mereka semua, dan pecat mereka dari sekolah hari ini juga! Aku tak ingin melihat mereka bersekolah dimana pun! Sekalipun di ujung dunia mereka tidak akan bisa menikmati duduk di bangku sekolah lagi" Kata Roland tenang kepada kepala sekolah dan langsung meninggalkan ruangan tersebut. semua yang mendengarnya membeku bahkan ada yang pingsan.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


__ADS_2