Mi Historia

Mi Historia
C e m b u r u


__ADS_3

"Seharusnya papi tidak perlu melakukan itu, lagi pula Cal tidak di apa-apakan oleh mereka" Kata Calista memecah lamunan Papinya


"Itu harus sayang, papi tidak ingin ada yang menyakiti kamu! Apalagi kalau sampai mereka menyentuh mu" Kata Papi Calista lembut


"Tidak akan ada lagi yang jahat dengan Cal Pi.. Cal juga bisa menjaga diri" Kata Calista membantah secara halus


"Menjaga mu adalah kewajiban Papi, yasudah lebih baik kamu istirahat" papi Calista mulai beranjak dari ruangan tersebut menuju pintu kamar


"Iya Pi, Selamat malam" Kata Calista yang ingin mengantar papinya sampai depan pintu kamar


"Malam sayang, ohiya Cal, kamu sudah hubungi mami kamu kalau menginap disini?"


"Aduh yaampun, Cal lupa Pi.." Kata Calista langsung berbalik badan mencari keberadaan hpnya


"Yasudah, Kabarin mami kamu setelah itu tidur" Papi Calista langsung keluar dari kamar tanpa menunggu jawaban dari Calista


"Buseetttt dimana hp guee... Duhhh... eehh tas gue di mana yaa tadi.." Kata Calista mengobrak Abrik kamarnya, tak berapa lama dia pun menemukan hpnya dan ternyata hpnya sudah lobet. Calista segera mencharger hpnya dan mencoba untuk mengaktifkan hpnya. Siapa sangka ternya ada 35 panggilan tak terjawab dilihatnya.


"Aduhhh 25 panggilan tak terjawab dari Ken, 5 dari mami dan 5 dari Dady.. Gue hubungin yang mana dulu yaa... Ahh ya lebih baik mami dulu deh" Kata Calista langsung menghubungi mami Airin


*Tut..


"Halo sayang kamu dimana?? Kenapa belum pulang jam segini?" Tanya mami Airin khawatir


"Maaf mami, Cal lupa kasih kabar ke mami.. Cal nginap dirumah Papi mi"


"Kamu baik-baik aja kan sayang"


"Iya mami, Cal baik-baik aja... Cal lagi cerita sama papi sampe lupa kabarin mami.. Maafin Cal ya mi" Jelas Calista


"Syukur deh, yasudah kamu istirahat gih.. Hubungi mami kalau ada apa-apa ya sayang" Kata Mami Calista sedikit khawatir


"Iya mami, I love you... Titip salam sayang untuk Dady dan Belva ya mi" Kata Calista mencoba menenangkan maminya

__ADS_1


"Love you too, iya nanti mami sampein.. yaudah mami tutup telponnya ya, assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Calista langsung mematikan hpnya dan mencari nama Ken untuk menghubunginya.


*Tut... tut...tut... Tapi tidak diangkat oleh Ken, sampai 3 Kali Ken tetap tidak mengangkat panggilan Calista


"Apa Ken marah yaa karena tadi tidak ku angkat... ahhh mungkin dia sibuk, lagiankan ini masih jam 9 pagi untuk waktu Amerika" Kata Calista gelisah.


Sampai akhirnya di jam 11 malam waktu Indonesia, Cal tetap iring uringan dikamar. Dari ruangan satu keruangan satu Calista terus mondar mandir sambil menunggu telpon Ken. Hingga tiba-tiba Hpnya berdering, begitu dilihat nama Ken tertera disana, tak butuh lama Calista Langsung mengangkat telpon Kekasihnya


"Haloo sayang.. Maaf aku tidak tau kau menelpon ku dari tadi... Maaf Ken.. aku benar-benar tidak tau karena hp ku silent... Please jangan marah" Kata Calista menggebu-gebu


"Iyaiya sayang, aku tidak akan marah... Aku hanya khawatir.. Aku takut kamu kenapa-kenapa" Kata Ken lesu


"Aku baik-baik aja sayang"


"Kemana aja kamu seharian ini, apa semuanya baik-baik aja?"


