Misteri Queen Mafia

Misteri Queen Mafia
kenyataan


__ADS_3

kini pagi telah tiba seperti biasa anggun akan sendirian di mension dengan Agra dan juga Jordi yang menunggunya, sedangkan Anggi than dan juga boy mereka harus pergi untuk kekantor.


semenjak kelumpuhan anggun kini sudah menjadi sorotan semua pengusaha wanita yang paling cantik dan pintar kini berakhir di kursi roda.


kini anggun duduk dikursi roda menghadap ke arah pemandngan yang cukup sejuk, disana Agra dan Jordi masuk keruangan itu melihat queen mereka yang sedang duduk diatas kursi roda miliknya.


"pagi queen, apa queen tak lelah harus duduk dikursi roda itu terus menerus?...


(ucap Agra.


" queen sungguh nasib yang sedikit malang jika kau harus duduk berlama lama diatas kursi roda itu...


(ucap Agra membuat Jordi bingung.


kini tiba tiba telfon milik anggun berbunyi anggun pun melirik hp miliknya kini Agra mengambilkannya, ia melihat rupanya itu panggilan dari ziko.


kini telfon di diangkat oleh Agra dengan mode spiker agar anggun bisa mendengarkannya.


"pagi queen, salam dari kakak mu yang tampan ini...


"apa kau masih tidak berbicara? kau masih duduk di kursi roda yang membosankan itu?...


"ayolah queen, akhiri ini semua aku sudah lelah...


"kapan pernikahan mu?..


(tanya Jordi.


"ah rupanya ada orang disana...


(jawab ziko.


"jawab pertanyaan ku...


(ucap Jordi.


"ah ya besok malam pernikahan itu dimulai, kuharap kalian tidak terlambat untuk menyelamatkan ku...


(ucap ziko.

__ADS_1


"semua tergantung dari perintah queen..


(ucap Jordi.


"ayolah tolong aku besok...


(ucap ziko.


"tenang saja...


(saut anggun.


seketika Jordi dan ziko terkejut dibuatnya.


"yah akhirnya queen ku ini berbicara...


(ucap ziko.


"q-queen, apa kau sudah sembuh?..


(ucap Jordi dengan melirik ke arah Agra, sedangkan Agra hanya memalingkan muka saja.


(tanya Jordi.


"sudahlah aku tau queen ia tak selamah itu, lagian hanya jatuh dari lantai 5 tak akan membuat queen lumpuh apalagi hingga tiada, queen tak akan selemah itu...


(ucap ziko.


"sudahlah aku juga sudah lelah harus berpura pura untuk duduk dan tak melakukan apa apa dikursi roda ini...


(ucap anggun yang kini berdiri dari kursi roda itu.


anggun berdiri dengan meregangkan otot otot yang kaku, ia juga sudah berbulan bulan tidak melakukan apa apa membuat otot otot miliknya kaku.


"a-apa hanya aku yang tak tau soal ini?..


(ucap Jordi.


"tidak, hanya kau, Agra,ziko dan aku saja yang tau soal ini kuharap kau bisa menjaga rahasia ini...

__ADS_1


(ucap anggun.


"ah benarkah? okeh siap queen..


"sebntar apa jangan jangan penyerangan di pesta itu?...


(ucap Jordi dengan melihat ke arah anggun, sedangkan anggun ia tersenyum iblis.


#flashbackon.


disaat anggun dan Agra memasuki ruangan kosong itu Agra menunggu anggun diluar ruangan disana Agra melihat situasi sedangkan anggun didalam.


"aghh sungguh melelahkan...


(ucap anggun dengan bangun dari kursi rodanya.


disana ia mengambil senapan tanpa suara yang sudah tersimpan diruangan rahasia itu, anggun mengambil senapan itu memasangnya ia melihat fentilasi diruangan itu yang mengarah langsung ke arah pesta yang sedang diadakan digedung itu.


disana anggun menggunakan senapan itu untuk menembak sasaran yang sudah ia incar sadari awal ia masuk kepesta itu, walau tubuh nya tak bergerak namun bola mata miliknya terus bergerak melirik satu persatu orang disana.


sampai akhirnya ia menemukan sasarannya sendiri yang menghampirinya, disitu anggun langsung menembak setelah menembak ia segera membongkar kembali senjata itu dan menaruhnya di tempat semula kini ia memanggil Agra.


"Agra masuklah dan bawah aku pergi...


kini Agra masuk ke ruangan itu dan mendorong keluar kursi roda milik anggun namun saat mendorong kursi roda itu dilorong lorong gedung itu ia berjumpa Anggi than dan juga boy yang mencarinya.


setelah itu ia langsung pergi dari gedung dengan pengawalan yang ketat, didalam perjalanan itu anggun tersenyum iblis begitu juga dengan Agra.


"flashbackoff.


"ah yang benar saja pantas saja aku tak menemukan pelakunya...


(ucap Jordi.


"sudah sudah kututup dulu telfonnya, byee...


(kini telfon itu ditutup oleh ziko.


dan kini lagi lagi anggun harus duduk kembali dikursi roda miliknya sedangkan Jordi dan Agra mereka keluar dari ruangan milik anggun itu.

__ADS_1


__ADS_2