
Ken sudah sampai di Bandara dengan tepat waktu Langsung melangkahkan kakinya menuju Jet Pribadinya. Sepanjang perjalanan Ken tersenyum mengingat kebahagiaan yang baru saja dirasakannya. Ken berjanji akan menyelesaikan semua pekerjaan dengan giat dan Cepat. Belum sehari Ken meninggalkan Calista rasa rindu dihatinya sudah sangat besar.
Setelah perjalanan yang cukup panjang Ken sudah memijakkan kakinya di USA, Jeffry sudah menjemput tuannya.
"Hai Jeff, apa kabar?" Tanya Ken kepada Jeffry yang menjadi sopirnya dan orang kepercayaan selama Ken di USA
"Seperti yang anda lihat tuan, saya sangat sehat dan siap untuk semua apapun yang tuan minta"
"Untuk orang yang aku minta apakah sudah ada?"
"Sudah ada Tuan, Orang itu sudah menunggu kedatangan tuan di kantor"
"Baiklah kita ke kantor papah terlebih dahulu, hubungi orang itu agar menjumpai aku di kantor papah"
"Baik tuan" Jeffry langsung melakukan apa yang sudah di perintahkan tuannya.
Begitu mereka sampai, para penjaga Langsung membukakan pintu Ken dan pintu Jeffry. Ken dan Jeffry Langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan Ken. Mereka di sambut oleh para Staff Kantor papa Ken, Namun tidak ada yang berani menyapa. Semua berdiri sambil menundukkan kepala. Dan kembali ke formasi masing-masing saat Ken beserta antek anteknya hilang di telan lift.
Mereka tau seperti apa anak bosnya ini, Jika Daniel Raymond seorang bos yang ramah berbeda dengan Al Kenward Raymond yang tidak akan segan segan memecat jika ada hal yang tidak penting di bicarakan di hadapannya.
Seperti menyapa bukan lah hal yang penting untuknya. Ken tak perlu disapa, Ken hanya ingin di hormati. Prinsip yang selalu Ken tanamkan kepada para Staff perusahaannya "Perusahaan tempat bekerja bukan tempat bercerita, Kurangi ceritamu, perbanyak kerjamu".
"Jeff, Panggil sekretaris papah" Kata Ken begitu sampai di ruangannya
"Baik Tuan"
__ADS_1
"Permisi, Tuan ini dokumen yang diperintahkan oleh tuan besar, mohon di pelajari bagaimana cara mengatasinya" Kata sekretaris itu dengan takut sambil menyerahkan dokumen kepada Ken.
"Baik, Kamu sudah bisa Keluar"
Ken berusaha memahami masalah yang menimpa perusahaan papahnya, iya mencari cari solusi.
"Jeff, apakah orang itu sudah sampai?"
"Sudah tuan, dia sedang menuju kesini"
"Permisi" orang yang di maksud Jeffry datang
"Aku tak perlu tau siapa nama mu, yang aku butuhkan disini orang yang tangkas, sigap dan loyal. Kapan pun aku membutuhkanmu kuharap kau bisa menyanggupinya tanpa perlu mencari tau kenapa dan bertanya ada apa".
"Bagus, Ini ada dokumen kuharap kau sudah paham dan tak perlu bertanya lagi tentang apa yang ada di dalam dokumen tersebut. Aku harap kau cukup jenius untuk membantu ku"
"Baik tuan, saya akan mempelajarinya terlebih dahulu"
"Hm.. Satu lagi jika kau sudah paham dan tau apa yang akan kau lakukan cukup beritahu kepada Jeff, Biar Jeff yang menghubungi aku untuk kelanjutannya. Silahkan kamu boleh pergi"
"Baik tuan, saya permisi"
Begitu sepeninggalan orang-orangnya, Ken merasakan rindunya terhadap Calista kembali datang dan mnyusupi relung hatinya. Ingin Ken menghubungi Calista tapi apalah daya Ken terlalu takut mengganggu waktu Calista.
Ken lebih memutuskan untuk kembali ke apartemennya karena sudah cukup larut dan Ken sudah merasakan letih yang luar biasa.
__ADS_1
"Jeff, Apakah perusahaan ku baik baik saja?" Tanya Ken kepada Jeffry saat mereka menuju apartemen Ken
"Perusahaan sangat baik-baik saja tuan, untuk sementara para pesaing belum bermunculan"
"Baiklah, Ohiya Jeff aku rasa aku membutuhkan rumah. Aku merasa tidak aman jika aku di apartemen karena aku tidak bisa membawa banyak penjaga.
"Apakah tuan mau saya Carikan rumah untuk tuan sewa selama tuan disini?"
"Tidak usah, kau beli saja langsung, aku yakin aku akan sering kesini"
"Baik tuan, besok akan saya usahakan tuan sudah pulang kerumah"
"Ingat aku tidak suka suasana ramai, aku mau rumah jauh dari jangkauan orang"
"Kalau begitu ijinkan saya untuk membangun rumah sesuai dengan yang tuan inginkan"
"Usahakan rumah itu siap dalam 3 Minggu Jeff, dan datang kan besok arsitektur kekantor ku"
"Baik tuan, kita sudah sampai tuan. apakah tuan butuh pengawal untuk malam ini?"
"Cukup 2 pengawal dan tidak usah terlalu dekat memantau ku"
"Baik tuan, saya mengerti"
Begitu selesai menyampaikan semua perintahnya Ken melangkah dengan pasti menuju apartemen yang sudah lama tidak ia datangi itu. Ken membuka pintu apartemennya dan memasuki kamar untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya setelah itu merebahkan diri untuk istirahat sebelum memulai hari esok.
__ADS_1