
"em maaf nona king saya tadi juga mendengar kata adik, apa king memiliki adik?..
"dasar bodoh..
(kata than pda boy.
"lah malah dikatai bodoh, kan saya tnya king..
"biar ku jelaskan..
(kata anggun.
"nama saya anggun Dwi lestari dan saya memiliki saudara kembar satunya adalah Anggi tri lestari tentu Anggi adalah adik saya...
(jelas anggun.
"apa berarti nona anggun twins?..
"yah..
"lalu dimna adik nona?..
"tentu dia skrng di negaranya Prancis ia memimpin mafia milik ku dan perusahaan milik keluarga semenjak aku hilang tanpa kabar..
"sudah tak usah kalian teruskan..
(saut than.
"baiklah king..
(jawab boy.
"bagaimana keadaan mu boy skrng?..
(tnya anggun.
"sudah tak apa nona, aku sudah mendingan dari sebelumnya..
"ya sudah jika seperti itu..
(kata anggun yang langsung kembali duduk di sofa pnjang ruangan itu.
sedangkan boy dan than masih berada di sana mereka mengobrol sedikit tentang perusahaan dan juga klompok mafia miliknya, tak bnyak yang di obrolkan kini than langsung menemani anggun di sofa itu.
__ADS_1
sesampainya di sofa anggun langusng berbicara pada than karena ini sudah pukul 12 siang.
"than..
"apa syng?..
"sudah siang sebaiknya kau makan lalu minum obat..
"iyaa nanti saja..
tak bnyk yang diobrolkan oleh mereka kini terlihat boy yang berjalan ke arah than dan anggun tanpa menggunakan infus ditangannya.
"boy knp kau melepas infus itu?..
(tnya anggun
"tak apa nona aku sudah baik baik saja..
(jawab boy.
aslinya than tidak suka melihat anggun yang perhatian pada siapapun selain dirinya namun than menahan diri karena ia tau anggun dari kecil selalu mengutamakan orang di sekitarnya terlebih dahulu sebelum dirinya sendiri.
"dasar bos dan ank buah sama smaa keras kelapa terserah kalian lah..
"syng mau kemna?..
(teriak than yg berhasil membuat anggun kini berhenti di depan pintu.
"membuatkan kalian makan siang, kalian cepat lah turun..
(kata anggun yg langusng pergi meninggalkan. ruangan itu tnpa mendengar jawaban dri than.
setelah kepergian anggun kini diruangan itu hnya terdapat than dan boy yang masih setia duduk di sofa panjang diruangan itu, tiba tiba keheningan itu berubah saat boy mulai berbicara.
"tuan..
"hm?..
"apa dia wanita yang selalu kau pandangi fotonya pagi - malam itu?..
"ya kau benar dia wanita dari kecil ku akhirnya ku bertemu lagi saat sekian lama, walau pertemuan kita sedikit menyakitkan namun aku bahagia kini dia skrng bersama ku...
"kau beruntung tuan mendapat wanita seperti nona anggun walau dari luar terlihat seperti Pemangsa namun di dalam ia seperti bidadari, nona juga orang yang perduli dengan orang disekitarnya..
__ADS_1
"ya ku tau itu, skrng aku tau knp mafia baru itu bisa menggemparkan dunia bawah..
"emgnya kenapa tuan?...
"ya karena mafia itu memiliki pemimpin yang sangat hebat dalam bidang itu, apa lagi mafia itu adalah bukan mafia sembrngan semua anggota di sana dianggap keluarga bukan rekan anggota, disana tak ada atasan maupun bawahan seperti mafia lain disana semua adalah keluarga walaupun mereka berbeda darah..
(jelas than pada boy.
"tuan mendapat informasi dari siapa soal ini..
"aku tau karena melihat cctv yang di retas oleh anggun, aku melihat teliti pertarungan itu saling melindungi dan foto foto mereka tak seperti foto seorang mafia, maupun antara atasan maupun bawahan, namun seperti keluarga mereka sendiri..
"skrng aku paham tuan..
ya kenapa than memberi tahu boy semua ini karena selain boy adalah tangan kanannya boy ia anggap seperti adiknya sendiri, ia sudah lama bersama boy mulai dari awal ia mendirikan mafia ini boy sudah berada di sisinya uuntuk mendukung maupun membantu.
"em tuan apa tuan tak ingin mempertemukan nona pada adiknya? sepertinya nona sangat merindukannya...
"ya aku tau itu, tapi bukan skrng waktu yang tepat kau tau sendiri bnyak yang memburu mafia miliknya karena semua mafia takut tersaingi oleh mafia miliknya, semua pun ingin melihat pemimpin itu hidup ataupun mati..
"lalu tuan menjadikan adik nona umpan begitu?...
"tidak jika Anggi dan anggun berpisah itu akan membuat ku mudah melindungi keduanya setidaknya aku hnya bisa berbuat seperti ini dulu, karena musuh dari mafia miliknya sangat lah hebat aku yakin anggun akan bisa mengatasinya namun aku tak mau melihatnya terluka kedua kalinya setelah aku yang melukainya dahulu..
"sudah lah tuan itu sudah berlalu..
seketika ucapan mereka terhenti saat anggun meneriakki mereka dari bawah untuk makan siang karena ia sudah selesai menyiapkan makan siang untuk mereka.
"hei kalian turun lah, apa kalian tak mau makan siang dan kelaparan diatas sana ha...
(ucap anggun dengan teriakkan.
"ternyata nona bisa berteriak juga..
(kata boy.
"aku pun juga baru tau..
"ya syaang aku turun..
(teriak than pada anggun.
"tuan sangat bucin pada nona anggun..
__ADS_1
(batin boy yang kini mengikuti langkah than untuk turun tangga menuju ruang makan.