Mi Historia

Mi Historia
T e r u l a n g


__ADS_3

Sesampainya di Restoran


"Cantik" itu yang ada di pikiran Ken saat melihat Calista yang terlelap selama perjalanan nya.


"Woy!! Ayo turun udah nyampe nih!" Ken membangunkan Calista dan sambil berusaha mengusir fikiran kagumnya terhadap cewek didepannya ini.


"Hooaammm... Udah sampe? Perasaan lama banget ya gue tidur?" Calista menatap Ken


"Yaiyalaaaahhh, udah 30 menit yg lalu kita sampe dan selama itu gue nungguin Lo bangun!" Gumam Ken.


"Lo ngomong apa sih?, Yuk turuunn... Ehhh gue kenal tempat ini deh!"


Ken yang hendak turun menoleh Calista "Yaiyalah tadi malam kan lo kesini! Lupa Lo??"


"Nah benar, ngapain Lo bawa gue kesini? masih jam 9 pagi ini, apa udah buka?" Kata Calista yang mengira diajak makan oleh Ken


"Belum! Udah ayok turun, Lo mau disini aja?" Setelah mengucapkan itu Ken langsung turun meninggalkan Calista yang masih terdiam di posisinya.


"Eeiiiittt, astagaa pake acara ninggalin lagi! Woyy tungguin!" Kata Calista langsung keluar dari mobil dan mengikuti langkah Ken.


"Pagi Pak, Pagi pak!" ucap para karyawan saat melihat bosnya yang hanya di jawab anggukan oleh Ken.


"Siapa sih ini orang" Gumam Calista yang heran melihat karyawan resto sangat menghormati Ken. "Woyy.. Duduk disana aja yuk!" Kata Calista yg masih gakpaham sama keadaan


"Yaudah duduk disana, gue mau ke ruangan gue dulu" Kata Ken tenang


"Ru...ruangan Lo? Ini punya Lo?" Calista menatap Ken penuh tanda tanya


"Heem, mas ambilkan minum untuk nona ini, dan tanya dia mau makan apa!" Ucap Ken dan langsung meninggalkan Calista yang masih berdiri.


"Silahkan non," Menyerahkan menu kepada Calista.


"Ehm, mas aku pesan lemon tea hangat aja deh, untuk makannya nanti saya panggil lagi mas"


"Baik non, ditunggu sebentar ya"


"Sial, malu banget gue udah buat keributan disini tadi mapam! Kenapa sih gue susah banget mengontrol emosi! ah udahlah bodo amat yang lalu biarlah berlalu"


Ruangan Ken


"Akhirnya bisa lepas dari cewek itu huuuff!, Sulit banget sih gue ngendalikan diri setiap sama cewek itu, eh siapa ya namanya?" gumam Ken sambil mengingat dan merogoh saku mengambil kartu nama Calista, "aahhh Calista Adelecia Diandra, Nama yang cantik dan unik, pas seperti orangnya" Ken tersenyum mengingat tingkah Calista setiap berjumpa dengannya. "Astaghfirullah, apa apan sih gue, Mana mungkin gue bisa tertarik sama dia aarrgghhh" Sambil mengusap mukanya dengan frustasi Ken melanjutkan niatan awalnya, yaitu memeriksa pembukuan.


Setelah selesai melakukan pembukuan Ken turun kebawah melihat kondisi Calista. Sesampainya di bawah Ternyata Calista tertidur dengan posisi menumpukan kepalanya di tangan. Ken mendatangi meja kasir dan bertanya apa aja yg sudah di pesan Calista.

__ADS_1


"Mas apa aja yg sudah di pesan nona itu"


"Hanya lemon tea pak!"


"Apa dia sudah lama tertidur?" Tanya Ken yg terus menatap Calista.


"Sudah pak"


"Yasudah lanjutkan pekerjaan mu", Ken langsung menuju dimana Calista berada, dan hanya duduk menatapi wanita yang ada didepannya ini.


"Cantik sih, tapi tukang tidur!" Ken terus memperhatikan Calista tanpa niat membangunkannya. Calista tetap tertidur meski sudah merubah posisi, dimana kepalanya tidak bertumpu ketangannya lagi, melainkan langsung kemeja. Dan Ken yang melihat hanya tersenyum dan langsung membopong Calista menuju ruangannya.


"Eh, itu siapa yg di gendong pak bos? Akhirnya ya dia punya cewek" Kata salah satu karyawan pria yg melayani Calista tadi.


"Kayaknya bukan deh, soalnya tadi malam cewek itu terlibat keributan dengan pak bos, bisa aja itu temennya bos" Timpal satu karyawan wanita mengingat kejadian tadi malam


"Bisa jadi sih, eh yaudah lanjut kerja yuk! Gue gak mau di sidang lagi sama pak bos" Kata Karyawan pria mengingatkan kalau bosnya paling tidak suka dengan pegawai yang kerjanya sembarangan.


Ken langsung meletakkan Calista di ranjang yang tersedia di ruangannya! Ranjang itu memang sengaja di letakkan di ruangan Ken, untuk jaga-jaga sewaktu-waktu kalau Ken lembur atau bahkan malas pulang kerumah.


