Mi Historia

Mi Historia
G a g a l L i b u r a n


__ADS_3

Sebulan sudah Natasya menikah, selama itu juga Ken dan Calista semakin mendekat, sekarang mereka sudah tidak menggunakan elo-gue bahkan Aku-Kamu setiap berkomunikasi.


Mami Airin dan Dady Fauzi yang mengetahui kedekatan mereka hanya berdoa yang terbaik. Dady Fauzi belum pernah mengenalkan Calista dengan papa Ken. Bahkan setiap Dady Fauzi berkunjung, Dady tidak akan menyebutkan nama Calista. Dady fauzi hanya ingin anaknya dikenal bukan karena dirinya.


*Tut...Tut... (Ken menelepon Calista)


"Hmm.. halo..." Jawab Calista yang masih tertidur


"Kamu masih tidur?"


"iy...Eh... enggak kok" Calista kaget mendengar suara di seberang sana


"Kalau kamu masih ngantuk, gakpapa lanjut aja tidurnya.."


"Enggak Ken, aku cuma lagi tiduran aja ini"


"Yaudah setengah jam lagi harus siap yaa.. aku tunggu di bawah"


"App..apa? Kamu udah di bawah?" Calista kaget ke dua kalinya


"Iya Cal, gakpapa kamu santai ajaa.. udah mandi sana gih, aku sendirian loh di bawah"


"I..iyaaaa aku siapa dulu ya... bye" Calista langsung mematikan panggilannya dan segera melangkah menuju kamar mandi "Kenapa gue bisa lupa sih bego!! Udah elo yang ajak Lo yang lupain, gimana sih hidup Lo Cal..." Gerutu Calista seraya melepaskan pakaiannya dan memulai ritual mandi nya.


Hari ini rencananya Ken dan Calista akan liburan akhir pekan. Sebenarnya ini ide Calista sih, dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Ken. Ken yang merasa tidak terbebani hanya mengikuti kemauan Calista. Hitung-hitung semakin dekat pikir nya. Selang berapa lama Calista pun sudah turun dan menemui di mana Ken berada.


"Hai... Ayo kita jalan" Kata Calista langsung


"Kamu udah siap? Tidak ada yang tertinggal?"


"kayaknya sih Gaada.. Ohiya aku pamit ke mami dan Dady dulu ya" Calista yang ingin menuju kamar mami Dady nya di tahan oleh Ken


"Om dan Tante udah pergi duluan, mereka pamit ke pasar tadi Kebetulan aku sampe, mereka pergi"


"Ooohhh.. Yaudah ayo kita pergi" Kata Calista tak sabaran


"Iyaa... Jadi kamu udah tau tujuan kita kemana?" Tanya Ken kepada Calista


"Ehmm... Aku sih pengennya ke Ancol gimana?"


"Boleh, ayo kita kesana.. Eh kamu pasti belum sarapan kan?"


"Gimana mau sarapan kalau kamu jemputnya kepagian" Sunggut Calista


"Pukul 08.15 Wib udah bukan pagi lagi Cal... Untuk jamnya anak sekolah dan anak bekerja itu udah sangat siang" Jelas Ken


"Iyaaa sih.. Tapikan ini hari libur Ken..."


"Sekarang kamu mau kita lanjutkan perjalanan atau kamu aku antar pulang, supaya kamu ngelanjutin tidur kamu yang masih kurang itu?" Gertak Ken


"Ehh.... Ki..kita lanjut jalan aja deh.." Kata Calista mulai melembut


"Nah gitu dong, kamu itu jangan kebiasaan plin-plan ya... Yaudah sekarang kita mau makan dimana?"

__ADS_1


"Ehhmmm.. Di persimpangan sebelum Ancol ada yang jual sarapan, kayaknya enak tuh kalau kita mampir dulu! Kamu tenang aja di sana lengkap stand makanan, tinggal pilih sesuai selera.." Semangat Calista


"Sesuai keinginan anda tuan Putri"


Tak berapa lama Ken dan Calista sampai di tujuan yang di maksudkan Calista tadi. Mereka langsung memesan makanan, Ken hanya memesan Kopi susu kebetulan sebelum berangkat kerumah Calista sudah sarapan terlebih dahulu. Berbeda dengan Calista yang masih pagi sudah pesan mie Instan super pedas. Ken yang melihat gaya makan Tidak sehat Calista hanya menggelengkan kepala.


Saat ini percuma sekali rasanya Ken marah dengan apa yang dilakukan Calista. Tapi Ken berfikir sekali lagi, kalau Ken marah saat ini sudah pasti 100% Mood Calista akan hancur, beserta omelan-omelan yang menyakitkan telinga. Belum lagi membujuk Calista kalau sudah marah.


Jadi dari pada suasana liburan kali ini berantakan lebih baik Ken hanya diam sambil memperhatikan gadis didepannya ini. Kali ini Ken yakin, Calista pasti akan sakit perut karena ulahnya sendiri.


