Mi Historia

Mi Historia
D A G D I G D U G


__ADS_3

"Semuanya taruh di meja saya ya mas" Kata Cal kepada pegawainya yang membawa makanan untuk Calista. "Cal, sini makan" Ucap Ken yang sedang bermain hp.


"Ehh, iyaa... Waaahhhhh gue bisa gemuk nih" Kata Calista sambil melihat semua jenis makanan yang berbeda di setiap porsinya.


"Gakpapa, Yang penting lo makan, gue tinggal ya, gue mau ngerjain pembukuu dulu"


"Ken, temenin gue makan! Mana bisa gue habisin ini semua" Kata Calista dengan mimik muka memohon


"Yaudah serah Lo deh" Kata Ken pasrah dan mulai melihat makanan apa yg akan dimakannya.


Ken yang teringat tentang Calista pun mencoba untuk bertanya. "Cal.. Maaf nih, tadi Lo ada ngomong kalau Lo cuman teringat masa suram lo. Emang Lo kenapa?, Cukup bilang gakpapa kalau Lo masih belum bisa cerita" Tanya Ken hati-hati takut Calista tersinggung


"Ooohhh ituu gakpapa kali Ken, itu dulu gue pernah hampir di perkosa"


*Huukkk Ken tersedak mendengar kata-kata Calista yang keluar terlalu enteng seolah tidak perlu dirahasiakan


"Ehhh ini minum"


Ken meneguk minum yang di berikan Calista sampai habis.


"Lo kenapa sih? makan itu ati-ati kalau Lo Lapar bilang aja gak akan gue habisin kok ini" Kata Calista sambil melihat muka Ken yang masih menetralkan dirinya.


"Gak papa, gue cuman kaget sama kata-kata Lo barusan"


"Biasa aja kali, Gue aja udah melupakan kejadian itu. Ya kalau difikir-fikir sih kejadiannya udah hampir 3 tahun yg lalu" Kata Calista tetap tenang


"Terus, pelakunya gimana?"


"Ya di bawa ke kekantor polisi... tapiii..." Calista mencoba menerawang


"Tapi kenapa Cal" Ken yang merasa penasaran dengan Calista


"Aduuuhhhh.. Gue lupa tanya sama Dady berapa lama tahanan yang didapatkannya" Kata Calista dengan nada agak berubah


"Tenang, dia mungkin lupa sama elo, atau mungkin aja dia udah taubat" Kata Ken mencoba menenangkan Calista. Dalam hati Ken *Gue akan terus menjaga Lo Cal, gue gaakan biarin orang-orang jahat mendekati elo gue janji Cal.


"Yaaa semoga aja bener" Kata Calista terdiam, ternyata rasa takut itu masih ada batin Calista


"Yaudah kamu makan dulu Cal, yang seperti itu gak perlu kamu pikirkan."


"Iya baiklah, Ohiya elo disini seharian bareng gue gak takut apa kalau tiba-tiba cewek lo datang?"


"Gausah bahas cewek, Cewek gue Gaada! Yang ada elo tu! Gue gak mau ya kalau sampai di tonjok sama pacar elo"


"Gue jaga sama kayak Lo, semenjak kejadian itu gue benar-benar menjauhi semua cowok! Apalagi sampai ada yang genit genit sama gue kayak berusaha nyentuh, gue pasti langsung kabur sejauh mungkin, Gue bisa dibilang trauma sama lawan jenis!"


"Maafin diri elo sendiri Cal"


"Haaahhh???" Kata Calista yang tak memahami maksud dari kata Ken

__ADS_1


"Ya maafin diri Lo sendiri, dan berusaha untuk tidak menyalahkan keadaan, gue yakin Lo pasti tenang"


"Gue udah berusaha tapi gue gak bisa"


"Lo pasti bisa, buktinya sekarang Lo hanya berdua dengan gue, satu ruangan dari gue!"


"I...iyaaa.. Tapi selagi itu tidak bersentuhan gue masih tenang aja sih!" Kata Calista acuh tak acuh


Ken mendatangi tempat duduk Calista, menyentuh tangan Calista " Nahh... Sekarang gue sentuh, apa perasaan Lo saat ini"


"Bi... Biasa aja Ken! Gue biasa ajaaaa.... Gue sembuh Ken...." Kata Calista girang langsung memeluk Ken


Ken yang terkejut dengan reaksi Calista hanya menerima.


"Tapi kenapa bisa gue biasa aja sama Lo ya Ken??" Tanya Calista penasaran


"Mana gue tau, mungkin karena kejadian tadi kali hahahhaha" Canda Ken


"Mungkin aja kali yak, hahhaah" Ucap Calista


"Yaudah cepat habisin makanan lo, udah sore nih. Gaenak sama mami Lo kalau kelamaan pulang"


"Ssiiaapp boosss" Kata Calista langsung fokus ke kegiatan awalnya.


Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang, dan Ken akan mengantarkan Calista kembali kerumahnya


"Gue turun ya Ken, hati-hati Lo" Kata Calista pamit


"Iya, kirim salam sama mami Lo, emhh besok gue jemput ya"


"Yaiyalah kan itu emang tugas Lo selama seminggu ini hahahha" Kata Calista langsung turun dan menutup pintu mobil.


"Kenapa sama hati gue sih, kayak gak rela aja gitu pisah dari Calista" Kata Ken langsung jalan menuju rumahnya.


"Assalamualaikum mami"


Waalaikumsalam anak Dady..." Kata Dady fauzi menyambut kedatangan anak tirinya Sambil merentangkan tangan


"Huuaaa Dady, I Miss you so much" Kata Calista didalam pelukan Dady nya


"We Miss you too"


"Dady kapan sampainya? kenapa gak kabarin Cal sih?" Kata Calista merenggut


"Tadi jam 2 Dady sampai dirumah, Dady kan gak mau ganggu anak Dady lagi main diluar"


"Dady memang yang terbaik deh, Oh iya Belva di mana Dad?"


"Itu diatas, Dia demam tuh karena Kangen kamu, itulah yang buat kami pulangnya di percepat"

__ADS_1


"OMG, Cal naik keatas dulu ya Dad" Calista langsung menaiki tangga tanpa menunggu jawaban dari Dady nya


"Haaii Belva..." Kata Calista yang melihat Belva sedang tidur tiba-tiba membuka matanya saat merasakan ada yang datang


"Kak, I Miss you" Kata Belva langsung berhamburan ke pelukan Calista


"Oh baby, I very very Miss You, Are you okay baby?


"Yes, I'm okay! I just Miss You kak" Kata Belva yang lebih sering menggunakan bahasa Inggris dari pada bahasa negara kelahirannya


"I'm here baby... Have you Eaten?"


"I waiting you kak"


"C'mon Eaten baby" Kata Calista langsung mengajak Belva makan


Dady yang melihat keakraban anaknya tersenyum lebar, dia fikir Calista tidak bisa menyayangi adik tirinya. Tapi dia salah malah mereka seperti punya ikatan batin yang kuat. Bayangkan saja, Kalau Dady dan mami pergi keluar kota atau keluar negeri berdua dengan waktu yang cukup lama, Selagi Belva bersama Calista dia tidak akan mencari mami dan Dady nya. Tetapi kalau Belva dipisahkan dengan Calista pasti Calista akan sakit seperti sekarang ini, mereka terpaksa membatalkan banyak jadwal liburan dikarenakan Belva sakit panas, sampai mengigaukan nama Calista. Dan sekarang setelah bersama Calista, bahkan panas Belva sudah tidak ada lagi. Sungguh ia tidak menyangka ini semua, ini sebuah kebahagiaan yang didapatkannya, Dady hanya berdoa semoga kebahagiaan ini terus ada sampai kapanpun.


"Daadd....." panggil Belva?


"C'mon Eaten, I'm hungry" Kata Belva langsung menuju meja makan


Akhirnya mereka makan bersama siang ini, mami yang teringat masalah mobil Calista pun bertanya


"Cal, tadi orangg bengkel udah ambil mobil kamu! Emang mobil kamu kenapa? Mami liat benyok kaya gitu"


"Ohhh Itu mi, Calista kemarin ditabrak sama Ken di parkiran kampus, tapi Cal gakpapa kok mi, cuman mobilnya aja yang penyoknya"


"Ken siapa Cal?" Tanya Dady Fauzi penasaran karena baru kali ini Calista menyebutkan nama seorang pria.


"Itu Dad, temennya anak kita, mana ganteng lagi" Kata mami bercanda


"Kamu tau mi?"


"ya tau lah Dad, tadi pagi datang jemput Calista"


"Ohhh... jadi besok Calista kuliah naik apa?"


"Bareng Ken Dad, Ken udah janji selama mobil Cal di bengkel dia yang akan tanggung jawab setiap Cal pergi kekampus dan pulangnya"


"Hati-hati ya sayang" Kata Dady takut yg dulu terulang lagi


"Iya Dad, Ken orangnya juga baik kok"


"Yaudah ayo lanjutkan makannya"


*


Setiap membaca jangan lupa tinggalkan like nya ya reader, tanpa like dari kalian aku tidak ada apa apanya. Setiap like dari kalian sebuah penghargaan buat aku..

__ADS_1


__ADS_2