"Kenapa kau begitu gembira sayang.. Siapa yang membuat kekasihku segembira ini... Kalau itu laki-laki aku sangat sangat cemburu" Kata Ken menggoda Calista


"Iya sayang seorang laki-laki yang membuatku seperti ini" Kata Calista seolah membuat Ken Betul-betul Cemburu


"Apakah laki-laki itu lebih ganteng dari ku?" Tanya Ken penasaran


"Iya sayang.. Sangat ganteng bahkan sangat kaya, aku juga berniat hidup serumah dengannya" Kata Calista sengaja


"Huh, baru beberapa hari aku disini ternyata kekasihku sudah mencoba selingkuh dari ku.. Baiklah tunggu kepulangan ku, Aku ingin bertemu dengan laki-laki itu" Kata Ken lesu, tiba-tiba Merasa Ada ketakutan di lubuk hatinya. dia takut kalau Calista benar-benar berselingkuh dan meninggalkannya


"Baiklah sayang, aku janji akan menemukan kamu dengannya"


"Iyaaa... Aku benar-benar penasaran sayang, saat ini aku juga sangat cemburu"


"Hahahaha... Yasudah kalau begitu aku tidur dulu ya Ken, Disi sudah sangat larut untuk waktu Indonesia" Kata Calista sengaja menumbuhkan penasaran Ken

__ADS_1


"Baiklah, mimpi indah.. Aku mencintaimu" Kata Ken pasrah


"Yaa..bye" Ya hanya itu yang dijawab Calista dan mematikan sambungannya setelah mengatakan itu. Calista sengaja melakukan itu, Calista penasaran dengan apa yang akan dilakukan Ken jika tau bahwa dia selingkuh dengan Papinya sendiri.


"Hahahah... semoga dia tidak serius untuk cemburu" Kata Calista tersenyum setelah itu terlelap.


*Amerika


Sementara itu Ken terus merutuki dirinya sendiri karena tak bisa ada disamping Calista, sehingga ada seorang laki-laki yang membuat Calista nyaman. Ken berusaha untuk tidak emosi dan menyalahkan Calista. Karena menurutnya disini yang salah adalah dirinya.


"Pantas aja susah dihubungi dari tadi! Bahkan dia tidak menjawab kata cinta ku. Secepat itukah dia melupakanku dan menggeser aku dari hatinya? Huh Ternyata Cobaan LDR tidaklah mudah! Sabar Ken, sejauh apapun kau melangkah kalau Calista tetap jodohmu kalian pasti akan hidup bersama.." Ken memejamkan mata, dan menekan telpon yang terhubung dengan Jeffry untuk menyuruh anak buahnya itu keruangannya


Pintu ruangan terbuka ketika Jeffry memasuki ruangan Ken "Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Jeff Sopan


"Bagaimana dengan anak buahmu? Apakah sudah sampai di Indonesia?" Tanya Ken


"Sudah tuan, Pesawat mereka baru saja mendarat di Airport Indonesia.. Saya juga sudah menyuruh mereka melakukan tugasnya"


"Berapa orang yang kau kirim?" Tanya Ken ketika penasaran dengan kata mereka yang disebutkan oleh Jeff


"Ada 4 tuan, 2 Wanita dan 2 Pria.. Saya sudah memberikan masing-masing tugas kepada mereka"


"Baiklah, lakukan saja rencana mu, yang aku tau kekasihku harus baik-baik saja"


"Saya akan menjamin kebaikan nona Calista tuan"


"Yasudah, untuk rumahku kapan bisa aku huni?"


"Minggu depan rumah yang tuan inginkan sudah bisa tuan huni, untuk saat ini mereka sedang melakukan finishing" Jelas Jeff


"Baiklah, kau boleh keluar" Kata Ken, entah kenapa ia merasakan ketidaknyamanan. Ingin marah tapi tidak tau marah kesiapa.


Akhirnya Ken memutuskan untuk meninggalkan kantornya dan mencari ketenangan untuk dirinya juga hatinya.

__ADS_1


__ADS_2