
______________________
disisi lain kini Dinda mulai menggoda ke 3 mafioso yang bersangkutan olehnya dulu, awalnya ia takut ke 3 mafioso itu akan mengenalinya namun rupanya tidak.
melihat mereka saja Dinda sudah ingin menghabisinya ditempat itu namun ia tak ingin gegabah, jika ia lakukan disini itu akan memunculkan kegaduhan didalam club itu smaa saja ia bunuh diri disana.
Dinda terus merayu ke 3 lelaki itu.
"hai tuan...
"hai juga nona...
"apa kalian ingin bersenang senang dengan ku?..
"tentu, kenapa tidak jika kau yang meminta..
(ucap salah satu Mafioso SR.
"apa kita pernah bertemu nona..
degg..
Dinda mulai takut akan kecurigaan mereka padanya namun ia sangkal.
"sepertinya tidak tuan, mungkin yang kau bilang pernah bertemu saat tadi awal aku masuk club...
"ah iya mungkin itu....
"lalu bagaimana jadi bersenang senangnya?...
"diantara kami ber 3 pilih lah siapa yang ingin kau pakai..
"jika aku memilih kalian ber3 apa bole?...
"apa kau serius nona? apa kau bisa?...
"apa kalian meremehkan ku tuan tuan?...
"tidak nona, kau sangat cantik aku tak mau melihatmu kelelahan karna ulah kami...
(ucap Mafioso itu.
"tenang saja tuan biar kalian yang kelelahan dengan ku...
"jika itu mau mu nona kami siap, emm butuh berapa uang nona untuk kau?...
"tidak aku tidak butuh uang, aku hanya ingin bersenang senang dengan kalian...
"apa kau bersungguh sungguh nona?...
"kenapa tidak..
"sangat beruntung kami bertemu dengan nona cantik ini...
"yah nona kami tak akan menyia nyiakan kebaikan mu ini...
"kami juga akan berusaha memuaskan diri nona yang cantik ini...
"baiklah kita akan lakukan malam ini...
"tentu nona, aku ikut ucapan nona saja...
"apa perlu ku pesankan kamar nona, untuk kita?..
"tak perlu aku sudah memesankan kamar untuk kita bermalam disini...
(ucap Dinda dengan seringai yang hanya dia sjaa yang tau maksudnya.
"sangat menarik...
__ADS_1
kini ke 4 orang itu berjalan memasuki lif yang akan menuju kamar no 345, didalam sana juga sudah terlihat Robby dan broyen dibalik kaca itu menunggu kedatangan Dinda dan ke 3 Mafioso SR.
kamar no 345:
"kemana Dinda kenapa ia lama..
(tanya broyen.
"mungkin setelah ini ia akan tiba..
(ucap Robby.
saat broyen ingin bersuara lagi tiba tiba saja ada seseorang yang membuka pintu kamar itu membuat ke2 orang dibalik kaca itu terdiam meliat serius ke arah pintu yang terbuka.
ceklek...
ya benar saja yang datang adalah Dinda dan ke 3 mafioso srigala read, mereka awalnya tetap diam terkejut dengan isi kamar itu.
dinda biasa saja karena dari awal ia sudah tau dekorasi kamar itu setiap sudut didalam kamar itu ditaburi bunga mawar, dengan angsa dibagian tengah kasur tak kalah mewah kamar mandi pun juga terlihat bnyak taburan mawar merah disana.
"apa Yaang kalian liat?..
(tanya Dinda yang melihat ke 3 mafioso itu terbengong bingung ada juga sebagian yang melihat isi kamar mandi.
"nona ini seperti kamar malam pertama..
"kenapa tidak, ini juga malam pertama ku..
"apa maksud nona?..
"yah aku masih virgin, jadi benar bukan ini malam pertama ku jadi ku hias kamar ini sesempurna mungkin...
"aap nona tidak berbohong?..
"kenapa harus berbohong?..
"yah karna itu puaskan aku..
"baru pertama aku memuaskan seseorang dikamar layaknya pengantin baru haha..
(ucap salah satu mafioso itu.
"kenapa tidak ini ku lakukan khusus untuk kalian ber 3 tidak untuk yang lain...
"apa nona ingin menikahi kami ber3? tidak nona kami hanya butuh kepuasan saja...
"siapa bilang, aku tak akan menikahi kalian aku hanya ingin bersenang senang malam ini...
"ya sudah mulai lah..