"Mata ini memiliki bola mata yang menghipnotis, Bibir ini yang selalu mengeluarkan kata kata yang unik" Gumam Ken tersenyum tidak sadar sudah mengagumi wanita didepannya, dan meninggalkan Calista agar tidurnya nyenyak.


Calista yang memang tidak peka sama keadaan ketika tidur tidak sadar dengan apa yang terjadi dengannya.


"Sttttttt...," Ken yang mendengar Kevin teriak langsung memberi kode agar Kevin segera diam.


"Kenapa?" Kevin berbicara dengan suara kecil penasaran dengan apa yg terjadi dengan Sahabat didepannya.


"Noh, ada orang tidur disebelah" Kevin yang mendengar perkataan Ken langsung menuju ke ruang istirahat Ken.


"Eh ***, habis ngapai Lo sama cewek itu??" Cercah Kevin setelah melihat Calista yang sedang tertidur pulas.


"Apasih muncung Lo itu! Lo liat dia ngapain?"


"Tidur"


"Masih pake baju gak?"


"Ya masihlah"


"Terus apa yang ada dipikiran Lo setelah melihat keadaannya?"


"Ya dia sedang tidur pulas"

__ADS_1


*Plakk "nah gini kalau punya otak itu harus bersih" Kata Ken setelah menggeplak kepala Kevin.


"Siapa sih dia?" Kevin penasaran


"Cewek yang mobilnya gue tabrak!"


"Kenapa bisa sama Lo?" tanya Kevin, Ken pun menjelaskan semua yg terjadi pagi ini sama dia kepada Kevin.


"Udah sana loh turun, kerja Lo, enak banget mau bolos"


"Gue bolos aja deh hariini ya, Capek gue Ken!"


"Serah Lo deh, nanti malam balik lagi ya"


"Hmmm, yaudah gue pulang dulu! Lo jangan apa-apain cewek itu ya!"


"Iyeee... udah sana gue mau kerja" Kata Ken dan menatap Kevin yang sudah meninggalkan ruangan nya.


"Capek juga, kalau tidur bentar gak apalah yaa...." Ken langsung menuju ke ruang istirahat nya dan menjatuhkan diri di sebelah Calista.


Calista menggeliat, dan membuka matanya setelah merasakan ada hembusan di bagian lehernya dan di bagian perutnya seperti ada beban yang berat, dilihatnya kesamping ternyata ada Ken yang tertidur sambil memeluknya dan


"Huuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaa..........." Calista menjerit sambil berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Ken.


Ken yang kaget dengan posisi mereka, langsung menetralkan sikap dan berpura-pura seolah kesal karena Calista sudah mengganggu tidurnya.


"Apasih Lo? Kenapa Lo meluk-meluk gue, Lo apain gue? Lo prepe gue kan? Gue aduin Lo ke polisi atas tindak pelecehan" Kata Calista yang emosinya sudah meledak-ledak, tangannya juga sudah mulai gemetar


"Maaf.. maaf Caalll gue gak maksud meluk, gue cuman ketiduran disini dan untuk meluk itu atas ketidak Tahuan gue" Kata Ken yang berusaha menjelaskan.


"Gue gak percaya sama Lo! gue tetap akan laporin Lo ke polisi!" Calista yang merasa tak puas dengan jawaban Ken terus mengancam, tanpa Ken tau Calista sudah sangat syok dan sangat takut akibat kejadian yang baru saja menimpa mereka.


"Tenang, tenang.. Gue ada bukti kalau Lo gak gue apa-apain, tetap disini gue mau ambil laptop!" Kata Ken mengingat kalau di setiap sudut ruangan terdapat CCTV


Setelah Ken masuk kembali dan terkejut setengah mati saat dilihatnya Calista yang menangis syok di bawah ranjang. Ken tidak tau harus bersikap seperti apa langsung memeluk Calista agar Wanita itu tenang. Tubuh Calista menegang saat Ken tiba-tiba memeluknya, Calista meronta-ronta agar dilepaskan dari pelukan Ken, takut kalau apa yg ada difikirkan nya beneran terjadi. Setelah sekian lama akhirnya Calista merasakan takut dan Kalut setelah sekian lama tidak merasakannya.


"Tenang Cal, gue bersumpah demi tuhan dan orang tua gue kalau gue gak apa-apain elo" Kata Ken lembut yang tetap memeluk Calista tanpa peduli rontaan dari Calista. "Maafin gue" Ucap Ken tulus


setelah Calista tenang akhirnya Ken melepaskan pelukannya dan melihat wajah Calista yang sendu. Ken lagi lagi terkejut melihat bola mata Calista penuh dengan ketakutan dan depresi.


"Caalll" Panggil Ken lembut, dan hanya di tanggapi pegerakan mata oleh Cal, karena Ken sadar Calista pasti betul betul syok dengan kejadian yang tidak disengaja ini


"Cal maaff"

__ADS_1


:)


__ADS_2