
setelah xio tertidur kini Anggi menyuruh 4C untuk berjaga jaga takutnya xio yang akan jadi sasaran berikutnya sedangkan Anggi sendiri ia segera kembali menuju ruang oprasi anggin tapi nampaknya keadaan ini cukup serius, baru pertama kali Agra melakukan tugasnya cukup lama seperti ini, tidak seperti biasanya.
"kenapa oprasinya belum selesai...
(ucap Anggi.
"aku juga kurang tau, bersabarlah...
(jawab than.
"nona Anggi pasti queen akan selamat nona harap tenangkan diri nona saja terlebih dahulu...
"hemm...
"nona Anggi tenang sjaa nona anggun pasti baik baik saja ...
(ucap boy
"diam mulut mu tuan boy aku tak ingin mendengar ucapan mu kali ini...
(kata anggun
"aihh sangat menyeramkan ..
(batin boy
disisi lain tiba tiba Agra keluar dari ruang oprasi membuat ia dihujani banyak pertanyaan dari orang orang yang menunggunya.
Agra kebingungan dengan pertanyaan mereka sedikit membuat Agra bingung orang orang itu langsung berhenti bertanya dan kini than yang mewakili semua nya.
"bagaimana keadaannya?...
"tenang semua, maaf aku cukup lama didalam karena 3 peluru yang bersarang dilengan, bahu dan dadanya saya lama karena peluru yang didadaya hampir mengenai jantung membuatku harus sangat teliti menanganinya agar tak terjadi apa apa dengan queen...
"lalu bagaimana sekarang kakakku?...
"tenang nona queen sudah diselamatkan tapi ..
"tapii apa ucapkan...
(tnya than yang mulai emosi.
"queen mengalami koma, mungkin koma kali ini akan cukup lama karena nona sudah mengalami koma sebelumnya...
__ADS_1
"apa...
(ucap Anggi yang kini terduduk lemas dengan ditenangkan oleh Dinda disisinya.
"baiklah tuan dan nona saya akan memindahkan queen keruangan queen.
tak lama itu terlihat anggun yang terbaring koma diatas nakas dengan didorong oleh beberapa perawat medis mafia BDR menuju ruangan milik anggun, disana yang lain mengikutinya hingga masuk ruangan itu.
mereka bergantian untuk menjaga anggun namun Anggi benar benar tak menerima ini semua ia langsung keluar setelah mengucao beberapa kata kepada than.
"kak than jaga kakak, dan Dinda ikut dengan ku...
"b-baik nona...
kini than menjaga anggun diruangan itu bersama boy sedangkan Anggi dan Dinda ia pergi dari ruangan anggun dan menuju penjara bawah tanah markas utama itu, penjaga yang berjaga pun langsung menyapa Anggi setelah melihatnya namun terlihat aura iblis yang menyelimuti tubuh Anggi.
semua penjaga disana bisa menebak mungkin ini semua karena queen mereka yang terbaring koma karena penembak sniper itu, sudah bisa ditebak Anggi menemui orang itu di dalam penjara ini.
anggun membuka itu dengan kasar ia melihat orang itu yang sedang dirantai namun dengan keadaan yang masih pingsan membuat ia geram.
"Dinda ambil air es sekarang...
"baik nona...
kini Dinda segera keluar dan kembali membawakan air es yang sangat dingin tentunya disana Anggi memanggil salah satu Mafioso yang berjaga untuk menyiram pria ini.
"aghh dingin, siapa kalian...
(ucap pria itu.
"aku yang bertanya pada mu siapa kau..
"kenapa kau menembak kakak ku...
"apa tujuan mu ha?....
"k-kalian m-mafia i-itu?..
"kenapa kini kau gugup bukannya kau tadi tak gugup untuk bertanya siapa kami?...
"a-ampuni s-saya s-syaa **-tidak bermaksud m-menembak d-dia...
"kenapa kau menjadi takut bukannya saat kau menembak kau tak ada rasa takut sedikit pun ha?...
__ADS_1
Dinda melihat kemarahan Anggi yang menatap orang itu seperti singa yang ingin menerkam mangsanya.
"aku hanya disuruh oleh seseorang...
"aku menyetujuinya karena anak ku sakit dan butuh biaya jadi aku menerima tawaran ini...
"siapa yang menyuruh mu?...
"d-dia...
"cepat jawab atau nyawa mu melayang...
"t-tuan besar...
disitu Anggi bagai disambar petir ya tau siapa tuan besar itu, dia tak lain adalah musuh bebuyutan keluarganya dahulu bisa dibilang dalang dari semua ini.
"tak kusangka ia akan bergerak begitu cepat, ia juga menemukan markas ini...
"tolong lepaskan aku, hnya aku yang tau markas mu ini ia tak tau ia hanya ingin aku mencari tau keberadaan kalian dan menbak salah satu dari kalian, semua berkumpul dan hanya nona itu yang berdiri sendiri jadi aku menembaknya aku tak tau jika dia orang penting...
"apa kau tau siapa wanita yang kau tembak?..
(tanya Dinda.
"t-tidak...
"habislah kau bermain main dengan kami...
(ucap Dinda
"s-siapa nona itu...
"dia adalah queen mafia ini..
"a-apa, t-tolong maafkan aku...
"t-tolong lepaskan a-aku...
"a-aku harus menjaga anakku di rumah sakit...
"aku tak punya belas kasihan seperti kakak ku, kau akan menemui mereka di alam lain...
(ucap Anggi dengan nada menakutkan.
__ADS_1
"ah t-tidakkk tolong......
(triakk orang itu.