(kata Dinda.
kini salah satu dari Mafioso itu mulai membuka dress milik Dinda seperti Anggi ia menggunakan lefis hitam pendek dan tentop berwarna hitam, dibalik kaca itu terlihat 2 orang terbengong melihatnya tubuh Dinda yang sangat sexy membuat mereka harus benar benar menahan gejolak ditubuh mereka.
"shirt kenapa dinda sepeerti ini..
(batin broyen.
"apa dia berniat menyiksa ku karna menahan nafsu ku hmm...
(batin Robby.
disisi lain ke 3 lelaki itu semakin terpesona oleh tubuh Dinda yang benar benar seksi jika hanya memakai pakaian yang pendek saja.
"nona kau sungguh menggoda kami dengan tubuh mu yang seperti itu..
(ucap Mafioso itu.
kini Salah satu Mafioso itu mendekat ingin memegang tubuh Dinda namun syaang saat ingin menyentuh Dinda seseorang itu terpental karena tendangan Dinda yang cukup keras didada lelaki itu.
__ADS_1
Mafioso yang lainnya pun terkejut dan menyadari jika ini adalah jebakan saat salah satu Mafioso ingin keluar dari kamar itu ternyata kamar itu sudah dikunci rapat oleh Dinda saat mereka baru saja masuk kedalam kamar.
"terlambat...
(ucap Dinda yang sudah merubah wajahnya menjadi wajah kebencian.
"apa mau mu nona, kmi tak mengenalmu...
"yakin kau tak mengenali ku lelaki baji...an?..
(ucapan Dinda membuat mereka tringat kejadian itu.
"apa kau wanita kemaren?..
"yah akhirnya kau menyadarinya...
"bagaimana keadaan teman mu itu ha setelah kami puas kan haha..
"jaga ucapan mu, kau akan binasa di tangan ku...
(triak Dinda.
"apa perlu kami memuaskan mu juga..
"siapa kau sebenarnya nona..
"kau akan tau aku setelah nyawa kalian di ujung tanduk..
kini mereka bertarung dengan tangan kosong, Dinda bertarung dengan emosi yang sangat menakutkan membuat orang dibalik kaca itu merinding dibuatnya, sampai akhirnya Dinda melompat ke arah kasur dan mengambil pedang yang terpajang di dinding kasur itu.
Dinda mulai beraksi lagi, satu persatu ia mulai menyerang ke 3 orang itu tak disangka dengan cepat Dinda menebas tangan dan kaki mereka, mereka pun terjatuh dan tak bisa bangun kembali disitu emosi Dinda mulai meredah ia melempar pedang yang penuh darah itu kekasiur putih yang kini sudah bnyak bercak darah dari pedang itu.
"s-siapa kau sebenarnya..
(ucap Mafioso itu.
"yah aku tangan kanan mafia BDR...
ucapan Dinda sontak membuat ke 3 Mafioso itu kaget dibuatnya tak disangka ia benar benar membuat macan mafia itu marah, apalagi ia lah yang membuat perkara terlebih dahulu.
"l-lalu yang kami bunuh?..
"yang kau bunuh adaalh sahabt kami, ia sama smaa tangan kanan kesyangan queen...
(ucal dinda Sudah dipastika ke 3 Mafioso itu akan tiada karna dinda membongkar identitasnya.
"ampuni kami nona..
"apa kau mengampuni teman ku saat ia berteriak seperti itu ha?..
(ucap Dinda yang kini mulai mengingat semua kejadian dimalam itu.
"m-maaf kami tidak tau...
"walau pun kalian tau itu akan tetap terjadi bukan, mungkin ini terakhir kalian melihat dunia..
(ucal Dinda yang langsung menendang kepala mereka sangat keras membuat mereka tiada ditempat.
setelah itu dinda terdiam duduk diatas kasur yang kini sudah penuh darah begitu juga ruangan itu, ia merasa sedikit lega dengan apa yang sudah ia perbuat untuk pria jahat itu.
sedangkan disisi lain broyen dan Robby keluar dari ruang persembunyian itu ia melihat Dinda yang duduk menenangkan fikiran dan tubuhnya agar saat ia keluar tak akan membuat semua orang curiga olehnya.
"pakailah pakaian mu dan segera keluar dari sini..
(ucap Robby.
Dinda pun segera berpakaian dan mengikuti broyen dan Robby meninggalkan kamar itu,
Dinda tak terkejut akan adanya broyen dan Robby karena sebelum itu sudah ada pemberitauan di alat komunikasi mereka jika setiap kamar yang akan mereka tempati akan ada yang menjaganya dibalik kaca.
__ADS_1