Setelah selesai makan, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan yang tidak terlalu jauh. Begitu sampai di Ancol Calista sudah heboh mengajak Ken untuk bermain ini itu.


"Ken ayo naik roller coaster...!!!" Kata Calista antara memerintahkan dengan mengajak bermain.


"Kamu yakin?" Tanya Ken


"Yakinlah, kamu takut..??"


"Aku gak takut Cal, tapikan kamu baru aja selesai makan, nanti kamu kenapa-kenapa"


"Aku tidak apa-apa, ayo kita main" Calista langsung menarik tangan Ken menuju penjualan tiket wahana tersebut.


Setelah tiketnya dipegang oleh Calista tiba-tiba Calista merasakan sakit perut. Berhubung sebentar lagi giliran mereka Calista tidak membicarakannya Kepada Ken. Calista hanya diam sambil merapalkan doa doa untuk menenangkan dirinya.


"Yakin tetap naik?" Kata Ken yang mulai mengetahui keadaan Calista yang terus aja gelisah.


"I..iyaaa gue yakin" Kata meyakinkan dirinya


"Kalau gak bisa gausah dipaksa"


"Iya.. gakpapa, kamu kenapa?" Tanya Ken saat melihat banyak peluh keringat di dahi Calista


" Anu.. Perut gue sakit banget?"


"Yaudah ayo, aku antar kemana? kerumah sakit atau pulang?"


"Ehm... Kayaknya kita cari toilet aja deh!"


"Serius?"


"Iya, aku cuman mulas aja.."


"Yaudah hayoo, kalau keadaan kamu memburuk aku bawa kerumah sakit ya.."


"Iyaa.."


Akhirnya Ken dan Calista pergi mencari toilet, setelah mencari toilet, Calista langsung berlari tanpa menghiraukan Ken.


Ken yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. 15 menit kemudian, Calista keluar dan menemui Ken. Tapi begitu mereka mau pergi menuju ke wahana perut Calista sakit kembali.


"Tunggu Ken.. perut gue mules lagi" Setelah itu Calista langsung berlari kembali menuju toilet tanpa melihat kebelakang.


Ken kembali lagi duduk di tempatnya yang semula, taklama Calista kembali keluar dengan keadaan muka pucat dan lemas.

__ADS_1


"Ayo kita kerumah sakit" Tanpa menunggu persetujuan Ken Langsung menarik tangan Calista


"A..aku gak apa..?" Ucap Calista lemas


"Kamu mau kayak gini terus sampai besok?"


"En..enggak, ehh bentar aku ke toilet lagi" Ucap Calista kembali saat merasakan perutnya kembali melilit.


Ken hanya terdiam sekaligus kasihan melihat Calista yang mondar-mandir sambil menahan kan sakit. Tak berapa lama Calista kembali dan kali ini kondisinya lebih parah dari yang sebelumnya.


"Ayo, Cal... Kamu jangan keras kepala!"


"I..iyaa ayo.. Aku udah gakuat jalan"


Tanpa ba-bi-bu Ken Langsung menggendong Calista menuju parkiran dan mencari Klinik setempat. Begitu sampai di Klinik dan melihat Calista tertidur Ken Langsung mengangkat Calista untuk memasuki Klinik.


"Dok.. Tolong periksa teman saya, sepertinya diare" Kata Ken sambil menjelaskan Kronologi nya.


"Baiklah, Nona Calista tidak apa apa.. Hanya saja efek makan pedas di pagi hari sangat tidak baik untuk perut dan lambung, Apalagi konsumsi mie instan di pagi hari juga tidak ada baiknya untuk kesehatan."


"Ini tidak akan berefek panjang kan dok?" Ucap Calista tiba-tiba


"Tidak nona, nanti akan saya berikan resep untuk mengurangi rasa sakit dan vitamin agar tidak lemas"


"Baik dok" Ucap Calista dan Ken serentak


"Baik, saya tinggal ya.. Obatnya bisa di tebus di apotek sebelah"


"Iya dok, Sebentar ya aku mau Nebus obat dulu.. Kamu rebahan aja disini jangan kemana mana" Perintah Ken kepada Calista


Tak berapa lama Ken sudah kembali sambil membawa obat dan bubur di tangannya.


"Kamu makan nih, Jangan taunya makan yang tidak sehat ya.."


"Iyaa.. maaf"


"Kenapa harus minta maaf? Kamu kan sakit"


"Iya tapikan kita gakjadi liburan karena aku"


"Liburan gampang, kapan aja bisa yang penting kamu sehat dan terus jaga kesehatan"


"Iya... Maafin aku yaa"


"Udah ayo dimakan buburnya, biar minum obat setelah itu kita pulang"


"Kamu siapin ya.." Kata Calista manja


"Yaudah.."


.


.

__ADS_1


.


Hii.. maaf ya readers aku kelamaan upload, kondisi aku lagi gak memungkinkan untuk pegang hp, dalam beberapa waktu ini aku keluar masuk rumah sakit. Maafin aku yaaa yang baru aja meng-up kembali.


__ADS_2